Archive for February 21st, 2007

Komputer Dan Masyarakat oleh Ade Norman

February 21, 2007

Ade Norman 535030191

Mengapa Memilih TI

Perkenalkan nama saya Ade Norman, sekarang saya mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tarumanagara angkatan 2003. Berikut ini adalah latar belakang saya. Saya adalah anak ke- 4 dari 4 bersaudara yang terdiri dari 2 anak perempuan dan 2 anak laki – laki. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 14 Maret 1984. Ayah saya sudah meninggal pada tahun 2000, papa saya meninggal mendadak karena serangan jantung koroner, walaupun sebelumnya sudah pernah melakukan operasi jantung di Singapura pada tahun 1996. papa saya meninggal pada saat bermain tennis, kejadian ini sangat memukul saya pada saat itu, dan saya juga sangat merasa kasihan sekali dengan mama saya. pada saat ini saya dirumah hanya tinggal bersama dengan mama saya, karena kakak saya ketiga – tiganya sudah menikah dan sudah tinggal dirumahnya masing – masing. Latar belakang pendidikan saya waktu TK di sekolah Notre Dame, SD di Notre Dame, SMP di Notre Dame. Selama TK, SD, SMP saya bersekolah di Notre Dame karena letak sekolahan yang dekat dengan rumah saya sehingga saya tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk tiba disekolah, dan karena kepala sekolah yang sudah kenal akrab dengan orang tua saya. Sewaktu sekolah disana saya mendapat pendidikan yang sangat baik, guru – guru dan kepala sekolah yang baik dan mereka mengajar dengan baik dan jelas. Pada saat SMP saya mulai mendapatkan pelajaran yang baru dan cukup berat, yaitu mata pelajaran fisika, menurut saya pelajaran tersebut cukup sulit, namun mau tidak mau, saya harus bisa. Karena merasa cukup berat untuk bisa mengerti sendiri, maka saya bersama dengan teman – teman saya berusaha untuk mencari guru les privat, dan ternyata berhasil, dalam pelajaran disekolah, saya tidak mengalami banyak hambatan dan masalah. Sehingga nilai – nilai saya sewaktu SMP tergolong cukup baik. Sewaktu SMP, kegiatan saya sudah sangat padat, sepertinya hampir setiap hari saya pergi untuk kursus bahasa Inggris dan les privat. Tapi sampai sekarang saya belum bisa lancar berbahasa Inggris. Saya cuma asal bisa mengerti intinya saja. Padahal saya sudah tahu bahwa bahasa Inggris itu sangat penting untuk masa depan saya. Oleh sebab itu, sampai sekarang saya masih tetap berusaha untuk belajar Bahasa Inggris. Di sekolah SMP Notre Dame, saya sudah mulai mendapatkan pelajaran komputer, walaupun pada saat itu komputer dirumah saya masih tidak secanggih komputer disekolahan, tapi saya tetap bisa mengikuti kegiatan pelajaran komputer disekolah dengan baik. Mulai dari saat itu, pelajaran komputer sangat saya sukai, karena sangat menarik dan sangat berguna. Karena kejadian tersebut saya berusaha untuk membujuk orang tua saya untuk mengganti komputer dirumah saya, dan akhirnya komputer saya diganti dengan yang terbaru, sampai akhirnya saya lulus dari SMP barulah komputer itu diganti lagi dengan yang lebih baru lagi. Mulai saat itu hingga sekarang, saya sangat menggemari berbagai perlengkapan dan game – game komputer. Sehingga timbul dipikiran saya bagaimana caranya untuk membuat sebuah game, tapi itu hanya sepintas saja, karena saya tahu, saya tidak akan mampu. Sampai sekarang saya juga masih suka melihat dan membeli perlengkapan komputer selama harganya masih terjangkau, karena jaman sekarang semua harganya mahal – mahal. Dan jaman sekarang harga tidak bisa bohong, barang dengan harga yang murah, kebanyakan kualitasnya juga rendah. Selanjutnya mendekati kelulusan SMP saya bingung akan bersekolah dimana, karena jika sekolah di Notre Dame lagi, saya merasa jenuh dan sudah bosan dengan suasana yang seperti itu terus, saya tertarik untuk pindah sekolah, dan karena kebanyakan teman – teman akrab saya yang lain juga kebanyakan akan pindah sekolah. Dengan ditambah alasan seperti itu, maka saya tambah berminat untuk segera pindah sekolah, setelah lulus SMP. Maka saya segera berkonsultasi dengan keluarga dan teman – teman saya, pertama saya mulai dengan mencoba mengikuti ujian saringan masuk di sekolah Abdi Siswa yang di tanjung duren ketika menghadapi ujian tiba – tiba saja ada peserta tes yang duduk disebelah saya jatuh pingsan. Bukan main kagetnya saya melihat kejadian itu, segera saja suasana didalam kelas itu menjadi kacau seketika. Namun segera teratasi karena dengan segera peserta tersebut dibawa keruang UKS, ternyata setelah diperiksa, hanya karena dia belum sarapan pagi dank arena stress menghadapi soal tes yang cukup sulit. Setelah selesai tes, saya merasa lega karena sepertinya saya lumayan bisa mengerjakan soal – soal yang diberikan, tapi saya belum yakin pasti diterima. Perasaan takut tidak diterima langsung saja menyelimuti perasaan say. Tapi saya segera mengalihkan pikiran saya ke hal – hal yang lain, waktu terus berlalu, hingga tiba saatnya pengumuman hasil tes tiba, segera saya kesana dengan orang tua saya, ketika tiba disana sekolah tersebut sudah sangat ramai, dengan segera saya menuju papan pengumuman hasil peserta tes. Ketika saya baru hendak melihat, ternyata ada kabar yang sangat baik, teman saya ternyata sudah dating terlebih dahului dan dia segera memberitahu bahwa saya diterima, saya sangat senang namun saya masih tidak percaya. Lalu akhirnya saya melihat juga bahwa saya benar – benar diterima. Tapi saying sekali ada 2 orang teman sekolah saya yang tidak diterima. Akhirnya kami segera menuju ke ruang administrasi untuk melihat biaya – biayanya. Dan ternyata biaya sekolah di Abdi Siswa sangat mahal, banyak sekali teman – teman saya yang tidak jadi masuk kesana dan akhirnya saya juga tidak jadi untuk bersekolah disana. Tapi akhirnya saya jadi bingung sendiri, karena sudah bersusah payah untuk bisa diterima, tapi akhirntya dibatalkan. Lalu akhirnya saya bersama teman – teman saya mau mencoba mengikuti tes saringan masuk disekolah IPEKA, walaupun kami tahu bahwa biaya untuk bersekolah disana pastinya akan lebih mahal daripada disekolah Abdi Siswa, tapi kami iseng saja untuk mencoba, sebab katanya yang bersekolah disana banyak wanita cantiknya. Akhirnya kami kesana untuk membeli formulir pendaftaran, tapi ketika kesana ternyata sama saja dan biasa saja. Tapi kami langsung merubah ola piker kami, karena sepertinya memang lokasi disekolah tersebut sangatlah bagus, lengkap, dan tidak terlalu jauh dari rumah. Untuk menghadapi tes tersebut, kami mencoba untuk belajar bersama, tapi ternyata lebih banyak bermainnya dari pada belajarnya. Dan beberapa hari kemudian tibalah saatnya bagi kami untuk segera mengikuti tes penerimaan murid baru, setiba disana memang benar tempatnya sangat megah dan memang banyak sekali wanita cantiknya. Akhirnya kami segera masuk keruangan kami masing – masing untuk segera mengikuti tes, memang saya akui tes disekolah ini lebih mudah daripada tes di sekolah Abdi Siswa, baru kali ini saya merasa yakin pasti diterima, yang menjadi hambatan satu – satunya hanya untuk soal tes bahasa Inggrisnya, sepertinya saya banyak juga mengisi asal – asalan, karena untungnya soal untuk bahasa Inggrisnya pilihan berganda. Setelah selesai tes kami segera pulang kerumah kami masing – masing dank arena kebetulan rumah saya dan 2 orang teman saya satu kompleks, maka kami pulang beriringan. Sesampai dirumah, pada malamnya sambil makan malam saya segera berbincang dengan kedua orang tua saya dan saya langsung mengatakan sepertinya saya akan diterima di sekolah IPEKA. Orang tua saya hanya setuju – setuju saja, karena saya tidak membahas mengenai biaya sekolahnya. Sampai tiba akhirnya pengumuman penerimaan tes penerimaan murid baru di sekolah IPEKA, saya sengaja berangkat hanya dengan teman – teman saya saja, kami tidak mengajak orangtua, karena kami tahu, pada akhirnya mereka pasti tidak akan setuju kalau kami sekolah di sana. Setiba disana kami segera bergegas mencari papan pengumuman dan ternyata memang benar bahwa kami semua bersembilan di terima semuanya, tanpa tersisa satu pun. Lalu kami segera menuju keruang tata usaha disekolah tersebut untuk meminta perincian biaya kuliah yang harus kami tunjukan pada orang tua kami. Lalu dengan bangga kami semua kembali pulang, tapi sebelumnya kami merayakan dengan makan – makan karena kami semua bisa sukses diterima semuanya. Namun kami tahu bahwa tidak ada satu pun dari kami yang akan bersekolah disana. Karena biayanya yang hampir mencapai 10 juta hanya untuk uang pangkalnya saja. Kami semua hanya tertawa saja, karena kami sudah memperkirakan memang biayanya akan mendekati jumlah tersebut. Tapi kami tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi orang tua kami pada saat diberikan slip perincian biaya kuliah tersebut. Setelah makan – makan, maka kami semua bergegas untuk kembali kerumah kami masing – masing untuk menyerahkan slip perincian biaya kuliah tersebut. Setelah tiba dirumah, ternyata orang tua saya sedang tidak ada dirumah, karena papa saya mendadak ada urusan dengan saudara, jadi saya terpaksa harus menunggu mereka hingga malam. Namun pas sekali ketika saya dan kakak – kakak saya akan memulai makan malam, kedua orang tua saya pulang. Ketika kami sekeluarga telah selesai makan malam, saya segera membahas mengenai hasil tes penerimaan murid baru di IPEKA yang telah saya ikuti, dan ternyata saya diterima, papa saya menanyakan lokasi sekolahan tersebut, dan saya menjelaskan lokasi sekolah tersebut secara mendetail. Setelah itu saya segera memberikan slip perincian biaya uang pangkal dan segala keperluannya, tapi yang mengherankan ternyata orang tua saya sudah tahu dan tidak kaget lagi. Ternyata perkiraan saya salah, ternyata malah saya yang dibuat kaget. Orang tua saya menyetujuinya karena memang anak paman saya ada juga yang bersekolah disana dan dia sudah kelas 3 SMU, dan menurut informasi yang didapat oleh orang tua saya dari paman saya, katanya sekolah IPEKA memang bagus dan sudah mulai menerapkan metode pengajaran dari luar negeri. Tapi saya segera menjawab, mungkin benar, tapi saya mao menghubungi teman – teman saya dulu yang tadi juga diterima disekolah tersebut. Langsung saja saya menghubungi teman saya dan ternyata mereka semua bertujuh tidak disetujui untuk sekolah di IPEKA, karena biayanya yang sanagt mahal, seperti orang mao masuk universitas saja, ternyata hanya satu orang teman saya yang disetujui oleh orang tuanya.akhirnya saya segera membatalkan sekolah disana, dan saya juga menghubungi teman saya yang tadinya berniat bersekolah disana, dan dia pun juga membatalkannya. Lalu karena waktunya yang sudah semakin sempit, Karena sudah hampir dibuka tahun ajaran baru dan kami harus segera memutuskan apakah kami akan tetap sekolah di Notre Dame atau akan pindah kesekolah lain. lalu kami semua berpikir keras untuk mencari sekolah lain dengan biaya yang standard tapi memiliki kualitas yang baik. Setelah banyak berkonsultasi dari pihak orang tua dan dari pihak teman – teman saya, akhirnya para orangtua kamipun berkumpul dan berembuk untuk memasukan kami entah kemana. Akhirnya mereka telah sepakat untuk mendaftarkan kami ke sekolah Sang Timur, sesuai juga dengan pembicaraan saya dengan teman – teman saya, karena dijaman saya SMP, memang sekolah Sang Timur sudah cukup ternama. Keesokan harinya kami semua bersama dengan orang tua kami masing – masing segera menuju ke SMU Sang Timur di daerah kemanggisan, setelah sampai sana kami semua segera membeli formulir untuk ikut ujian saringan masuk siswa baru, kebetulan sekali tes tersebut adalah gelombang yang terakhir. Sepanjang jalan, saya dinasehati oleh mama saya, katanya kalo memang tidak mau sekolah lagi di Notre Dame, maka saya harus belajar semaksimal mungkin, agar saya dapat pasti diterima di Sang Timur, karena itu adalah tes gelombang yang terakhir. Selama beberapa hari menjelang tes, saya belajar dengan sungguh – sungguh, agar saya dapat mengikuti tes dengan baik, Selang beberapa hari tibalah saatnya untuk mengikuti tes ujian saringan masuk di SMU Sang Timur. Ketika tiba didepan sekolah, perasaan saya sungguh tidak enak, sangat ketakutan, beban mental yang sangat berat harus saya pikul, karena jika sampai tidak diterima ,aka saya benar – benar terpaksa untuk bersekolah lagi di Notre Dame, karena sudah tidak mungkin lagi untuk mengikuti tes disekolah favorit lain, karena SMU Sang Timur adalah tes gelombang paling terakhir diantara semua sekolah favorit. Dan tes yang akan saya hadapi adalah tes yang paling terakhir juga, jadi satu – satunya pilihan agar saya bisa pindah sekolah yaitu, saya harus bisa menyelesaikan soal – soal tes dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar sebanyak – banyaknya. Lalu kami pun masuk ke ruangan tes, disini saya merasakan perasaan yang lebih menakutkan yaitu ketika soal – soal tes dibagikan. Sebelum mengerjakan tes saya berdoa dulu, karena saya benar – benar gugup sampai rasanya di pikiran saya tidak dapat mengingat apapun yang sudah saya hafal dan sudah saya pelajari, sepertinya semuanya lenyap. Setelah berdoa, langsung saja saya mulai mengerjakan soal secara perlahan namun pasti. Untungnya say adapt menyelesaikan semua soal dan sepertinya saya sudah banyak menjawab berbagai pertanyaan dengan benar. Setelah keluar dari ruangan tes, saya sudah melupakan semua perasaan dan hanya bisa pasrah. Lalu saya berkumpul bersama dengan teman – teman saya untuk membahas soal tes barusan. Dan ternyata banyak juga teman – teman saya yang kesulitan menyelesaikannya, terutama pada soal Fisikanya. Memang kami semua juga merasa tes yang paling sulit dari keseluruhan tes yang sudah kami hadapi adalah soal tes di SMU Sang Timur. Setelah makan siang di tempat jajanan depan kami semua kembali kerumah kami masing – masing sambil menunggu tibanya hari pengumuman hasil tes. Beberapa hari kemudian tibalah hari tersebut. Kami semua pergi kesana bersama – sama orang tua kami untuk melihat hasil tes. Setiba disana kami semua langsung segera menuju papan pengumuman. Sungguh ajaib, ternyata saya masih beruntung. Saya berhasil lulus dan saya diterima di SMU Sang Timur. Dan ternyata teman – teman saya semua juga lulus semua. Tanpa basa – basi, kami semua langsung segera menuju ruang tata usaha untuk menyelesaikan proses selanjutnya, mama saya segera mengambil slip pembayaran dan mengurus segala keperluannya. Setelah itu kami semua segera pulang kerumah kami masing – masing. Sampai dirumah ternyata papa saya masih belum pulang dan setelah malah akhirnya papa saya pulang. Saya bercerita panjang lebar dan dengan bangga saya mengucapkan bahwa saya diterima disekolah SMU Sang Timur, dan akhirnya niat saya untuk pindah sekolah tercapai juga.beberapa hari kemudian segera mama saya menyelesaikan biaya – biaya yang dibutuhkan. Setelah libur sekian lama akhirnya saya bersekolah juga disekolah yang baru. Tapi ternyata teman saya yang masuk Sang Timur Cuma 4 orang sedangkan yang 4 orang lagi ada yang pindah keluar kota dan ada juga yang tetap bersekolah di Notre Dame. Hari pertama saya masuk kesekolah sangat terasa asing dan janggal, tidak ada seorang pun yang sepertinya saya kenal. Diawali dengan MOS dan berbagai kegiatan lainnya yang membuat saya tidak merasa asing lagi di sekolah baru saya. Setelah berlalunya waktu akhirnya berbagai kegiatan MOS telah selesai dan kami sudah mulai belajar dikelas lagi seperti biasa, dan ternyata saya tidak mendapatkan kelas yang sama dengan ke 4 teman saya. Karena kelasnya dibagi menjadi 4 kelas, kami semua berada di 4 kelas yang berbeda. Dengan berlalunya waktu, akhirnya tiba juga dikelas 2 SMU, sisaat inilah saya mendapatkan benturan yang keras dalam hidup saya, yaitu pada saat liburan naik ke kelas 2 SMU, ayah saya meninggal saya akui, saya sempat stress berat, terutama mama saya, karena kejadian tersebut membuat saya jadi malas melakukan sesuatu, sehingga berakibat yang sangat fatal pada prestasi belajar saya, sehingga nilai – nilai saya jatuh pesat dan sampai akhirnya say gagal dan tidak dapat naik kekelas 3. Padahal menurut rencana, saya mau belajar dengan serius agar saya dapat mencapai kelas 3 IPA, sehingga saya dapat dengan mudah untuk menentukan jurusan selanjutnya di kursi mahasiswa. Tapi perjuangan tidak semudah itu, ada saja berbagai macam hambatan yang membuat saya malas, akhirnya saya gagal untuk naik kekelas 3, baik IPS sekalipun. Tapi walaupun begitu, saya tetap berusaha untuk bangkit lagi, karena saya menyadari, tidak mungkin selamanya saya harus begini, karena masa depan ada ditangan saya sendiri. Dengan kejadian tidak naik kelas itu, saya merasa disadarkan. Dan akhirnya saya mulai mencoba lagi untuk mengulang kelas 2 disekolah yang sama, walaupun ada banyak tawaran dari berbagai pihak keluarga dan saudara- saudara saya agar saya pindah sekolah, karena mereka menganggap kejadian itu wajar saja dan mereka merasa kasihan pada saya, bahkan dari antara mereka ada juga yang menawarkan agar saya menembak raport dan langsung naik ke kelas 3 SMU, tapi saya benar – benar menolaknya, jujur saja memang terasa malu sampai harus mengulang lagi dan harus belajar dengan adik kelas, tapi itu adalah pelajaran yang pantas agar saya sadar dan tidak malas lagi. Lalu saya mulai berusaha untuk bersemangat belajar lagi dan akhirnya saya berhasil naik kelas, walaupun ternyata saya gagal untuk naik kekelas 3 IPA, sehingga dengan sangat terpaksa saya naik ke kelas 3 IPS. Saya sungguh – sungguh merasa kecewa dengan apa yang saya dapat, tapi mau bagaimana lagi, memang itu yang pantas saya dapatkan. Dengan terpaksa saya menjalankan apa adanya sampai saya sudah dekat kelulusan, saya belum sempat berpikir akan mengambil jurusan apa di kursi perkuliahan nantinya. Saya hanya mendengar pendapat teman – teman saya yang sudah memuali untuk menentukan berbagai jurusan yang aakn diambilnya, ada yang berminat ke jursan akuntansi, ada yang berminat ke jurusan hukum, ada yang ke manajemen, manajemen bisnis, psikologi, dan lain sebagainya, membuat saya menjadi tambah bingung, yang pasti saya tidak akan mengambil jurusan hokum, karena saya tidak terlalu kuat untuk menghafal, karena menurut saya kalau mengambil jurusan hukum, maka sudah pasti nantinya akan menghadapi hafalan yang sangat luar biasa mengenai undang – undang dan sebagai macamnya, membayangkannya saja saya sudah seram. Sambil berpikir dan sambil bertanya – tanya pendapat teman- teman saya, tetap saja saya tidak menemukan jurusan yang cocok dengan keinginan saya. Lalu akhirnya saya berpikir untuk mengambil jurusan yang banyak diminati teman – teman SMU saya, yaitu jurusan yang berhubungan dengan akuntansi atau manajemen. Karena sewaktu SMU saya dikelas 3 IPS. Jadi menurut saya jurusan yang paling tepat yaitu jurusan tersebut. Lalu setelah berembuk dan berpikir bersama – sama dengan teman – teman saya dan setelah saya membicarakan dengan mama saya maka saya memutuskan untuk mencoba mengikuti ujian saringan masuk untuk jurusan manajemen di universitas Trisakti. Untuk pertama kali saya mengikuti ujian saringan masuk di Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Manajemen, beberapa hari setelah memutuskan untuk mencoba mengikuti tes di Trisakti, saya segera pergi bersama – sama dengan teman saya untuk mengambil formulir pendaftaran di Trisakti, ketika pertama kalinya saya menginjakan kaki di kampus Trisakti, saya merasakan perasaan yang sangat berbeda sekali dengan suasana di sekolah. Lalu kami pun pergi mengambil formulir pendaftaran, lalu kami segera pulang. Dirumah, saya berusaha untuk belajar sehingga pada saat tes nanti, saya dapat lulus dan diterima. Beberapa hari setelah itu, tibalah hari untuk kami mengikuti ujian saringan masuk di Trisakti. Ketika menghadapi ujian tersebut, saya masih merasa bisa dan agak yakin diterima disana. Dan beberapa hari setelah tes, tibalah saatnya untuk meliahat papan pengumuman penerimaan mahasiswa baru, ternyata saya memang diterima, tapi saya malah menjadi bingung sendiri, saya jadi berpikir lagi, apakah sudah tepat pilihan saya. Tapi ternyata saya belum benar – benar yakin kalau saya cocok di jurusan tersebut. Lalu saya membicarakannya dengan keluarga saya dan sepertinya tanggapan dari mereka terserah kepada saya saja, asal suatu saat nanti jangan sampai ada penyesalan di hati saya. Dan karena kuliah saya dibiayai oleh kantor papa saya, dimana pembiayaannya di atur oleh paman saya, sebenarnya sewaktu SMU pun saya sudah dibiayai untuk segala macam keperluan yang berhubungan denga pendidikan, semuanya menjadi tanggungan kantor papa saya. tapi sebagai balasannya, saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan dengan kegiatan pendidikan saya dan sewaktu sekolah, setiap bulan saya harus memberikan laporan kepada paman saya, dan pada saat kuliah sampai sekarang ini setiap satu semester saya harus ketempat paman saya untuk memberikan laporan hasil KHS dan sekaligus medapatkan biaya perkuliahan saya. Maka saya juga harus berkonsultasi dengan paman saya, dan ternyata paman saya juga tidak setuju, karena menurut paman saya jurusan itu sudah terlalu banyak peminatnya, sehingga kalau ingin sukses di jurusan tersebut, saya harus benar – benar berprestasi, kalau tidak maka gelar yang didapat hanya sia – sia, karena untuk sarjana yang biasa saja sudah terlalu banyak tenaga kerjanya. Sehingga gaji yang didapat kecil atau pas – pasan. Lalu terpaksa saya membatalkan untuk mengambil jurusan Manajemen, karena saya juga menyadari kalau saya tidak terlalu kuat untuk menghafal. Lalu sambil saya sekolah saya terus menerus memikirkan jurusan apa yang hendak saya ambil, lalu saya berpikiran untuk mengambil jurusan komputer akuntansi di Universitas Bina Nusantara, karena menurut saya jika manajemen dan akuntansi sudah banyak peminatnya, mungkin jurusan ini tidak terlalu banyak peminatnya. Buktinya saja, di sekolah saya cuma ada 10 orang yang mengikuti ujian saringan masuk di Universitas Bina Nusantara, dan menurut pemikiran saya memang kalau akuntansi saja sudah banyak tenaga kerja ahlinya, tapi menurut saya jika akuntansi digabung dengan komputer, mungkin hasilnya akan lebih baik dan menurut saya banyak juga kantor yang nantinya akan membutuhkan tenaga kerja seperti itu, pokoknya menurut saya, jurusan seperti inilah yang paling pas dan sesuai untuk saya. Lalu beberapa hari kemudian, saya bersama dengan teman – teman pergi ke Universitas Bina Nusantara untuk mengikuti tes ujian saringan masuk. Tesnya lumayan sulit, tapi akhirnya saya selesai juga mengerjakan. Tapi perasaan hati saya merasa kurang nyaman juga bila saya mmengambil jurusan itu, sehingga saya tidak terlalu berminat untuk memperhatikan apakah saya diterima atau tidak, sampai saatnya beberapa hari kemudian keluarlah pengumuman hasil tes, lalu saya pergi ke sana untuk melihat hasil tes tersebut, saya pergi sendirian, karena teman – teman saya yang mengambil jurusan tersebut tidak terlalu saya kenal,ketikatiba di BINUS, saya langsung bergegas untuki melihat papan pengumuman.karena kampusnya begitu besar, dan saya baru dating untuk yang kedua kalinya, saya sampai nyasar. Dan ketika tiba didepan papan pengumuman, ternyata saya berhasil diterima, rasanya senang sekali karena menurut saya akhirnya saya sudah tenang, walaupun saya tidak terlalu berminat di jurusan tersebut, tapi setidaknya saya sudah dapat kampus untuk bernaung, selain itu teman – teman saya ada 8 orang juga yang diterima, sehingga saya juga senang karena dikampus itu saya sudah pasti ada banyak teman lama, tapi sedih juga karena 2 orang teman saya gagal, padahal mereka lebih bersemangat untuk mengikuti tes itu dan mereka sangat berminat untuk kuliah disana. Lalu beberapa hari setelah hasil pengumuman tersebut saya terima saya segera menghubungi paman saya, untuk memberitahukan hasil tes jurusan yang baru, untuk meminta pendapatnya. Besoknya saya datang kerumah paman saya dan segera membicarakan mengenai hasil tes tersebut, memang paman saya juga senang dengan hasil tersebut, saya diterima dengan grade B. Paman saya sebenarnya juga mendukung saya untuk masuk ke Universitas tersebut, tapi menurut dia apakah bedanya akuntansi dengan komputer akuntansi, karena nanti pada akhirnya seorang akuntan juga pasti harus bisa juga untuk menggunakan komputer dan saya juga menyadari kalau saya juga tidak terlalu bisa akuntansi, khususnya pada pembuatan AJP. Lalu setelah berpikir – pikir lagi, saya membatalkan juga niat untuk masuk ke jurusan tersebut. Akhirnya kembali lagi saya berpikir, akan kejurusan apalagi saya nantinya. Setelah berpikir lama dan dengan banyak berkonsultasi sama keluarga dan teman – teman, tetap saja saya tidak menemukan jawaban yang tepat. Pada saat itu saya sungguh – sungguh bingung dan stress. Sepertinya sudah tidak ada lagi jurusan yang tepat untuk saya. Sepertinya semua jurusan ada ada saja suatu hal yang tidak cocok dengan saya. Dengan berlalunya waktu dan dengan banyaknya saya berkonsultasi dengan orang – orang, akhirnya saya berhasil menemukan suatu jurusan yang cocok sekali dengan kemampuan dan kepribadian saya, yaitu jurusan Psikologi. Karena sepertinya saya dapat dengan mudah untuk mengerti suatu permasalahan seseorang dan saya juga dapat membantunya untuk memberikan berbagai alternative jalan keluar, dan sepertinya, dari beberapa orang yang saya bantu kebanyakan berhasil untuk keluar dari masalahnya, tapi yang sangat disayangkan, mengapa orang yang saya bantu dapat keluar dari masalahnya, sedangkan masalah saya sendiri, belum mendapatkan jalan keluar. Selanjutnya, setelah saya bertekad untuk mengambil jurusan Psikologi, mulailah saya untuk menjelajahi apa saja yang akan dipelajari dan bagaimana dengan masa depan psikolog, lalu saya bertanya – tanya dengan teman – teman saya, dan ada teman saya yang memberikan kejelasan bahwa untuk menjadi psikolog dan untuk membuka praktek maka kita harus mengambil sampai S2, kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan ijin praktek, dan dia juga bercerita bahwa ada 2 orang temannya yang mengambil jurusan psikolog tapi akhirnya malah jadi stress sendiri, bahkan ada 1 orang lagi sampai dirawat di rumah sakit jiwa. Lalu saya kembali merenung dan memikirkan dirumah mengenai kelebihan dan kekurangannya jika saya mengambil jurusan psikolgi dan akhirnya saya kembali berpikiran untuk membatalkan lagi niat untuk menjadi psikolog tanpa mengikuti tes terlebih dahulu. Dengan alasan masa kuliah yang sangat panjang, karena harus langsung sampai S2 bila tidak sama saja kuliah sia – sia, selain itu saya juga tidak mau menjadi gila lagi pula dengan jurusan psikolog tidak mungkin disetujui oleh paman saya. Padahal saya sudah berpikiran bahwa nantinya akan banyak sekali pelanggan – pelanggan saya, karena menurut pemikiran saya, suatu saat nanti banyak sekali orang – orang stress. Tapi kalau mengingat cerita dan pendapat teman saya mengenai kejadian – kejadian itu, kembali lagi saya berpikir apakah jurusan yang akan saya ambil, yang kira – kira sesuai dengan kondisi dan kemampuan saya dan akan berguna untuk sekarang dan masa depan tanpa ada lagi alasan yang menghambat. Kembali lagi saya berkonsultasi dengan sahabat – sahabat saya dan dengan keluarga saya. Dan bersamaan dengan itu saya pergi bersama teman saya untuk membeli komputer disuatu tempat pusat perbelanjaan barang – barang elektronik khususnya komputer dan berbagai perlengkapannya. Dan berbagai macam peralatan elektronik lainnya. Sambil berjalan – jalan, saya melihat ada suatu toko didalam ruangan tertutup, ternyata toko tersebut adalah suatu toko tempat untuk penerimaan pembuatan program komputer, dimana didalamnya terdapat lebih dari 8 orang pekerja, Disaat itulah, saya mendapatkan ide untuk mengambil jurusan teknik informatika. Karena menurut saya dengan jurusan tersebut akan sangat mendukung kearah masa depan yang lebih pasti, karena saya yakin sekali, bahwa di masa depan nanti akan banyak sekali peralatan dan berbagai hal yang sangat membutuhkan dukungan teknologi komputer, karena seperti sekarng saja sudah hampir semua barang menggunakan alat elektronik yang dikendalikan oleh chip komputer yang sudah diprogram. Tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya dimasa depan nanti akan banyak sekali berbagai jenis robot yang akan digunakan sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itu saya sangat yakin dengan pilihan saya untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika. Tapi saya menjadi bingung lagi, karena jurusan teknik informatika di Universitas Bina Nusantara membutuhkan lulusan IPA, sedangkan saya di jurusan IPS. Kembali lagi saya bertanya pada teman – teman saya, dan ternyata ada juga teman saya yang berniat untuk mengambil jurusan Teknik Informatika, ada yang dari jurusan IPS dan ada juga yang dari jurusan IPA. Ternyata ada kampus yang benar – benar sesuai dengan keinginan saya, yaitu Universitas Tarumanagara. Karena di UNTAR untuk jurusan teknik informatika diperbolehkan untuk lulusan IPA dan IPS. Sehingga sangat sesuai sekali dengan keberadaan saya yang lulusan IPS, karena memang dari lubuk hati saya yang paling dalam saya kurang berminat dengan jurusan IPS yang sebenarnya, seperti jurusan akuntansi, manajemen, hukum,dan lainnya. Padahal saya sendiri tidak mengerti kenapa saya tidak berminat pada jurusan- jurusan yang disediakan untuk lulusan IPS. Yang pasti menurut kata hati saya di jurusan Teknik Informatika ini lebih berguna. Padahal sebenarnya saya juga belum tahu betul apa saja yang nantinya akan saya pelajari dijurusan itu. Tapi yang terpenting saya sudah memutuskan kalau saya harus diterima terlebih dahulu pada ujian saringan masuk. Yang ada dipikiran saya sementara itu, seorang lulusan Teknik Informatika adalah orang yang bekerja sebagai programmer. Dan beberapa hari kemudian saya pergi bersama – sama dengan teman saya untuk mengikuti tes. Ternyata, tes di Universitas Tarumanagara memperbolehkan kita untuk memilih 2 jurusan. Tapi saya lupa jurusan apalagi yang saya ambil, lalu saya mengikuti tes tersebut. Ternyata tesnya susah juga. Setelah selesai tes, saya merasa ragu juga apakah saya diterima di jurusan yang benar – benar saya inginkan ini. Lalu setelah tes, saya kembali berkumpul dengan teman – teman saya yang bersama mengikuti tes di sana. Dan ternyata mereka juga masih belum yakin apakah pasti diterima. Lalu kami pergi makan bersama, sambil berbincang – bincang mengenai soal tes yang kami hadapi, lalu kami semua kembali kerumah masing – masing. Sambil menunggu hasil tes, beberapa hari sudah terlewati, saya sambil mencari – cari informasi mengenai teknik informatika, tapi ternyata kabar buruk yang saya dapat, katanya di jurusan tersebut, pelajarannya sangat sulit. Katanya kalau memang diterima, coba saja dulu sampai 3 semester, kalau masih betah berarti jurusannya cocok. Katanya kebanyakan anak – anak yang ambil jurusan tersebut, banyak yang pindah jurusan karena materi pelajaran yang diberikan sangat berat dan sulit, apalagi pada anak lulusan IPS yang memaksakan mengambil jurusan Teknik Informatika, nantinya pasti akan nyesel karena banyak pelajaran menghitungnya seperti kalkulus dan fisika. Sambil merenungkan apakah jurusan ini cocok buat saya, beberapa hari berlalu dan akhirnya tibalah hasil pengumuman tes di UNTAR, saya berangkat bareng – bareng dengan teman saya, ada yang dari sekolah lain juga, tapi mengambil jurusan yang sama dengan saya. Lalu tibalah kami di UNTAR, lalu kami parkirkan motor di lapangan basket, yang sekarang sudah jadi gedung yang megah. Lalu saya masuk untuk melihat pengumuman di gedung M, jantung sudah terasa berdebar keras. Tapi ternyata ketika melihat papan pengumuman ternyata saya diterima, rasanya senang sekali, akhirnya saya merasa tenang juga. Tapi kembali lagi saya sedih, karena 3 teman saya tidak diterima di jurusan teknik informatika, tapi diterima dijurusan yang lain. Ketika itu saya baru sadar, ternyata jurusan kedua yang waktu tes itu saya tulis adalah jurusan cadangan. Untung saja saya diterima sesuai dengan jurusan yang saya inginkan. Saya menghibur teman saya yang lagi bersedih itu terlebih dahulu,tetapi untungnya jurusan cadangan yang dia dapatkan memang sesuai juga dengan keinginan mereka, sehingga kesedihan mereka tidak berlangsung lama. Segera saja kami meninggalkan papan pengumuman tersebut dan kami menuju ke kantor tempat pengambilan surat tanda lulus ujian saringan masuk, tapi saya lupa diterima dengan grade apa, yang pasti saya sudah diterima. Lalu kami semua segera pulang kerumah masing – masing. Segera malam itu juga saya menghubungi paman saya untuk berkonsultasi lagi. Semalaman saya tidak bisa tidur karena memikirkan langkah apa yang selanjutnya harus saya ambil agar saya bisa tenang dan betah kuliah dijurusan ini. Keesokan harinya saya pergi ke rumah paman saya untuk berkonsultasi secara resmi, dan saya menceritakan mengenai jurusan teknik informatika setahu saya, ternyata paman saya langsung menyetujuinya, sepertinya dia juga sanagt tertarik. Dan ia juga berkomentar bahwa jurusan Teknik Informatika sepertinya lebih condong ke masa depan karena didasarkan pada teknologi dan komputer.

Lalu beberapa hari kemudian, saya bersama dengan teman – teman saya segera kembali ke Universitas Tarumanagara untuk mengurus biaya – biaya dan berbagai macam keperluan. Akhirnya saya merasa sudah sangat tenang karena sudah ada kampus yang bisa dimasuki. Dan hanya tinggal menyelesaikan sekolah saja. Sampai akhirnya saya sudah lulus SMU. Beberapa saat kemudian mulailah saya masuk ke Universitas Tarumanagara. Disana Kegiatan pertamanya namanya POLMA, kalau waktu SMU namanya MOS. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar para junior dapat dengan cepat mengenal kondisi kampus dan dengan lebih cepat mengenal para senior. Katanya banyak yang nganjurin tidak perlu mengikuti kegiatan tersebut, karena hanya kegiatan kakak – kakak senior yang usil dan mau menyiksa juniornya. Tapi saya memaksakan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut, karena sepertinya kurang lengkap kalau saya tidak mengikuti POLMA. Beberapa hari berlalu di POLMA dan ternyata memang benar – benar melelahkan, karena harus bangun pagi dan direpotkan dengan berbagai kegiatannya, tapi walaupun begitu, kegiatannya sangat berkesan dan tidak akan terlupakan. Apalagi ketika ada kegiatan yang namanya IDO (Informatics Days Out), itu kegiatan yang sangat melelahkan, tapi saya tetap mengikutinya, banyak sekali kesan dan kenangan yang indah dan juga menyakitkan. Beberapa hari setelah itu, akhirnya kami memulai pelajaran yang sesungguhnya didalam kelas. Sangat berbeda sekali suasananya dengan waktu di SMU. Dengan baju bebas dan semuanya serba bebas, boleh pakai sandal tapi untuk saat – saat tertentu kita juga harus tetap pakai sepatu, seperti pada saat ujian dan pada berbagai saat yang mengharuskan kita pakai sepatu. Peraturan dikampus memang agak berbeda dengan disekolah, memang lebih renggang tapi tetap harus mengikuti peraturan yang ada. Sewaktu baru – baru memasuki kampus memang terasa agak canggung, apalagi ketika baru – baru masuk kelas dan bertemu dengan dosen, rasanya agak berbeda dengan pada waktu bertemu guru. Tapi bila dibandingkan memang lebih enak ketika kuliah daripada di SMU. Tetapi memang ada sisi lebih dan tetap ada sisi kurangnya. Ketika baru memulai pelajaran disemester pertama saya merasa agak sulit dan berat. Tapi ketika saya merasa mau dan mencoba untuk mendalami, lama – kelamaan saya mulai bisa mengikuti pelajaran – pelajaran yang lain. yang berbeda dengan kelas pada saat SMU hanya pada pelajaran fisika, karena sudah lama sekali rasanya kita tidak bertemu dengan pelajaran fisika, sehingga untuk yang pertama kalinya, kita akan merasa sulit dahulu, lalu pelajaran yang jauh berbeda yaitu pelajaran yang sudah berunsur komputer, terutama algoritma, untuk pertama – tama memang sangat membingungkan, tapi kita tetap harus memperhatikan dan harus dengan cepat untuk betrusaha mengerti, kalau tidak maka kita akan lebih cepat tertinggal. Untuk pelajaran pada semester satu kita akan diberikan pelajaran algoritma 1 dimana pada pelajaran tersebut diikuti dengan lab C++, ini pelajaran pemrograman dasar yang sudah cukup sulit. Kita harus benar – benar menguasainya, karena untuk melangkah ke bahasa pemrograman yang lain, pola berpikir dan bahasa pemrogramannya agak mirip. Dengan agak berat saya terus mencoba bertahan pada jurusan teknik informatika ini. Pada dasarnya, program studi teknologi informasi ini, terbagi dalam 3 jurusan yaitu Teknik Informatika, Sistim Informasi, Sistim Komputer. Dimana masing – masing mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Sehingga lulusan dari masing – masing jurusan akan mempunyai keahlian yang berbeda. Dengan berjalan agak terseok- seok, saya terus berusaha untuk melanjutkan semester demi semester, namun terjadi suatu kejutan yang luar biasa, pada semester 3, saya terpaksa mengambil cuti, dikarenakan saya telat mengisi krrs, hal tersebut merupakan suatu kejadian yang sangat mengecewakan, karena saya menjadi tertinggal agak jauh dari teman – teman saya yang seangkatan. Karena kejadian tersebut, membuat saya sempat berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah lagi. Tetapi saya tersadarkan sendiri karena ketika saya cuti selama 6 bulan rasa membosankan yang sangat amat terjadi pada hari – hari saya. Sehingga pada akhirnya saya sangat berniat untuk melanjutkan lagi kuliah saya, sehingga sampai saat ini. Memang nilai – nilai saya tidak begitu memuaskan, hanya sekedar cukup saja. Tapi saya akan selalu berusaha semaksimal mungkin. Pelajaran yang saya dapat sampai saat ini memang cukup sulit, tapi saya masih bisa mengikuti dan tidak sampai pindah jurusan, yang penting saya mau belajar dan tidak malas, kebanyakan pelajaran yang diberikan sangat berhubungan dengan komputer dan berbagai programnya. Kalau hanya dipikirkan dan dirasakan maka memang sangat terasa berat, tapi kalau kita jalankan maka akan terasa sangat menarik. Sampai saat ini saya sudah sampai pada semester 8 dan sudah banyak pelajaran yang saya ambil dan dapatkan.Tapi kesan saya terhadap Teknik Informatika sangat baik dan saya sangat yakin bahwa jurusan yang saya pilih tidak salah. Walaupun agak berat menjalaninya. Tapi dapat dipastikan akan berguna untuk masa depan.

Komputer Dan Masyarakat oleh Antony Hartono

February 21, 2007

Alasan Mengapa Saya Mengambil Kuliah IT Di Untar

Sebelumnya ijinkan saya untuk berceritera sedikit saja mengenai pendidikan yang saya dapatkan sebelum memasuki dunia perkuliahan, yakni pendidikan saya selama di bangku sekolah. Saya adalah lulusan kelas IPS dari SMU Karang Turi yang terletak di jalan Raden patah 182-192 Semarang. Di sekolah Karang turi inilah saya menghabiskan waktu pembelajaran saya, dimulai dari SLTP sampe SMU. Pada saat SLTP lah saya mulai tumbuh benih – benih kesukaan akan komputer. Sekolah Karangturi ini bisa dibilang cukup memadai sistem pengajarannya, hanya saja dikala saya bersekolah waktu itu, sekolah saya ini belum memberikan perhatian khusus pada pengajaran komputer. Barulah pada entah tahun keberapa saya disana itu, kalau tidak salah pada saat saya di SMU, saya mulai sedikit-sedikit mengerti tentang komputer dan seluk beluknya. Saya mulai mendapatkan diri saya terkagum-kagum sendiri dengan hal-hal seperti kemampuan prosesor komputer, kejernihan audio speaker komputer, ketajaman grafis monitor komputer, kemampuan computer dalam mengolah image-image, dan masih banyak lagi. Disaat itu pula saya mulai gemar bermain-main dengan komputer, baik dari yang cuma untuk sekedar hiburan untuk mengisi waktu luang (main game, dengar musik, nonton film, dan semacamnya),terkadang juga mengerjakan tugas seperti paper sekolah atau tugas lab komputer, sampai pada kegemaran saya browsing, kirim – kiriman email di Internet dan juga chatting lewat MIRC pada waktu itu.

Memasuki tahun ketiga saya berada di SMU ketika saat2 menjelang usai ujian, saya mulai lebih tertarik lagi pada komputer, jauh lebih tertarik daripada sebelumnya yang terkesan cuma untuk main-main. Hal ini, tidak lepas dari mulai maraknya game-game online pada saat itu di kebanyakan warnet, waktu itu ada Counter Strike yang begitu populer di kalangan anak muda dan orang tua berjiwa muda, yang pada saat ini sudah menjadi sangat dikenal umum. Saya merasakan begitu besarnya minat dan antusiasme begitu banyak orang pada saat itu, seperti juga saya. Saya berpikir, alangkah baiknya kalau minat dan antusiasme yang begitu besar itu dapat terus bertahan, tidak usang ditelan waktu. Pada tahun ketiga saya di SMU itu pula saya putuskan bahwa saya ingin melanjutkan pendidikan saya setamat sekolah nanti dengan mengambil perkuliahan Teknik Informatika. Bukan karena saya ingin menjadi pembuat game tentu saja, bukan semata-mata karena itu walau itu juga termasuk angan semu saya ketika itu. Tetapi lebih karena saya semakin merasakan bahwa komputer dan segala fasilitas-fasilitasnya sudah menjadi sedemikian terlibatnya dalam bisnis hiburan dan dunia kerja pada era ini. Bahkan saya mempunyai suatu angan ketika itu untuk memiliki beberapa warnet suatu saat nanti dimana game yang dimainkan disana beberapa diantaranya adalah game hasil ciptaan saya sendiri. Waktu itu tentu saja saya merasa bahwa impian saya itu terlalu naif, saya seperti seorang pemimpi di siang bolong saja, namun saya rasa ini adalah hal yang positif untuk setiap orang yang ingin menjadi lebih baik sebagai alat motivator ulung, betapapun mustahilnya impian itu . Hal ini tentu saja akan sangat membanggakan buat saya, namun saya sadari pula bahwa hal ini tidaklah mudah. Butuh perjuangan keras dan sedikit keberuntungan yang menyertai. Namun saya sudah terlanjur tertarik banyak pada Teknik informatika. Serta kedua orang tua saya pun selalu mendukung setiap apapun keputusan yang saya buat. Akhirnya sayapun mulai mempersiapkan diri untuk mengambil langkah selanjutnya, mengikuti ujian masuk universitas.

Prioritas utama saya pada saat mengambil 2 buah formulir pendaftaran adalah untuk Kuliah Di Bina Nusantara tentu saja, karena banyak pendapat – pendapat serta masukan-masukan yang menggiurkan dan wah mengenainya. Namun ada satu kekecewaan yang baru saya tahu belakangan, sayang sekali, yaitu bahwa karena saya adalah siswa kelas IPS, saya tidak diperkenankan mengambil perkuliahan untuk jurusan Teknik Informatika di Binus. Mereka cuma menerima lulusan IPA saja untuk bole melakukan Ujian Saringan Masuk. Persyaratan itulah yang mereka gunakan. Nah pada saat itulah saya sempat bimbang, antara memilih jurusan lain atau mengambil perkuliahan Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara sebagai alternatif lain. Mengambil jurusan lain ? waktu itu saya sama sekali tidak ada minat mengambil perkuliahan jurusan lain masak sih setelah saya repot-repot menetapkan hati & pikiran saya untuk mengambil perkuliahan di jurusan Teknik Informatika, saya harus berbalik haluan dan memilih jurusan lain? Hal ini akan merepotkan, begitu pikir saya, dan juga memerlukan banyak pertimbangan lain-lain lagi yang sangat bertentangan dengan apa yang saya inginkan pada saat itu. Namun untung saja saat itu saya juga sudah tahu bahwa Universitas Tarumanagara memberikan kesempatan untuk lulusan IPS. Hal ini tidak boleh saya biarkan begitu saja. Akhirnya saya putuskan, setelah melalui banyak pertimbangan dan Tanya – Tanya lagi tentang bagus ga jurusan Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara ( UNTAR).Setelah berpikir pikir lebih panjang lagi okelah, Universitas Tarumanagara saja yang akan saya masukin. Saya berpikir dan menimbang – nimbang jurusan Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara pun juga sudah cukup bagus, setelah mendapatkan informasi dari tanya –tanya temen –temen, mengecek website Untar terus juga Tanya ama sodara yang pada saat itu sedang kebetulan lagi kuliah di JKT.

Ujian Saringan Masuk Universitas Tarumanagara pada saat itu yang diadakan di sekolah saya Tes masuk untuk menjadi mahasiswa fakultas Teknologi Informasi di Universitas Tarumanagara tersebut ternyata meliputi tes bahasa Inggris dan tes Matematika. Saya cukup puas dengan dengan adanya kedua hal ini, karena saya merasa cukup akan kemampuan bahasa Inggris dan Matematika sayapun tidak begitu buruk. Bahkan sewaktu di sekolah saya dahulu, kedua mata pelajaran inilah yang paling sering memberikan kepuasan bagi saya. Ketika saya mampu menyelesaikan dengan hasil yang baik sungguh memberikan kepuasan tersendiri buat saya terutama dalam mata pelajaran matematika. Saya yakin standar yang ditetapkan oleh Universitas Tarumanagara untuk para calon mahasiswanya pastilah tidak sekadar main-main. Saya akan bersaing dengan begitu banyaknya kompetitor calon mahasiswa. Tes masuk yang mereka berikan pastilah sulit, begitu pikir saya. Saya berniat saya harus berjuang keras untuk meraih satu tempat di universitas ini. Universitas Tarumanagara siapa menyangka universitas inilah yang bakal menjadi tempat saya mengambil perkuliahan jurusan Teknik Informatika. Beruntung pula bahwa universitas ini menerima lulusan IPS untuk mengikuti tes masuk. Kalo enggak pada saat itu mungkin saya ga tau lagi deh akan masuk di Universitas mana lagi. Di Binus diterima juga tapi jurusan nya kurang suka yakni jurusan Sistem Informasi & Jurusan manajemen. Yah saya pikir kalo manajemen lagi manajemen lagi ntar buntutnya pasti susah deh mencari pekerjaan apa.Karena saya denger-denger juga kebanyakan lulusan manajemen yang susah mencari pekerjaan di luaran sana.

Saya akan bicarakan sedikit mengenai perencanaan saya untuk mengikuti tes masuk saat itu. Pertama kalinya, tentu saja dengan mengisi formulir pendaftaran. Formulir pendaftaran ini saya dapatkan terlebih dahulu di sekolah SMU Karangturi dimana saya menuntut ilmu dahulu. Ketika akan mengisi formulir pendaftaran, calon mahasiswa yang akan masuk ke Universitas Tarumanagara harus memiliki jurusan cadangan atau jurusan substitusi. Yah, anggap saja sebagai back-up plan. Hal ini untuk menjaga-jaga apabila hasil tes soal tertulis yang dikerjakan untuk masuk ke jurusan yang diinginkan tersebut kurang memuaskan dan dianggap kurang layak untuk masuk ke jurusan tersebut, calon mahasiswa tersebut masih dapat mengambil jurusan cadangan yang sebelumnya telah diisi di formulir pendaftaran tersebut. Ketika itu saya bingung untuk memilih jurusan cadangan, apakah jurusan Teknik Informatika, Sistem computer ataukah jurusan Sistem informasi? Pada saat itu saya masih belum mengerti apa beda materi yang akan diberikan di ketiga jurusan kuliah tersebut hanya modal nekad saja & terlanjur suka akan Teknik Informatika saya s udah menemukan jawaban “ Ini dia yang pantas saya ambil dan tekunin pelajarannya”Namun kesemuanya itu tentu saja hanyalah sebuah rencana pendek saja, karena saya belum mengenal lebih jauh tentang pelajaran sesusah apa yang akan saya tempuh ketika mengambil jurusan Teknik Informatika. Akan Tetapi jauh didalam lubuk hati saya yang terdalam, saya tahu sekali bidang kuliah apa yang ingin saya pelajari, IT. Setelah saya menetapkan hati secara bulat, saya serahkan kembali formulir pendaftaran saya itu dengan mengisikan jurusan Teknik Informatika sebagai jurusan utama saya, dan Sistem Informasi sebagai jurusan cadangan saya. Selanjutnya, saya tinggal menunggu datangnya hari dimulainya tes masuk dengan segala persiapan yang ada.

Hari dimana dimulainya tes masuk yang saya tunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Celakanya, saya tidak merasa yakin sama sekali bahwa saya sudah cukup mempersiapkan diri dengan baik. Semalam sebelumnya, saya cuma hanya dengan modal sedikit membaca-baca tentang bahan-bahan yang mungkin keluar di tes masuk, namun karena , tidak ada satupun sama sekali dari yang sudah saya baca-baca itu yang nyangkut di kepala saya. Yang ada malah saya menghabiskan waktu dengan begadang tidak tidur semalaman penuh dengan kecemasan di hati. Kemudian saya pun menunggu dimulainya tes masuk tersebut dengan hati waswas dan penuh kecemasan dalam diri saya. Kali ini gawat, pikir saya, bagaimana kalau hasil tes masuk saya nanti mengecewakan? bagaimana kalau saya tidak cukup pintar untuk mengisi soal-soal dalam tes masuk? saya akan membuat kecewa bukan hanya diri saya sendiri, tetapi juga orang tua saya yang telah sangat mendukung saya., dan juga teman-teman seperjuangan saya yang cukup banyak membantu saya selama ini dalam mempersiapkan diri bersama-sama. Saya akan membunuh harapan mereka semua.. Tetapi kekhawatiran saya itu ternyata sama sekali tidak beralasan, ini dikarenakan saya mengerjakan tes masuk tersebut dengan cukup lancar, walaupun saya agak ragu dengan beberapa jawaban saya di nomor-nomor terakhir karena saya menjawabnya dengan terburu-buru. Untung juga ya padahal saya hanya belajar dengan Sistem Kebut Semalem.

Selang beberapa waktu kemudian, hasil tes masuk itu pun keluar juga. Bukan main, ternyata saya lulus ujian masuk Universitas Tarumanagara. Sulit dipercaya saya cukup bersuka-cita ketika saya dapatkan bahwa saya lulus tes masuk, bukan hanya memenuhi persyaratan untuk menjadi mahasiswa jurusan Teknik Informatika, namun juga persyaratan untuk menjadi mahasiswa jurusan Manajemen. Tentu saja, saya luar biasa puas atas hasil tes masuk saya itu. Selanjutnya saya bisa lebih tenang dalam menanti masa perkuliahan saya itu dimulai. Saya sudah berjuang cukup keras, dengan begitu banyaknya pertimbangan akan jurusan apa yang cocok saya pilih, dengan begitu banyaknya pertimbangan akan universitas mana yang cocok dan pas di hati, akhirnya kesemuanya itu beres sudah.

Pada mulanya saya sendiri tidak mengetahui secara pasti hal apa yang menyebabkan jatuhnya pilihan saya untuk memilih kuliah di Jurusan Teknik Informatika . Saya belum mengetahui alasan yang benar-benar tepat dikarenakan saya belum mengerti telalu jauh apa yang akan didapatkan ketika saya serius dalam menekuni mata kuliah di jurusan tersebut . Kalau saya ingat-ingat kembali jauh ke belakang, sepertinya keputusan saya itu semata-mata hanya karena iseng belaka, ingin coba-coba. Mungkin saja hal ini hanya karena rasa penasaran saya yang teramat besar terhadap jurusan Teknik Informatika. Namun ternyata bukan itu faktor pendorong utama saya, tentu saja. Boleh dibilang hal yang paling mendorong saya mengambil kuliah Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara adalah sederhana saja, yaitu kegemaran saya akan hal-hal berbau teknis akan komputer dan semacamnya. Disamping itu saya juga terlalu ngebet untuk masuk di jurusan ini dikarenakan saya berpikir pasti bakalan beken deh untuk masa depannya. Jawaban ini mungkin saja tidak cukup brilian sebagaimana diharapkan dari kebanyakan orang yang berkuliah di jurusan Teknik Informatika, tapi apa boleh buat, memang inilah inti dari alasan saya mengambil perkuliahan Teknik Informatika. Memang hanya sesederhana itu, faktor utamanya karena kesukaanan saya akan komputer dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Kesukaan saya akan hal-hal yang berhubungan dengan computer . berawal semenjak saya dibelikan oleh keluarga saya sebuah computer yang pada saat itu merupakan teknologi tercanggih pada saat itu, saat pertama kalinya saya mengutak-ngatik komputer punya saya sendiri sampai tidak beraturan rusaknya dan terkadang dimarahi orang tua karena akibat ulah usil saya, saat pertama kalinya saya di ajarkan mengenai computer waktu saya sedang duduk dibangku sekolah saya merasa enak banget mengikuti tiap-tiap materi pelajarannya .Disamping itu saya tiap pelajaran computer selalu paling suka untuk mendalaminya cukup menyadarkan saya bahwa mungkin saya memiliki ketertarikan tersendiri dalam hal-hal seputar komputer. Bukan hanya minat pula, karena saya sadari pula saya sendiri pun cukup berbakat. Mungkin jurusan yang paling cocok unuk saya ambil pada saat setelah ulus SMU saya adalah kuliah di jurusan Teknik Informatika, begitu pikir saya waktu itu. Pada saat itu saya belum sempet memikirkan, apakah cukup dengan hanya bermodalkan minat dan bakat pas-pasan saja saya mencoba mengambil perkuliahan Teknik Informatika? Apakah saya yakin bahwa saya tidak akan menyesal di kemudian hari nanti?bener-bener ngga kepikiran sama sekali pada saat itu. Tapi entah kenapa saya bener-bener uda sangat yakin memilih jurusan ini.pada awalnya saya memilih binus untuk saya daftar masuk jurusan Teknik informatika.tapi apa daya ternyata di Binus sendiripun ga bisa menerima saya karena saya berasal dari jurusan IPS pada saat SMU. Akhirnya saya mencoba test jurusan Sistem Informasi & manajemen Di Binus. Sembari itu saya tetep ngotot mencari kuliah mana yang bisa menerima saya di jurusan Teknik Informatika. Kemudian saya menemukan Untar sebagai alternative kedua yang bisa menerima saya untuk masuk jurusan Teknik Informatika. Pilihan yang susah antara saya masuk ke Binus atau Untar pada saat itu. Namun karena saya yang pada dasarnya ga tau apa-apa hanya denger temen-temen jurusan Teknik Informatka adalah jurusan yang lagi Booming pada saat itu maka saya memutuskan untuk segera masuk Di Untar saja dengan sebuah pertimbangan pada saat itu Untar memiliki Akreditasi A pada saat itu.

Akhirnya, saya pun memulai perkuliahan Teknologi Informasi saya di Universitas Tarumanagara. Selanjutnya ingin saya jelaskan terlebih dahulu mengenai fakultas Teknologi Informasi. Fakultas Teknologi Informasi terbagi atas tiga jurusan, yaitu jurusan Teknik Informatika, jurusan Sistem Informasi, dan jurusan Sistem Komputer. Jurusan yang saya ambil adalah jurusan Teknik Informatika. Pada saat ini saya sudah termasuk mahasiswa veteran, dan kemungkinannya kalau tidak ada halangan berarti semester selanjutnya saya akan menyelesaikan skripsi saya. Mengapa saya sebut diri saya sendiri veteran ? bukan apa-apa, hal ini memang agak tidak membanggakan namun ini juga saya jadikan sebagai pelecut semangat pribadi buat saya, memotivasi saya. Saya jujur mengakui bahwa pada tahun pertama (sekitar tiga semester awal saya) mengikuti perkuliahan IT saya masih agak santai-santai dan tidak begitu menanggapi perkuliahan secara serius, sering kerap kali menggunakan waktu kebanyakan untuk hal-hal yang tidak penting, menganggap remeh mata kuliah yang ada di Teknik Informatika. Akibatnya nilai saya pun hancur berantakan. Hanya saja sejak saya banyak berpikir keras karena sempat berdiskusi dengan Penasihat Akademik dan semacamnya, saya kembali bertobat berkuliah secara sungguh-sungguh, dan saya cukup puas bahwa sampai saat ini nilai-nilai saya masih cukup stabil dan bahkan memperlihatkan peningkatan yang cukup drastis dari sebelumnya. Dengan begitu saya harapkan selulusnya saya dari perkuliahan IT di Universitas Tarumanagara kali ini, saya dapat memasuki dunia kerja secara serius.

Tentang mata kuliah apa saja & sedikit tentang penjelasan yang akan didapatkan selama Kuliah Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara ini. Antara lain mata kuliah

Arsikom
Antara lain kita akan belajar mengenai :
Dalam mata kuliah ini belajar mengenai topologi jaringan. Pada saat suatu komputer ingin berkomunikasi dengan komputer lain melalui LAN (Local Area Network), komputer tersebut membutuhkan media koneksi yang membentuk suatu topologi tertentu.
Ada 3 topologi yang dikenal di jaringan komputer :
1. Bus, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel CoAX (RG58) atau 10Base – Bentuk jaringan Bus menyerupai jalan yg memiliki banyak pemberhentian (bus stop)
2. Star, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP atau 10/100/1000Base- Bentuk jaringan Star menyerupai bintang dgn pusatnya adalah suatu hub atau switch
3. Ring, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP cat 3 atau TokenRingBentuk jaringan Ring secara fisik menyerupai Star dgn pusatnya adalah suatu perangkatyg bekerja secara Ring (informasi diputar dlm lingkaran sampai ditemukan tujuannya)
Kemudian Fat tree diciptakan oleh Charles E. Leiserson dari MIT. Fat tree berbeda dari tradisional tree dalam jumlah resource bandwidth yang tersedia pada level-level yang berbeda pada tree. Pada fat tree, bandwidth menjadi lebih besar apabila mendekati root dan pada tradisional tree semua bandwidth sama di setiap levelnya.
BASIS DATA
Antara lain kita akan belajar mengenai :
Pd awalnya, aplikasi basis data dbangun diatas system file.Kekurangan dlm menggunakan system file utk menyimpan data:1Duplikasi dan inkonsistensi data:Format file yg beragam , duplikasi informasi pada file yg berbeda2.Kesulitan dlm mengakses data:Dibutuhkan sebuah program baru untuk memenuhi tuntutan kebutuhan baru
B.Isolasi data – data tersbar dlm berbagai file dan format.Masalah integritas:1.Batasan integritas (contoh saldo >50.000)mjdBagian kode program 2.Sulit utk menambahkan batasan yg baru atau mengubah yg ada.Atomitas perubahan.Kesalahan yg timbul menyebabkan basis data pd keadaan yg tidak konsisten dengan perubahan yang terjadi sebagian*Contoh : transfer dana dari satu rekening ke rekening yang lain hrs lengkap atau tdk tjd sama sekali (C).Akses serentak oleh beberapa pemakai sekaligus:1.Akses serempak yg tidak terkontrol dpt membawa inkosistensiContoh : dua orang membaca sebuah data dan meng-updatenya2.Masalah keamanan*Sistem basis data memberikan solusi terhadap masalah tersebut diatas

MIKROPROSESOR
Antara lain kita akan belajar mengenai:
INSTRUKSI LOGIKA dan ARITMATIKALOGIKA
1. AND
2. OR
3. XOR [Exclusive-OR]
4. NOT
5. TEST
6. NOT dan NEG

FUNGSI INSTRUKSI LOGIKA
1. SET [REGISTER]
2. CLEAR [REGISTER]
3. KOMPLEMEN [REGISTER]
4. MEMPENGARUHI FLAG-REGISTER [CF & OF]

AND – LOGICAL AND
 AND tujuan, asal ; [tujuan BERUBAH]
 CF OF PF SF ZF (AF undefined)
 MASKING – CLEAR BIT BIL. BINER

X X X X X X X X bil. tdk dikenal
. 0 0 0 0 0 0 1 1 Mask
0 0 0 0 0 0 X X Hasil
FORMAT ASSEMBLER LANGUAGE
AND reg8/16, reg8/16 AND AL, BL
AND mem, reg8/16 AND [BX], AL
AND reg8, data8 AND AL, FF
AND reg8/16, mem AND AH, [BX]
Addr Data Assembler
0100 B0 31 MOV AL, 31
0102 24 0F AND AL, 0F

0100 B4 02 MOV AH, 02
0102 B2 61 MOV DL, 61
0104 CD 21 INT 21
0106 80 E2 4F AND DL, 4F
0109 CD 21 INT 21
010B CD 20 INT 20

OR – LOGICAL OR
 OR tujuan, asal
 CF OF PF SF ZF (AF undefined)
 SET BIT  1

X X X X X X X X bil. tdk dikenal
+ 0 1 1 1 1 1 1 1 Mask
X 1 1 1 1 1 1 1 Hasil
FORMAT ASSEMBLER LANGUAGE
OR reg8/16, reg8/16 OR AL, BL
OR mem, reg8/16 OR [BX], AL
OR reg8/16, mem OR AL, [BX]
OR reg, data OR AX, FF

Addr Data Assembler
0100 B4 02 MOV AH, 02
0102 B2 41 MOV DL, 41
0104 CD 21 INT 21
0106 80 CA 20 OR DL, 20
0109 CD 21 INT 21
010B CD 20 INT 20

E-xclusive-OR [XOR]
 XOR tujuan, asal
 CF OF PF SF ZF (AF undefined)
 INVERS BIT

X X X X X X X X bil. tdk dikenal
XOR 0 0 0 0 1 1 1 1 Mask
X X X X X X X X Hasil
FORMAT ASSEMBLER LANGUAGE
XOR reg8/16, reg8/16 XOR AL, BL
XOR mem, reg8/16 XOR [BX], AL
XOR reg8/16, mem XOR AL, [BX]
XOR reg, data XOR AX, FF

Addr Data Assemblr
0100 B9 FF FF MOV CX, FFFF
0103 81 C9 00 06 OR CX, 0600
0107 81 E1 FC FF AND CX, FFFC
010B 81 F1 00 10 XOR CX, 1000
010F 31 C9 XOR CX, CX

TEST
 AND tujuan, asal [tujuan TDK BERUBAH !!!]
 CF OF PF SF ZF (AF undefined)
 SAMA DGN CMP [COMPARE]
 TEST = CMP BIT TUNGGAL/GANDA
 CMP = CMP WORD
 HSL TEST SAMA  ZF = 1 hasilnya 00000000
 HSL TEST TDK SAMA  ZF = 0
 DIIKUTI dgn INST. JUMP CONDITIONAL
 JZ  JUMP IF ZERO [ZF = 1] atau
 JNZ  JUMP IF NOT ZERO [ZF = 0]
FORMAT ASSEMBLER LANGUAGE
TEST reg8/16, reg8/16 TEST AL, BL
TEST mem, reg8/16 TEST [BX], AL
TEST reg8/16, mem TEST AL, [BX]
TEST reg, data TEST AL, 01

Addr Data Label Assembler
0100 B0 41 MOV AL, 01
0102 A8 01 TEST AL, 01
0104 75 04 JNZ RIGHT
0106 A8 80 TEST AL, 80
0108 75 06 JNZ LEFT
010A 85 0F RIGHT TEST CX, [BX]
010C A8 FF TEST AL, FF
010E A8 01 TEST AL, 01
0110 B8 FF 77 LEFT MOV AX, 77FF
0113 A9 FF FF TEST AX, FFFF
0116

NOT dan NEG
 NOT  KOMPLEMENT 1 [instr. LOGIKA]
 NEG  KOMPLEMENT 2 [op. ARITMATIKA]

ASSEMBLER LANGUAGE OPERASI
NOT CH CH dijadikan komplemen 1
NEG CH CH dijadikan komplemen 2
NEG AX AX dikomplemen-2-kan
NOT AL AL dikomplemen-1-kan

Addr Data Label Assembler
0100 B0 10 MOV AL, 10
0102 B1 05 MOV CL, 05
0104 F6 D9 NEG CL
0106 00 C8 ADD AL, CL
0108 A8 05 TEST AL, 05
010A 75 02 JZ SAMA
010C CD 21 INT 21
010E B2 61 SAMA MOV DL, 61
0110 B4 02 MOV AH, 02
0110 CD 21 INT 21
0113

ORKOM
Antara lain kita akan belajar mengenai :
1. Struktur Dasar Komputer
a. Definisi Orkom, Arkom, Komputer Desain
b. Von Neumann Machine vs Harvard Machine
c. Tipe komputer
d. Unit Fungsional
e. Konsep Operasi Dasar
f. Struktur Bus
g. clock prosesor /clock rate

2. CISC dan RISC

3. ISA (Instruction Set Architecture )
a. Instruksi Mesin dan Program
b. Lokasi memori dan alamat
c. operasi memori
d. Instruksi 0,1,2,3-alamat
e. Assemby
f. Encoding
g. Register, akses memori, dan transfer data
h. Set Instruksi ARM, Motorola, dan Intel

4. Sistem BUS
a. Konsep dasar
b. PCI
c. SCSI

5. Sistem Memory
a. Konsep dasar
b. Hirarki Memori
c. memori RAM semikonduktor
d. ROM (dan keturunan nya)
e. Rangkaian CPU-RAM-ROM
f. Locality reference & Amdahl’s Law
g. Hit, Miss, Hit Rate, Miss Rate
h. Pengalamatan Cache: Associative, Direct Map, Set Associative
i. cache memory
j. L1,L2,L3 cache
k. memory virtual
l. persyaratan manajemen memory
m. penyimpan sekunder

6. Pipelining
a. Instruction stages
b. Pipelining (RISC)
c. Pipelineburst (CISC – I 80486)
d. Super Pipeline (CISC – P I, P IV)
e. Pipeline Hazzard, Pipeline Stall

7. Periferal komputer
a. perangkat input – keyboard, mouse, trackball, joystick, touchpad
b. perangkat output – video display, flat-panel display, printer, AGP
c. Link komunikasi serial – transmisi asynchronous, synchronpus, antarmuka komunikasi standar
PDT
Antara lain kita akan belajar mengenai :
ARGUMEN YG TIMBUL DR PNYEBARAN KMPTR MINI DR PENGOLAHAN TERDISTRIBUSI: 1. Sekmplan kmptr mini lbh murah drpd mesin bsr yg terpusat. 2. Pengolahan terdistribusi mrpkn alternatif antara sentralisasi dan desentralisasi yg utuh. Yg terbaik mrpkn campuran fungsi yg terpusat & terdistribusi. Transmisi data mnyediakan lbh dr 2 alternatif sentralisasi maupun desentralisasi. TANPA JARINGAN: 1. Sbuah kmptr terpusat. 2. Sbuah kmptr terpusat & kmptr2 mini yg tdk dihubungkan. 3. Byk kmptr tnp pusat. DGN JARINGAN: 1. Sist trpusat dgn terminal di byk bagian organisasi. 2. Sist hirarkis dgn pengolahan & datd yg terdistribusi scr hirarki, jaringan peer-coupled. TIPE ARGUMEN: Bbrp tipe argumen yg berhubungan dgn sentralisasi: 1. Biaya total. 2. Argumen teknis selain biaya. 3. Argumen yg berhbgn dgn pengembangan aplikasi. 4. Argumen mengenai aplikasi mn yg hrs dipusatkan & yg hrs tersebar. 5. Argumen mengenai kbijaksanaan, orgnya / dampak pd manusianya. Bbrp argumen sentralisasi & desentralisasi: 1. Biaya : SENTRALISASI: -. Skala ekonomi membuat sist lbh murah. -. Trdpt skala ekonomi yg utama dlm storage cost. Biaya per bit jauh lbh rendah dibanding dgn unit storage yg besar. -. Data trdistribusi dpy mnghslkn byk salinan data (multiple copies of data). DESENTRALISASI: -. Minikmptr mjd lbh murah. -. Krn siklus prkmbgannya pendek, minikmptr sering menggunakan teknologi yg lbh up-to-date dibanding kmptr bsr. -. Biaya per instruksi sering lbh murah pd minikmptr dibanding main-frame & begitu pula mikro dibanding mini. Hal ini krn mesin yg kecil memiliki kmpln instruksi yg sederhana (misal tdk mempunyai floating point authometric). Tetapi byk pengolahan transaksi tdk membthkn kmpln instruksi yg byk. -. Data trpusat memerlukan biaya telekomunikasi. -. Desentralisasi mengakibatkan biaya transmisi mjd rendah krn adanya pengolahan data lokal, lbh sdkt brita2 yg ditransmisikan, adanya alat pnyimpanan data lokal. 2. Teknis: SENTRALISASI: -. Data perlu dipelihara di pusat. -. Salinan data tdk dpt di-update setiap saat. -. Tdk ada pemanfaatan database dgn desentralisasi. -. Keamanan ketat di pusat. DESENTRALISASI: -. Dialog efektif. -. Ketersediaan (tdk terpengaruh bila ada kerusakan telekomunikasi). -. Wkt respons lbh cepat. -. Struktur data lbh sederhana krn dirancang hny untuk kbthn lokal. -. Bbrp data hny untuk 1 lokasi saja. Data dimskkn, dipelihara, & dirancang oleh user pd lokasi tsb. -. Tanggung jwb lokal. -. Data-entry out-line. 3. Pengembangan aplikasi: SENTRALISASI: -. Lbh sedikit pemrograman. -. Sist desentralisasi dpt mengakibatkan duplikasi program. -. Aplikasi yg sama pd byk lokasi hrs dibuat skali saja di pusat.

Rekayasa Perangkat Lunak
Antara lain kita akan belajar mengenai :
Manajemen resiko
Def. resiko mnrt Robert Charette: 1.resiko berkaitan dgn kejadian yg akan dtg; 2. resiko melibatkan perubahan seperti perubahan dan pemikiran, opini, tindakan/tempat;3. resiko melibatkan pilihan&ketidakpastian dlm pilihan itu sendiri. Peter Drucker mengatakan meskipun tdk ada gunanya mencoba eliminasi resiko&sgt mgkn dipertnykan bila kita mencoba meminimalkannya, sgt penting bhw resiko yg diambil mrpkan resiko yg tepat.Sblm dpt mengidentifikasi resiko yg bnr yg akan diambil selama menjlnkan proyek P/L, penting utk mengidentifikasi semua resiko scr jls baik bagi manajer maupun pelaksana. Dlm konteks RPL:1.resiko apa sj yg dpt menyebabk proyek P/L serba slh?2.bgm perub2 dlm persyaratan pelanggan,teknologi pengembangan,komp target&entitas lain yg berkaitan keberhslan proyek scr keslrhan?3.Metoda2&tool2 apa yg hrs dipakai,brp org yg hrs dilibatk,sebrp jauh penekanan thd kualitas yg dipandang ckp memadai? Strategi reaksi reaktif yi: memonitor proyek thdp kemungkinan resiko, Sumber daya dikesampingkan, tim P/L tdk berbuat apa-apa sampai sesuatu yang buruk tjd&baru kmdn ambil aksi u/ membetulkan masalah secepatnya, cara ini disbt fire fighting mode. Strategi proaktif yi:resiko potensial diidentifikasi, probabilitas, pengaruh proyek diperkirakan,&diprioritaskan mnrt kepentingan. Tim P/L membangun rencana u/ manajemen resiko&sasaran utamany menghindari resiko serta rencana u/ merespon resiko dlm suatu cara terkontrol.Karakteristik resiko yi:1)tidakpastian (kej yg menandai resiko mgkn /tdk mungkin tjd y/ tdk ada kemungkinan100% resiko ;2)kerugian (bila resiko mjd realitas, akibat yg tdk diiginkan/kerugian akan dialami). Dlm menganalisa resiko y/ penting u/ mengkuantifikasi tingkat ketidakpastian&kerugian yg ditimbulkan oleh msg2 resiko.Kategori resiko yi: a)resiko proyek (mengancam rencana proyek y/ bila resiko proyek mjd nyata, ada kemungkinan jadwal proyek akan mengalami slip&biaya mjd bertambah. Resiko ini mengidentifikasi hal yg berhub dg biaya,jadwal,personil,sumber daya, pelanggan&mslh terhadap P/L); b)resiko teknis (mengancam kualitas dan ketepatan waktu P/L yang akan dihasilkan. Bila resiko mjd kenyataan, implementasinya mjd sgt sulit/tdk mgkn. Resiko ini mengidentifikasi desain potensial, interfacing, verifikasi&mslh pemeliharaan. Factor resiko ini yi: ambiguitas,spesifikasi,ketdkpastian teknik,keusangan teknik&teknologi yg leading edge, resiko ini tjd krn mslh lbh sulit dr yg dibayangkan.); c)resiko bisnis (mengancam viabilitas P/L yg akan dibangun, membahayakan produk/proyek.

SISTEM OPERASI
Antara lain kita akan belajar mengenai :
Sistem Operasi Pada Televisi
Awal mulanya sejak ditemukan lebih dari 100 tahun yang lalu, televisi hampir tidak mengalami perubahan yang berarti dari sisi bentuk. Namun beberapa penyempurnaan terus diberlakukan, seperti yang awalnya televisi masi berwarna hitam putih kemudian membuat menjadi berwarna dan menambahkan fasilitas digital.
Pada mulanya televisi masi berlayar cembung, kemudian perubahan yang cukup spektakuler pada bentuk terjadi ketika diperkenalkan televisi tabung berlayar datar (Flat). Kelebihan utama layar datar ialah meminimalkan distorsi, terutama pada bagian ujung-ujung layar, sehingga tampilan gambar akan lebih menyerupai aslinya.
Selain itu, layar datar lebih meminimalkan pantulan cahaya, karena cahaya dipantulkan merata pada seluruh bidang, sehingga menghindarkan kelelahan mata. Selain itu seiring perkembangan jaman telah ditemukan teknologi televisi yang lebih mutakhir lagi yang dibuat oleh perusahaan – perusahaan yang memproduksi televisi demi memperebut pasar konsumen yang tinggi di tengah – tengah masyarakat. Berikut ini adalah data serta sistem operasi yang terdapat pada televisi merk LG & Toshiba berikut serta kelebihan serta kekurangan yang dimiliki televisi tersebut

* Televisi LG
Conventional Televisi
Rangkaian conventional Televisi yang akan memberikan warna dan nilai tersendiri bagi hiburan di rumah Anda. LG Electronics memperkenalkan maha karya dari teknologi terbaru LG untuk layar televisi, yang akan membuka jalan untuk televisi masa depan, yakni Televisi Layar Datar FLATRON. Nikmati dunia keindahan, kualitas tertinggi layar televisi Anda, dengan layar yang benar-benar datar dari teknologi LG.
LCD Televisi
LG mempersembahkan televisi dengan teknologi terbaru yang memberikan anda anda sekalian kenyamanan dalam menonton televisi. Yakni dengan dikeluarkannya LCD TV. LCD TV ini menggunakan tabung yang berukuran lebih kecil ketimbang televisi dengan layar datar seperti biasanya. Sehingga lebih tidak makan tempat.Harga juga pastinya lebih mahal dibandingkan televisi dgn layar datar maupun layar cembung.
Televisi Projection
Yaitu digunakan untuk melengkapi kemewahan Home Theater di tempat anda dengan TV Projection LG, Menambah keasyikan anda menonton dengan menggunakan Projection LG dan merasakan gambar yang lebih hidup. Biasanya ditujukan untuk kalangan atas karena harganya cukup mahal.
* Televisi Toshiba
. LCD TV Merk Toshiba
High contrast plasma screen
Perangkat panel display plasma (PDP) memancarkan cahaya menjadi pijar merah, biru dan hijau antara dua lembar kaca berketebalan 100 micron. Modul plasma yang baru dikembangkan melengkapi perangkat PDP tersebut. Peningkatan tingkat aperture (lubang lensa) pada dischange cell dan penyempurnaan pada elektrode transparan menghasilkan layar lebih terang. Dengan peningkatan kontras yang sangat besar, image hitam pun menjadi lebih tajam, dan lebih dari itu, warna putih pun semakin terang. Image skala abu (gray-scale) halus dengan beberapa gerakan ditekankan pada layar. Bahkan outline obyek yang dizoom terlihat menonjol. Lebih dari itu layar datarnya mampu mengurangi efek kedap-kedip, dan kecemerlangan layar semakin seragam. Baik image maupun data teks terproyeksi jelas dengan resolusi tinggi.
Multi Window
Sebelumnya, sulit menampilkan image dengan frekuensi berbeda seperti video dan PC pada layar yang sama. Kongkretnya, masing-masing image terganggu karena perbedaan dalam refresh ratenya. STASIA memasang LSI yang baru dikembangkan dengan proses pencatatan waktu dan fungsi dua layar (two-screen function). Karena itu, tampilan bersamaan dimungkinkan untuk semua jenis personal computer dan signal video.
Digital zoom
Fungsi digital zoom, yang bisa memperluas bagian arbitrer (yang berubah-ubah) pada image sampai maksimum 9 kali, dipasang dengan menggunakan semua signal input/output. Disamping itu, fungsi ini juga menyemarakkan layar dengan penempatan bagian-bagian yang menarik. Penampilan presentasi dengan menggunakan teknik ini bisa efektif.
Cara kerja lebih senyap dan casis ringan
Dengan penggunaan die-cast aluminium, struktur casis kombinasi diterapkan untuk STASIA. Sementara bodi semakin kokoh, penurunan bobot menjadi 44 kg dengan ukuran 50XP26 berhasil dicapai. Lebih jauh lagi, dengan peningkatan efisiensi pendinginan, kebutuhan menggunakan kipas pendingin semakin berkurang. Kesenyapan yang memuaskan pada tingkat 22dBA berhasil direalisasikan.
Digital RGB signal-input
Anda bisa menghubungkan STASIA ke komputer melalui konektor DVI sehingga image berkualitas tinggi akan terbebas dari kerlip dan distorsi tanpa perlu penyesuaian frase jam.
Rancangan ramah lingkungan
Toshiba telah melakukan segalanya untuk membuat monitor ini seramah mungkin dengan lingkungan. Dua fitur utama adalah penggunaan bahan campuran anti-terbakar (noncombustible) PC / HIPS sebagai pengganti tipe halogen sebelumnya. Juga cat berbasis air dengan pelarut organik rendah dibanding cat biasa sebelumnya
Masing – masing merk televisi diatas mempunyai kelebihan dan kekurangan secara umum kebanyakan orang memilih membeli tv merk Toshiba karena hasil gambar yang dihasilkan oleh tabung dalam televisinya menghasilkan kualitas gambar yang lebih tajam ketimbang LG asalkan jenis televisi nya sama ukuran dan jenisnya.

Soal harga televisi Toshiba juga pasti lebih tinggi daripada televisi LG. dikarenakan televisi Toshiba telah terlebih dahulu memiliki nama & lebih diakui ketajaman gambarnya oleh konsumen yang memakainya.

Pada umumnya televisi semua merk termasuk Toshiba dan LG semakin besar ukuran inch televisinya semakin tajam gambarnya. Dikarenakan hasil resolusi yang hasilkan oleh tabung yang terdapat dalam televisi tersebut lebih besar.

Sistem Operasi yang terdapat dalam televisi ini antara lain listrik mengalir dari rumah menuju kedalam televisi kebagian kapasitor sebagai pembangkit listrik di dalam televisi kemudian tantena yang sebelumnya sudah terpasang bertugas mencari channel siaran sampe kemudian tabung dalam televisi menyala ehingga dari depan kita bisa melihat tampilan gambarnya beserta siarannya. Tapi selain gambar,suara juga dihasilkan oleh televisi ini.

Kualitas suara yang dihasilkan masing- masing televisi berbeda tergantung dari tipe speaker yang ada di televisi. Ada 2 macam tipe kualitas suara yang ada dalam televisia ada yang mono dan ada yang stereo. Lebih bagus kualitas suara stereo dibandingkan yang mono. Televisi stereo menggunakan speaker 2 buah ato lebih yang biasa diletakan dikanan dan dikiri layar. Sedangkan televisi mono biasanya hanya menggunakan 1 buah speaker saja. Soal harga televisi yang menggunakan speaker mono pasti lebih murah dibandingkan televisi dengan speaker stereo. Bahkan sekarang televisi stereo sudah ada yang dilengkapi dengan surround.

Disamping itu ada feature – feature program yang disediakan dalam televisi diantaranya tombol menu. Dalam tombol menu ini diantaranya terdapat pilihan picture.dalam picture terdapat beberapa pilihan antara lain :

- Colour  Digunakan untuk mengatur warna gambar dalam televisi
- Bright  Digunakan untuk mengatur terang gelapnya gambar dalam televisi.
- Contrast  Digunakan untuk mengatur terang gelapnya warna gambar
- Sharpness  Digunakan untuk mengatur ketajaman gambar.
- White Tone
- Fine Tuning  Digunakan untuk mencari channel siaran dari antena televisi yang sebelumnya sudah dipasang terlebih dahulu.

Pilihan Preset didalam nya ada :

- Mode Digunakan untuk mencari channel dengan pilihannya auto dan manual.
- Search Start ( untuk memulai mencari channel).
- Position  Digunakan untuk diletakkan di nomer berapa channel yang sudah ditemukan.
Pilihan Language : pilihan bahasa yang digunakan untuk masuk kedalam menu
terdapat bahasa Indonesia, bahasa inggris, bahasa perancis

Pilihan Game : biasanya aplikasi ini merupakan aplikasi tambahan. Digunakan jika hanya ketika para penonton televisi mengalam kebosanan dalam menunggu iklan dalam siaran televisi.

Sedangkan remote yang terdapat pada televisi digunakan untuk memudahkan menekan tombol cara operasinya dengan menggunakannya ke arah sensor yang biasanya sudah ada dalam televisi. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan kinerja televisi masing – masing merk berbeda.

Demikianlah sebagian hal yang saya ketahui tentang sistem operasi yang ada pada televisi.

Berbagai ulasan mata kuliah yang telah saya sebutkan diatas masih ada banyak lagi yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu secara mendetail. Banyak pelajaran berharga yang akan dapatkan selama masuk di Jurusan Teknik Informatika. Dikemudian hari mungkin rencana untuk saya pribadi setelah lulus skripsi mungkin tidak segera memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja IT profesional langsung, karena saya masih mau memilih bagian apa apa aja yang cocok untuk saya kerjakan.Saya juga berterima kasih kepada semua pihak terutama keluarga , Dosen – dosen, serta temen-temen Universitas Tarumanagara yang telah selalu membantu,membimbing saya selama proses perkuliahan. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa. Semoga saja dengan berbekal pengetahuan yang saya dapatkan dari perkuliahan Teknik Informatika ini saya dapat menjadi lebih baik, lebih berguna, dan semoga saja suatu saat di hari tua saya nanti saya dapat selalu menerapkan ilmu yang saya dapat untuk mengembangkan teknologi informasi di Negara kita yang masih tergolong kurang maju dalam perkembangan teknologi informasi.Saya sungguh bersyukur berada ditempat yang benar-benar tepat untuk menimba ilmu Teknologi Informasi yaitu di Universitas Tarumanagara. Saya sungguh merasa bangga sempat menjadi Mahasiswa Di Universitas yang cukup terkenal di Indonesia ini.

Komputer Dan Masyarakat oleh Irsan

February 21, 2007

-Irsan- ( 535030175 )
Mengapa saya memilih jurusan Teknik Informatika di universitas tarumanagara ?

sebelum memulai cerita petualangan saya , saya ingin menceritakan tentang data diri dan kehidupan masa kecil saya terlebih dahulu. Nama saya Irsan , umur 21 tahun , saya anak ke tiga dari empat bersaudara dari keluarga yang biasa – biasa saja , tampang lumayan sedikit tampan dan memang agak sulit untuk dilupakan ( up’s jadi malu ), status sementara masih single , Waktu kecil saya tinggal di pulau kecil di sebelah kota palembang yang bernama Pulau Bangka . Tetapi sekarang sudah berubah status menjadi provinsi menyatu dengan pulau Belitung. Pulau Bangka merupakan suatu pulau dengan kaya akan tambang timahnya, tetapi dengan seiring berjalannya waktu sehingga untuk sekarang ini tambang timah yang ada di Bangka sudah dibatasi , mungkin karena jumlah penambang yang menginvestasi di Bangka semakin hari semakin banyak. Menurut berita yang beredar , dengan jumlah penambang yang dibatasi maka masyarakat sana yang notabene pekerjaanya sebagai penambang timah liar , sehingga harus menghentikan kegiatan yang telah lama dilakukan itu. Selain sebagai tambang timah terbesar yang ada di Indonesia , pulau Bangka juga terdapat banyak sekali pantai – pantai yang indah. Karena waktu saya tinggal di Bangka , sehingga saya hanya bisa mengingat beberapanya saja seperti pantai tanjung Pesona , pantai Parai , pantai Pasir Padi dan lain – lainnya. Pantai – pantai ini sangat indah sewaktu itu , tapi saya tidak mengetahui keadaan yang sekarang apakah masih sebagus dahulu atau tidak , karena saya sudah lama tidak pulang kampong ke tanah kelahiran. Menurut saya Pulau Bangka memiliki potensi yang cukup besar sebagai tempat kunjungan pariwisata , tetapi karena jarang diekspos atau jarang di publikasikan makanya kurang banyak yang tau tentang pulau bangka , terlebih lagi pada waktu dahulu ketika belum menjadi sebuah provinsi. Jika dibandingkan dengan Pulau bali dan pulau lombok yang memang terkenal , pulau bangka memang kalah tenar. Tetapi dengan berubahnya status menjadi provinsi , secara otomatis masyarakat Indonesia sudah banyak yang mengenal.

Sekarang kita kembali ke cerita saya , dimana kehidupan masa kecil saya di Bangka saya habiskan dari tahun 1985 sampai 1994 berarti sekitar kurang lebih selama 9 tahun. Di Pangkal Pinang Bangka saya sekolah di sekolah Budi mulia , dari TK sampai dengan kelas 3 SD. Dari kecil saya memang sudah tertarik dengan game – game yang ada pada waktu itu , seperti layaknya anak kecil lainnya juga. Mulai dari permainan Lego yang merupakan jenis permainan bongkar pasang , dimana kita bisa mendesain sendiri bentuk pesawat , robot , mobil tempur dan lain – lainnya sesuai desain yang diinginkan. Pada waktu SD kelas 1 , saya sudah mulai mengenal game console yaitu Nintendo. Game console pertama yang saya mainkan ini dibelikan oleh ayahku yang kebetulan sering berpergian ke Jakarta untuk keperluan bisnis. Game pertama yang saya mainkan adalah Mario bross , yang mana bentuk alur jalannya yang masih 2 dimensi dari kiri ke kanan secara monoton. Tetapi game itu yang membuat saya tertarik untuk mencoba game – game yang lain seperti delta forces , bucki o’her , wrestling , ballon fight dan masih banyak game yang lainnya. Pada waktu kelas 3 SD ayah saya memutuskan untuk mengajak saya dan keluarga untuk pergi meninggalkan pulau Bangka dan mulai merantau pindah ke Jakarta. Di Jakarta pada awal kedatangan , saya dan keluarga tinggal bersama saudara yang tinggal di Jakarta untuk beberapa minggu. Selama tinggal di sana , ayah saya mencoba mencari tempat tinggal yang nyaman untuk ditinggal tetapi tidak terlalu jauh dari perkotaan. Dan akhirnya ditemukan rumah di daerah Bekasi , yaitu suatu daerah di pinggiran Jakarta. dari waktu saat itu sampai sekarang saya masih tetap tinggal di Bekasi . Kota Bekasi ini cukup nyaman untuk ditinggal , terutama untuk daerah perumahan saya. Kota Bekasi juga tidak terlalu macet jika dibandingkan Jakarta , itu bisa dipahami berhubung banyak masyarakat kota Bekasi yang bekerja di Jakarta , sehingga menumpuklah semua di kota Jakarta ketika jam – jam pergi ke kantor. Selain jalanan yang tidak terlalu macet , akses ke jalan Tol dari rumah saya juga cukup dekat sehingga memudahkan jika ingin berpergian ke kota lain. Imbas dari banyaknya masyarakat kota Bekasi yang bekerja di Jakarta , menyebabkan terjadinya macet yang luar biasa pada pagi hari , baik itu jalanan di dalam Tol maupun di luar Tol. Satu kekurangan yang saya liat dari kota Bekasi ini , yaitu jalanannya banyak yang rusak dan bolong – bolong. Terutama untuk daerah yang banyak di lewati oleh truk – truk besar maupun truk – truk gandeng. Karena sudah menjadi suatu hal yang terbiasa , maka ada orang yang mengatakan “ jika ingin pergi ke Bekasi , tidur saja ketika naek bus jurusan Bekasi. Ketika bus sudah bergoyang – goyang maka itu artinya sudah sampai ke Bekasi.” . Saya melanjutkan sekolah di Bekasi sejak kelas 4 SD di SD Moggallana , sekolah yang tidak terlalu besar dan terletak di sebelah perumahan rumah saya. Tetapi walaupun tidak terlalu jauh pergi dan pulang sekolah saya ikut mobil jemputan yang disediakan dari pihak sekolah. Setelah lulus SD , saya melanjutkan SMP di sekolah yang sama yaitu SMP Moggallana. Karena saya merupakan alumnus dari SD di Moggallana juga , maka sewaktu masuk ke tingkat SMP saya tidak perlu melewati tes lagi. Ketika SMP kelas 1 saya masih ikut mobil jemputan , tetapi setelah Kelas 2 saya sudah mulai mencoba untuk pergi dan pulang ke sekolah dengan naik angkutan umum atau yang biasa di daerah saya disebutnya KOASI. Awalnya memang sulit tetapi berhubung setiap pergi dan pulang saya selalu bersama teman – teman , maka lama – lama saya juga terbiasa dengan menggunakan angkutan umum. Sewaktu SMP dengan menggunakan angkutan umum saya mendapatkan berbagai macam pengalaman , dari gelantungan di pintu mobil , dipalak / ditodong di jalan raya sampai ditodong di dalam mobil angkutan itu sendiri oleh anak dari sekolah lain maupun dari anak – anak SMU yang juga baru pulang sekolah. Waktu itu memang biasanya saya tidak melawan karena memang tidak bisa melawan , selain jumlah penodong yang lebih banyak. tubuh mereka pun jauh lebih besar. Dan pada waktu SMU , saya habiskan bersama sekolah Cindera Mata yang merupakan sekolah yang cukup besar di perumahan Harapan Indah. Jika ada yang mengatakan bahwa masa – masa SMU itu merupakan masa – masa yang paling indah , mungkin ungkapan itu benar. Karena saya merasakannya bersama teman – teman yang ada di sekolah Cindera Mata. Terutama ketika terjadi penjurusan waktu kelas 3 , dimana saya memilih jurusan IPA. Walaupun kelas 3 IPA ternyata teman – teman saya disini semuanya kompak , asik untuk pergi – pergi bersama , tidak ada yang terlalu kutu buku , semuanya membaur satu sama lainnya. Saya masih ingat juga sewaktu acara perpisahan untuk kelulusan SMU dilakukan disalah satu hotel di Bekasi , dengan acara Promp night. Disana saya dan beberapa teman ikut mengisi acara dengan menyumbangkan lagu dari band yang dibentuk secara mendadak. Pada acara itu tidak ada tetes tangis sedikitpun , karena saya dan teman – teman tau , bahwa pertemanan kami semua bukan berhenti sampai disini saja , melainkan terus berlanjut untuk kedepannya. Dan sampai sekarang pun , saya masih tetap akrab dengan teman – teman SMU – ku di Cindera Mata. Biasanya setiap tahun kami mengadakan acara gathering / reunian untuk berkumpul – kumpul bersama teman – teman lama yang sudah jarang bertemu. Biasanya dilakukan di rumah salah seorang teman yang cukup luas , dengan melakukan sharing cerita kabar terbaru , bakar – bakar makanan seperti ayam , ikan. Jika tidak ada acara reunian , maka biasanya setiap malam tahun baru saya dan teman – teman pergi keluar bersama mengelilingi kota Jakarta dengan menghirup udara asap mengebul.

Dahulu waktu kecil saya tergolong anak yang biasa saja dalam hal pelajaran , kecuali satu pelajaran yang umumnya tidak disukai tetapi saya sangat menyukainya yakni matematika. Kalau didalam kelas untuk pelajaran yang lain memang saya kurang menonjol , tetapi klo sudah ada tugas tentang matematika saya jagoannya ( pede ). Hal ini berlangsung terus dari SD , SMP , SMU , dan kuliah. Ketika Ujian Nasional Smu Nilai matematika saya tertinggi ke dua disekolahkuw , cukup menyenangkan berhubung saya jarang mendapat ranking yang bisa diliat dengan satu tangan. Tetapi sayangnya dengan seiring bertambahnya usia rumus – rumus yang dulu sangat saya hapal sekarang perlahan – lahan agak memudar , itu mungkin faktor alami karena tidak pernah dipakai lagi. Tapi saya cukup bersyukur karena dengan itu otak jadi cukup terasah dalam berhitung , terutama menghitung uang ( up’s malu lagi ).

Pada waktu SMP , saya mulai dibelikan game console yang baru selain Nintendo. Karena Nintendo itu sendiri sudah mulai kuno dan jarang ada yg main , maka saya meminta dibelikan SEGA. Dari segi grafik game – game yang dapat dimainkan di SEGA jauh lebih bagus dibandingkan Nintendo. Pada SEGA juga sudah mulai mengenal bentuk game 3D yakni game dengan tiga dimensi yang mana bukan lagi gerakan monoton seperti yang ada pada Nintendo , tetapi bisa bergerak lebih leluasa. Game 3D pada SEGA pertama yang saya mainkan adalah Sonic3 , untuk game lainnya saya liat masih belum terlalu banyak yg menerapkan sistem 3D games. Ketertarikan saya pada game masih berlanjut , kemudian pada SMU saya membeli Sony Playstation ( banyak orang menyebutnya dengan sebutan PS1 ) dari hasil tabungan yang sudah terkumpul lama. Pada PS1 ini saya mulai bisa melihat kerennya sebuah game , dimana terdapat cuplikan – cuplikan film pada awal setiap game akan dimainkan. Selain itu juga terdapat animasi dan tokoh – tokoh karakter yang lebih terkesan nyata karena hampir setiap gamenya menerapkan sistem 3 dimensi. Selain dari keunggulan grafik , PS1 juga memiliki keunggulan lainnya yaitu user bisa menyimpan data ( save data ) pada game yang sedang dimainkan , sehingga suatu ketika kita dapat menghentikan game , kemudian data disimpan untuk dilanjutkan pada esok hari. Data – data tersebut disimpan ke dalam suatu data storage yang disebut memory card. Jenis – jenis game yang biasanya banyak memakan banyak data untuk disimpan adalah jenis Role Playing Game ( RPG ). Game RPG yang sangat saya ingat karena ini lah game pertama yang saya anggap game terkeren dan asik untuk dimainkan adalah Final Fantasy VIII , dimana dulu saya bisa mengulang game ini sampai berulang – ulang kali untuk mendapatkan akhir ( tamat ) yang sempurna. Selain FFVIII , saya juga tertarik ketika memainkan game lain seperti Final Fantasy VII , Final Fantasy IX , Resident Evil ( Nemesis ) dan masih banyak game lainnya. Kalau bisa dibilang saya ini sangat tertarik dengan game – game keluaran dari SquareSoft yang merupakan Publisher dari game Final Fantasy. Tetapi sayang untuk Final Fantasy X keatas saya belum mencoba memainkan lagi karena , game tersebut hanya dikeluarkan untuk Sony Playstation 2. Saya tidak mempunyai PS2 , karena waktu itu harganya masih cukup mahal. Untuk sekarang saya menjadi tidak berminat untuk membeli meskipun harganya sudah turun jauh karena dari awal kuliah sudah banyak bermunculan game – game dari komputer terutama game online. Saya kurang tertarik untuk memainkan PC games , yang memainkannya hanya sendirian di dalam kamar sambil memandangi monitor tanpa ada komunitas ataupun chat dengan player lain. Saya lebih suka bermain game online karena memiliki komunitas sendiri – sendiri.

Awal Mula saya mengenal komputer pada waktu saya kelas 5 SD , di sekolah mulai diperkenalkan adanya pelajaran komputer / lab komputer. Tetapi hanya berbentuk DOS saja , dengan program yang dipelajari seperti Word Star. Di tahun 1997 atau sekitar kelas 1 SMP untuk pertama kalinya saya memiliki sebuah komputer sendiri , dengan spesifikasi komputer yang masih sangat minim sekali. Dimana hanya untuk menutup sebuah program yang dijalankan saja butuh waktu agak lama. Dulu komputer yang saya miliki di rumah itu hanya dipakai untuk main game saja , itupun game – game yang masih setingkat dengan game console seperti SEGA atau Super Nintendo. Dimana setiap ingin bermain gamenya harus memakai joy stick khusus. Yang saya ingat dulu ada game fighting seperti tekken , tetapi masih sangat kaku. Jika ingin memainkannya harus memakai joy stick dari SEGA Saturn. Lalu saya mulai mempelajari software ketika masuk kelas 2 SMP dimana ada pelajaran komputer di sekolah yang mempelajari tentang program – program yang dijalankan melalui DOS , seperti Dbase III , Chewriter , dan lainnya. Pada waktu kelas 3 SMP baru kemudian mulai belajar tentang Microsoft office (Word , Excel). Kemudian pada SMU saya pikir akan mendapatkan pelajaran komputer yang lebih mendalam , tetapi ternyata dugaan saya salah. Pelajaran komputer di SMU saya ternyata sama saja seperti waktu saya kelas 3 SMP , dimana mengulang belajar kembali Microsoft word dan excel. Memang pelajaran yang saya dapat dari sekolah sangat ketinggalan dimana waktu SMU saya juga belum mendapatkan pelajaran tentang komputer dengan bahasa program yang mulai spesifik seperti yang didapat oleh teman – teman saya yang sekolah di Jakarta sepert visual basic , corel draw dan lain – lain. Hal ini bisa terjadi mungkin karena sekolah saya terletak di pinggiran Jakarta , sehingga pelajaran komputer yang diberikan pun hanya sebatas yang umum saja seperti Microsoft office. Mungkin pihak sekolah mengganggap komputer masih sesuatu yang tabu atau masih sulit diterima. Walaupun begitu saya sudah cukup tertarik untuk mempelajari tentang komputer , sehingga pada setiap ada kesempatan , saya dan teman – teman sering berkumpul pada setiap hari sabtu , minggu , atau hari libur sekolah untuk mempelajari komputer bersama. Saya mendapat cukup banyak pengetahuan dengan belajar bersama seperti itu. Dengan belajar bersama , bisa mendapatkan keuntungan dengan berbagi pengalaman tentang software dan hardware. Hari – hari yang indah ketika SMU pun akan berakhir ditandai dengan berakhirnya ujian nasional negara . Setelah lulus SMU kemudian pada tingkat Kuliah baru saya tau bahwa ada terdapat banyak sekali software – software untuk programming yang dipakai. Memang pada awal masuk Kuliah saya masih tidak terlalu paham sekali seluk beluk tentang komputer , karena untuk mengetahui banyak pengetahuan dibutuhkan waktu untuk mencari , mengerti kemudian mempraktekkannya.. Setelah menjalani kehidupan perkuliahan saya mendapatkan banya pelajaran programming baik teori maupun didalam labnya yang cukup spesifik dan menarik seperti programming , design , merancang web , web programming , merancang aplikasi , networking dan lain – lain. Secara garis besar saya tidak terlalu suka programming yang sangat menguras otak ketika mendapat tugas . Yang paling saya ingat adalah ketika mengambil kerja praktek , dimana setiap kelompok diharuskan untuk membuat suatu aplikasi yang mana nantinya akan diserahkan kepada pihak perusahaan tempat saya dan teman satu kelompok mendaftarkan kerja praktek , apalagi saya mendapatkan bagian dalam hal mengerjakan program tersebut. Selain kerja praktek , setiap mahasiswa teknik informatika Universitas Tarumanagara yang mengambil skripsi diharuskan untuk membuat suatu program yang pastinya akan selalu bertemu dengan coding terus menerus. Tetapi daripada memikirkan coding untuk suatu program , saya lebih tertarik untuk mempelajari hal lain seperti Networking. Networking merupakan suatu jaringan dalam komputer yang meliputi ruang lingkup atau area yang berbeda – beda. Ada yang ruang lingkupnya kecil seperti didalam satu rumah , satu ruangan , ini termasuk Local Area Network ( LAN ) dan ada juga yang mencakup ruang lingkup yang jauh lebih luas yaitu Wide Area Network ( WAN ). Membangun sebuah jaringan pada komputer sama halnya seperti yang ada pada dikehidupan nyata , setiap orang pasti akan membangun sebuah jaringan dalam kehidupannya terutama dalam kehidupan sosialnya. Karea sesuai dengan teori pada ilmu sosiologi yang sudah lama diketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial , yang mana tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Nah dengan adanya jaringan dalam kumpulan komputer maka akan sangat mudah bagi penggunanya untuk berbagi informasi yang penting. Selain untuk berbagi informasi , jaringan pada komputer juga dapat digunakan untuk melakukan suatu koneksi terhadap komputer lain yang letaknya dekat maupun jauh. Koneksi yang dimaksud bisa dengan chatting , maupun dengan bermain game bersama dan bergabung kedalam komunitas seperti yang sudah banyak dilakukan oleh anak – anak muda sekarang.

Dari cerita saya di atas merupakan alasan – alasan mengapa saya memilih Teknik Informatika sebagai jurusan dalam perkuliahan. Saya mencari tau tentang jurusan mana dalam kuliah yang banyak terdapat hitung – hitungan tetapi itu bukan fisika atau kimia , dan akhirnya ketemu lah Teknik Informatika yang juga ternyata setelah saya memilih jurusan ini , selain banyak hitung – hitungan , terdapat lebih banyak pembelajaran tentang seluk beluk komputer khususnya software , programming , design , web programming , networking dan lain – lain. Hal ini pula yang membuat saya semakin tertarik untuk memilih teknik informatika sebagai jurusanku. Karena waktu saya sewaktu lulus SMU sebagian besar saya habiskan duduk di depan komputer untuk bermain game online , sehingga rasanya tidak menjadi masalah kalau Jurusan yang akan saya ambil nanti berhubungan dengan komputer. Itu kalau secara teknis , tetapi kalau dilihat dari letak geografisnya , yang mana Universitas Tarumanagara merupakan kampus dengan letak yang paling strategis menurut saya. Karena secara tranportasi letaknya dekat dengan akses ke jalan Tol , dan dekat dengan terminal Grogol sehingga memudahkan bagi mahasiswa nya untuk pergi dan pulang dari dan ke kampus. Seperti saya , yang harus pergi dan pulang dari bekasi – Jakarta lewat jalan Tol setiap hari , tetapi karena letak jalan Tolnya sudah berada di depan kampus jadi tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk melewati jalan arteri , belum lagi ditambah dengan adanya sistem three in one di jalan menuju semanggi. Selain dilihat melalui segi transportasi , kampus Universitas Tarumanagara juga memiliki akses untuk pergi ke Mal – mal terkenal di Jakarta. Contohnya adalah seperti Mal Taman Anggrek yang letaknya tidak lebih dari 2 kilometer dari kampus Universitas Tarumanagara dan seperti Mal Ciputra yang letaknya berada tepat di sebelah kampus 2 Universitas Tarumanagara. Dengan fasilitas yang diluar teknis ini saya rasa kampus Universitas Tarumanagara sudah sangat lengkap untuk disebut sebagai tempai belajar , tempat untuk mencari teman atau pergaulan , tempat untuk bersantai , maupun untuk mencari jodoh. Jika kena tilang untuk daerah di sekitar Jakarta – barat ? jangan bingung , karena letak pengadilan untuk daerah kawasan Jakarta – barat terletak hanya beberapa meter dari kampus 1 Universitas Tarumanagara. Selain itu , terdapat juga banyak hotel dan apartemen – apartemen mewah di sekitar kampus Untar.

Sewaktu pertengahan Desember waktu kelas 3 SMU , saya mulai mencoba untuk mencari tempat kuliah untuk masa depan saya. Dan sebelum saya mendaftar diri ke universitas tarumanagara , awalnya saya bersama teman – teman SMU saya mencoba mendaftar ke Universitas tetangga yaitu Universitas Bina Nusantara ( Binus ). Dengan segala persiapan saya lakukan bersama teman – teman , seperti belajar bersama , membahas soal – soal yang ada terutama dibidang matematika yang agak sulit. Waktu tiba saatnya tes , kami pun mulai mengikuti tes masuk ke Universitas Bina Nusantara. Setelah mengikuti tes masuk ternyata saya dan beberapa teman saya lulus , tetapi ada juga yang gagal. Setelah mengetahui hasil tersebut dari internet , bagi yang lulus diharuskan untuk mendaftarkan diri kembali. Akan tetapi hanya teman – teman saya yang mengambil hasil tes itu , kemudian untuk didaftarkan menjadi mahasiswa Universitas Binus. Sedangkan saya waktu itu berubah pikiran , sehingga tidak jadi mengambil hasil tes tersebut dan tidak mengikuti daftar ulang. Dari sini banyak teman – teman saya yang menanyakan alasan saya untuk tidak jadi mengambil kesempatan itu. Tetapi saya memiliki tujuan yang lain , alasan saya yang utama adalah tadinya saya ingin mendaftar ke Nan Yang University ( NTU ) di Singapore dengan Jurusan yang sama yaitu Teknik Informatika bersama saudara sepupu saya , jadi saya menolak hasil tes tersebut. Karena suatu keadaan , saya belum sempat mengikuti tes masuk di NTU , saya akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mendaftar ke NTU. Memang sangat disayangkan berhubung waktu itu saya tinggal mengikuti ujian tes masuk. Setelah itu saya mulai memikirkan apa yang akan saya lakukan untuk berikutnya , yang ada di dalam pikiran saya waktu itu adalah kembali mendaftarkan diri ke Universitas Bina Nusantara atau mencari Kampus lain yang memiliki rating , prestasi dan nama yang bagus di Jakarta. saya tidak memiliki pikiran untuk mengikuti UMPTN atau saringan masuk untuk ke perguruan tinggi negeri. Selain tes masuk ke Perguruan tinggi negeri yang lebih sulit dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta , secara harga juga rasanya tidak terlalu berbeda jauh. Setelah mencari Perguruan tinggi yang memiliki jurusan Teknik Informatika dengan kualitas yang bagus , maka saya menemukan salah satu kampus Terbaik yang ada di Jakarta sekarang ini yaitu Universitas Tarumanagara tercinta ini. Semua ini juga berkat bantuan dari kakak – kakak saya yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Tarumanagara ( sekarang udah alumnus ). Saya tidak berminat lagi untuk mencoba mengulang tes ke Universitas Bina Nusantara karena saya tau bahwa Teknik Informatika di Universitas Tarumanagara juga tidak kalah hebat dengan Univ Binus. Pada awal kedatangan ke Univ Tarumanagara saja saya cukup kagum liat Kampus Universitas Tarumanagara yang cukup megah , terlebih lagi baru – baru ini sudah semakin banyak dibangun gedung baru yang menambah keindahan dan kemegahan kampus Universitas Tarumanagara tercinta ini. Secara akreditasinya juga Teknik Informatika Untar termasuk grade A ( tapi itu dulu , sekarang koq jadi turun B ya ? ). Selain itu Untar juga memiliki Fasilitas yang cukup lengkap , baik dari sarana olahraga , komputer , perpustakaan ( sebentar lagi akan diimplementasikan sistem perpustakaan online ) , tempat parkir yang diperbaharui dengan ditambah parkir gedung dan juga parkir basement , dan juga mahasiswi – mahasiswi yang cukup caem dan menarik perhatian. Ditambah dengan pembangunan gedung baru yang sangat mengagumkan jika dibandingkan dengan kampus lain , kampus Untar terasa jauh diatasnya. Untuk sekarang ini setelah dibangun gedung baru di kampus 1 Univ Tarumanagara , dari kejauhan sudah nampak kelihatan layaknya sebuah hotel megah. Selain gedung baru untuk Kampus , Untar juga telah membangun sebuah rumah sakit baru yang bernama “ Royal Taruma “ sehingga mempermudah bagi para mahasiswa Jurusan Kedokteran untuk melakukan lab kedokteran , magang , maupun sebagai tempat kerja nanti ketika lulus dari Univ Tarumanagara.

Kalau bisa dibilang cukup aneh dari satu angkatan saya di SMU , ketika lulus hanya saya seorang yang masuk ke Universitas Tarumanagara. Teman – teman yang lain tidak ada yang memilih Univ Tarumanagara sebagai pilihan perguruan tinggi untuk kuliahnya. Jadi saya merasa benar – benar seperti petualangan baru dalam hidup dimana sebelumnya , ketika awal masuk perkuliahan saya tidak mengenal satu orang pun. Tapi dengan ini kuliah di Untar menjadi sangat menarik karena memulai semuanya dari awal , bisa mendapat teman – teman yang aneh , unik , ga jelas dan lain – lain.

Saya masih teringat jelas ketika awal menapaki studi di Universitas Tarumanagara , dimana para mahasiswa dan mahasiswi baru harus melewati yang namanya POLMA atau yang sering disebut ospek. Pada hari pertama , semua teman – teman satu angkatan saling berkumpul di lapangan dan dipisahkan sesuai dengan jurusan masing – masing. Datang tak boleh bawa kendaraan pribadi , jadi dari jauh – jauh sudah turun supaya tidak ketahuan oleh senior. Bagi para mahasiswa , diharuskan untuk memotong rambutnya sampai cepak botak dan berjemur dilapangan sambil diberikan instruksi – instruksi seperti senam dan lari – larian. Ada yang menjadi ketua pimpinan yang diambil dari salah satu mahasiswa untuk memberikan gaya – gaya senam kepada teman – temannya. Ketika ada yang telat maka di suruh push up dan melakukan senam ditempat yang terpisah. Hari kedua , POLMA tidak dilakukan ditempat terbuka lagi atau outdoor , melainkan di dalam lapangan basket Univ Tarumanagara kampus 2 yang terletak di lantai 8. disana kami diajarkan lagu – lagu maut khusus untuk anak FTI , seperti MARS FTI , aku anak infor , dan ada beberapa lagu – lagu yang di plesetkan dengan diubah kata – katanya oleh para senior. Setelah diajarkan , kemudian akan dites dengan dipilih secara random untuk menyanyikannya. Bagi yang tidak bisa menyanyikannya maka akan disuruh berdiri didepan , lalu berdiri di atas Meja yang telah disediakan untuk kemudian dipaksa bernyanyi kembali. Disana juga ditentukan kelompok secara per baris. Waktu itu saya masuk ke dalam kelompok marvin the marvians sebagai ketua kelompok. Pada hari – hari berikutnya baru POLMA terasa cukup mengasyikkan karena ada banyak game – game yang dilakukan. Yang saya ingat adalah pertama menyanyikan yel – yel tiap kelompok , kemudian ada event makan bersama – sama kelompok dengan mencampur adukkan semua makanan yang telah disuruh untuk dibawa ke dalam suatu karung kemudian dikocok – kocok dan dimakan bersama – sama. Soal rasanya jangan ditanya lagi , yang pasti hancur lebur benar – benar rasa yang luar biasa. Tetapi berhubung makannya bersama – sama teman yang lain semua jadi mengasyikkan. Secara keseluruhan POLMA berlangsung sangat melelahkan , dimana para senior yang bertindak selaku panitia bertindak selayaknya jagoan dengan meneriaki saya dan teman – teman. Selain itu ada yang disuruh lari keliling kampus , push – up dan lain – lain. Saya kebagian disuruh jongkok dengan tangan disilang memegang kuping , ini sangat melelahkan. Tetapi syaa masih beruntung karena tidak masuk ke ruangan eksekusi. Semua Ini sungguh – sungguh pengalaman yang menyakitkan sekaligus menyenangkan karena hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Tidak lengkap cerita tentang pengalaman masa – masa Kuliah kalau tidak mengikuti POLMA ini.

Setelah masa orientasi selesai , kemudian mulaihlah perkuliahan di Teknik Informatika Untar. Pada awal , kami satu angkatan masih diberi seragam khusus ketika mengikuti perkuliahan , yaitu berupa baju batik dengan celana bebas ( kalau tidak salah ). Puncak dari perayaan POLMA oleh para senior itu terjadi pada saat IDO atau Informatix Days Out. IDO ini dilaksanakan beberapa minggu setelah kegiatan perkuliahan dimulai. Pada kegiatan ini , semua diajak ke suatu tempat diluar kampus tetapi saya lupa nama tempatnya. Disini pada awal hari pertama , saya dan teman – teman masih disiksa dengan kegiatan yang menyehatkan seperti Mandi di kolam Lumpur , senam subuh – subuh dengan suhu yang cukup dingin , dan juga tidak lupa jamboree yaitu patroli tengah malam dengan dibagi per kelompok juga untuk menelurusi jalan yang telah ditentukan oleh panitia. Kemudian pada hari terakhir baru diadakan acara penutupan yang berarti berakhirnya masa POLMA untuk mahasiswa baru. Pada acara penutupan ini , diadakan upacara penutup yang diwakilkan oleh 2 orang mahasiswa dan dari ketua BEM saat itu. Sesaat acara penutupan selesai , terjadi acara lempar melempar air got dengan plastik dari mahasiswa baru ke arah senior , yah mungkin ini merupakan suatu balas dendam kecil – kecilan karena sudah menyiksa kita pada mahasiswa baru. Tetapi acara lempar melempar itu dilakukan dengan perasaan gembira , tidak ada sampai terjadi perkelahian. Dari semua ini Menurut saya benar – benar merupakan pengalaman yang cukup indah untuk dikenang. Tapi sayangnya , ada beberapa teman saya yang tidak mengikuti kegiatan ini sehingga tidak bisa merasakan kenikmatannya. Mungkin mereka yang tidak ikut ini tidak akan bisa menceritakan dan merasakan pengalaman yang seru ini , walaupun dibilang capek , tapi itu bukan alasan.

Salah satu teman saya yang tidak mengikuti kedua kegiatan ini adalah yang bernama bung Aldrichenko ! sang manusia berwujud aneh dan tidak jelas yang dapat muncul setiap saat meneror setiap orang yang akan berdampak mimpi buruk yang teramat sangat pada korban – korban nya. Pertama kali saya menemukan makhluk ini ketika , masuk ke kelas untuk pertama kalinya yang mana saya tergabung dengan Kelas Ti – C angkatan 2003 dimana semua para mahasiswa rambutnya botak – botak semua . tapi ada satu orang yang terkecuali , yang pada awalnya saya dan teman – teman mengira ada senior yang salah masuk kelas. Setelah diselidiki ternyata makhluk berambut tebal yang ada ditengah – tengah mahasiswa berambut botak itu adalah teman satu angkatan saya yaitu angkatan 2003 yang bernama Aldrichenko. Aldrichenko ini lah salah satu dari beberapa teman saya yang sangat kasian karena tidak mengikuti kedua kegiatan itu. Tetapi setelah mengenal makhluk satu ini , ternyata memiliki banyak sekali manfaat , dengan IPK dia yang cukup tinggi dan otaknya yang terbuat khusus untuk membuat program dengan bentuk muka yang agak menyerupai komputer , mungkin karena dia seorang komputer freak?! Manfaat yang saya peroleh darinya adalah karena berkat dia pengetahuan saya tentang programming dapat banyak kemajuan. hasil dari programming yang diajarkan kepada saya adalah pada waktu Kerja Praktek , saya berhasil mendapat nilai yang bagus bersama kedua teman saya Christian dan willy , yakni nilai A. Selain Aldrichenko , di Untar ini saya juga banyak mendapat teman yang cukup baik dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi . Selain itu Univ Tarumanagara juga memiliki badan organisasi yang cukup lengkap , baik tiap Fakultas memiliki BEM dan DPM sendiri – sendiri , dan juga secara umum Univ Tarumanagara ini juga memiliki BEM dan DPM Pusat. Di kampus Untar Juga terdapat kegiatan – kegiatan di luar jam kuliah seperti olahraga ( meliputi sepakbola , bola basket , karate dan lain – lain ) , kesenian , serta keagamaan yang mencakup semua agama yang diakui di Indonesia. Tetapi sangat disayangkan saya tidak pernah mengikuti kegiatan – kegiatan keorganisasian karena waktu dan jadwal kuliah yang padat. Selain itu waktu saya juga banyak dihabiskan untuk perjalanan pergi dan pulang ke kampus. Dengan waktu yang padat seperti itu , beruntung saya masih bisa mendapatkan nilai IP yang cukup. Ada tambahan satu lagi fasilitas yang dimiliki oleh Teknik Informatika Univ Tarumanagara yaitu Pengisian kartu registrasi dan rencana studi atau yang biasa disebut KRRS Online. Pengisian KRRS online ini sangat menolong bagi saya dan tentunya juga mahasiswa Teknik Informatika yang lainnya , sehingga tidak perlu datang ke kampus untuk mengisi KRRS. Sayangnya belum semua Jurusan di Univ Tarumanagara yang menggunakan sistem KRRS online , masih ada jurusan yang menggunakan sistem intranet. Salah satunya adalah jurusan Ekonomi ( Akuntansi dan Managemen ). Selain itu masih ada kekurangan pada KRRS online ini adalah ketika waktu untuk mengisi KRRS , website menjadi berat sekali untuk dibuka , mungkin kapasitasnya masih kecil untuk menampung mahasiswa yang membuka web. Selain KRRS online , sekarang Univ Tarumanagara juga membuka website baru yaitu http://lintar.tarumanagara.ac.id . website ini untuk memberikan semua keterangan tentang mahasiswa , baik itu KRS , KHS , sampai peminjaman buku di perpustakaan. Sayangnya untuk sekarang ini masih ada beberapa yang belum diimplementasikan.

Untuk jaman sekarang ini menurut saya sangat beruntung sekali bisa mempelajari tentang teknologi informasi , dimana informasi yang terus bekembang baik dari segala media. Dahulu hanya perusahaan – perusahaan besar yang memiliki komputer dan untuk kepemilikan secara personal masih jarang sekali yang punya. Mungkin dahulu harga komputer yang masih cukup mahal dan pengetahuan masyarakat tentang komputer masih sangat minim , sehingga kegunaan dari komputer itu sendiri masih belum banyak diketahui secara luas oleh masyarakat di Indonesia. Sedangkan saat sekarang ini , bisa dilihat perkembangan teknologi yang sangat cepat sekali. Perkembangan komputer di Indonesia sudah tidak kalah dari negara – negara luar. Sudah begitu banyak masyarakat yang mengenal tentang komputer dan banyak juga diantara mereka yang hidup maupun pekerjaannya sangat tergantung pada komputer. Terutama dalam hal penggunaan internet , yang digunakan untuk mencari informasi – informasi penting dan juga yang dapat menjangkau seluruh pelosok dunia tanpa batas. Di dalam internet terdapat suatu search engine yang banyak orang menyebutnya sebagai suatu “ keajaiban dunia internet “. Apalagi kalau bukan http://www.Goggle.com yang merupakan suatu search engine yang dapat digunakan untuk mencari berbagai macam informasi yang ingin diketahui dalam waktu singkat. Selain itu , bahkan sekarang ini penggunaan komputer dan internet ini telah dimanfaatkan untuk bermain game – game online , sehingga bukan hanya orang – orang dewasa saja yang menggunakannya tetapi anak – anak kecil pun sudah bisa menggunakannya secara lancar dan biasanya digunakan untuk bermain game , chatting , dan mengisi forum public.

Sekarang ini , setelah saya menjalanin kehidupan belajar saya di Universitas Tarumanagara ternyata pilihan saya terhadap Teknik informatika Universitas Tarumanagara ini saya rasa merupakan pilihan yang tepat , karena kalau saya tidak memilih Untar sebagai kampus pilihanku , mungkin saya tidak akan bisa merasakan banyak pengalaman yang selama ini sudah terjadi pada saya. Walaupun bisa dibilang Jurusan Teknik Informatika ini merupakan suatu jurusan yang cukup busuk untuk para mahasiswanya. Mengapa dikatakan cukup busuk ? yah sudah tentu saja , karena umumnya sangat jarang ada mahasiswi yang mengambil Jurusan Teknik Informatika ini dalam perkuliahannya. Umumnya para mahasiswi lebih banyak memilih untuk mengambil jurusan yang lain seperti ekonomi , kedokteran , design grafis dan yang lainnya selain teknik. Tetapi itu semua bukan untuk menjadi alasan , makanya saya tetap mengambil jurusan Teknik Informatika karena lebih mementingkan masa depan. Setelah sukses , saya rasa tidak sulit untuk mendapatkan impian yang diinginkan. Walaupun untuk sekarang ini saya belum menyelesaikan kuliah di Universitas Tarumanagara , tetapi saya sudah bisa mendapatkan cukup banyak keuntungan. Salah satunya adalah dengan mengambil jurusan Teknik Informatika ini telah memberi inspirasi kepada saya untuk mencoba membuka usaha dengan memanfaatkan pengetahuan tentang komputer dan networking. Saya mulai mencoba membuka usaha bagian menyewakan jasa komputer pada tahun 2005 , atau yang sering disebut warung internet ( warnet ). Pada awalnya saya memang tidak mengerti bagaimana itu cara membangun sebuah jaringan , akan tetapi secara perlahan – lahan saya mulai mencoba belajar dari teman yang saya minta tolong untuk membangun jaringan pada awalnya , sampai akhirnya mengerti setelah mencoba mempraktekkannya. Selain mengatur jaringan yang ada pada komputer – komputer , yang cukup sulit juga untuk mengatur koneksi yang masuk dan kemudia dibagikan ke setiap komputer. Saya mencoba untuk tidak hanya memberikan fasilitas internet kepada pelanggan untuk browsing tetapi juga saya menjadikan usahaku ini sebagai sebuah game center. Yang artinya juga menyewakan jasa komputer untuk bermain game – game terbaru yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Kebetulan hobi saya yang sudah muncul sejak lama yaitu dalam hal berkecimpung di dalam urusan bermain game console , dan juga game – game online , dapat memberikan saya banyak pengetahuan tentang menangani game – game yang ada seperti dari installing sampai update terbaru . oleh karena hobi itu juga sehingga saya sangat menikmati dalam menjalankan pekerjaan ini sehingga dapat memberikan keuntungan dan kenyamanan ketika menjalankannya. Seperti kata orang – orang bijak “ cobalah untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan hobi anda , karena itu akan sangat mengasikkan ketika dijalankan “ ( dikutip dari khayalan saya sendiri hehe ) , yang membuat saya tertarik untuk mempelajarinya dan mungkin cocok dengan usaha yang sedang saya bangun ini. Tetapi nanti setelah saya lulus dari Teknik Informatika Univ tarumanagara , saya tertarik untuk mencoba melamar untuk bekerja ke perusahaan – perusahaan sebagai suatu pengalaman.

Komputer Dan Masyarakat oleh Ervan Kristanto

February 21, 2007

Tugas Komputer dan Masyarakat

Nama : Ervan Kristanto
Nim : 535030112

Mengapa saya memilih IT UNTAR

Sewaktu kecil saya memang sudah suka dengan komputer, walaupun dulu saya hanya suka dengan game komputernya saja. Orang tua saya pernah bercerita bahwa pada waktu kelas 1 SD (sekolah dasar) saya sudah sering mengutak atik komputer sendiri. Saya sering mencoba untuk menyalakan komputer sendiri walaupun pada saat itu saya belum tahu cara menggunakan komputer. Saya hanya asal menekan tombol yang ada dan yang bisa saya capai. Ayah saya pernah memarahi saya karena pernah membuat komputer menjadi hang. Kadang saya juga sering menggangu ayah saya jika beliau sedang mengerjakan sesuatu. Pada waktu kelas 3 SD keluarga saya mulai memperkenalkan dan mengajari saya bagaimana menggunakan sebuah komputer. Kelas 5 SD di sekolah saya ada ekskul komputer. Waktu itu sekolah saya di Santa Maria Fatima, jatinegara. Di sekolah itu saya mengikuti ekskul komputer dan saya belajar menggunakan ms-dos dan mendapatkan hasil yang bisa dikatakan baik. Kelas 6 SD saya mulai diajarkan untuk menggunakan lotus dan hasil yang saya peroleh juga baik. Sejak mulai mengerti menggunakan komputer, saya mulai mencoba sendiri di rumah. Tetapi saya lebih sering menggunakan komputer hanya untuk bermain game saja. Saya pernah membongkar komputer sendiri karena penasaran alat atau komponen apa saja yang ada di dalam komputer itu, tetapi setelah dibongkar saya sempat lupa tempat untuk memasangnya lagi. Saya mencoba-coba sendiri dan akhirnya bisa berfungsi lagi. Pada waktu itu game di komputer menggunakan disket, belum memakai Compact Disk (CD). Saya banyak menghabiskan waktu di rumah hanya untuk bermain saja sampai orang tua saya terkadang marah karena saya tidak pernah belajar. Saya pernah bertukar game dengan teman saya dan pada saat itu disket teman saya ada virusnya. Waktu itu saya belum tahu tentang virus. Saya di marahi ketika ayah saya ingin menggunakan komputer dan ternyata tidak jalan. Akhirnya untuk membersihkan virus di komputer saya meminta bantuan saudara saya yang pada saat itu juga kuliah di IT. Ia memberitahu saya bahwa virus adalah suatu program yang dapat merusak progam di dalam komputer. Ia juga memberitahu bahwa virus juga banyak jenisnya, ada yang dapat dihilangkan dengan anti virus dan ada juga yang tidak bisa. Jika tidak bisa dihilangkan maka komputer harus di format ulang dan data yang ada di dalamnya akan hilang. Mendengar itu semua saya jadi lebih berhati-hati jika ingin meminjam dan memasukkan disket ke dalam komputer. Biasanya saya cek dulu dengan program yang ada, jika bersih baru saya buka data yang ada dalam disket itu. Tetapi virus bukan hanya dapat disebarkan melalui disket atau cd tetapi bisa disebarkan dari internet atau e-mail. Saya pernah di beritahu jangan pernah membuka e-mail dari orang yang tidak kita kenal karena jika di buka dan itu ternyata isinya virus maka bisa langsung menyebar ke dalam komputer kita. Virus semakin lama juga semaikin canggih. Penting sekali di dalam komputer kita untuk menyediakan anti virus dan anti virus itu harus selalu di up date. Jika tidak maka anti virus kita tidak akan bisa mendeteksi virus yang semakin berkembang juga. Virus juga dapat ditularkan melalui hand phone. Virus dapat disebarkan melalui bluetooth. Saya juga di nasehati jangan menerima bluetooth dari orang yang kita tidak kenal karena bisa jadi itu adalah virus. Pada saat smp saya mulai diajari menggunakan program komputer yang lain seperti windows, microsoft word, microsoft excel, dll. Sejak itu saya sudah jarang main game lagi tapi saya lebih sering untuk mencoba program itu sendiri. Keluarga saya suka bertanya kepada saya kalu mereka ada yang tidak mengerti menggunakan program tersebut. Pada saat sma saya mulai diajarkan microsoft powerpoint dan microsoft yang lain dan mendapatkan sertifikat dengan nilai yang memuaskan. Saat itu sma saya di Budhaya1 santo agustinus. Keluarga saya pernah bertanya: kalau saya sudah lulus sma saya mau masuk universitas mana dan mau mengambil kuliah apa? Saya berencana sehabis sekolah sma saya selesai saya ingin langsung mencari kerja, tetapi sekarang ini cari kerja hanya dengan ijazah sma sangat susah walaupun ada itu paling hanya mendapatkan gaji yang kecil. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap melanjutkan belajar ke perguruan tinggi. Dengan begitu maka saya akan lebih banyak mendapatkan wawasan belajar dan pengetahuan. Banyaknya pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki maka akan semakin mudah bagi kita untuk mencari pekerjaan dengan hasil yang memuaskan, bahkan kita dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri. Dengan meneruskan belajar ke perguruan tinggi saya juga mendapat banyak teman yang selalu membantu saya dalam kesulitan. Saya dapat belajar bekerja sama dengan orang lain karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain. Sangat penting bagi kita untuk belajar bersosialisasi dan itu bisa kita dapatkan di perguruan tinggi. Waktu itu saya berpikir bahwa di zaman sekarang tekhnologi semakin lama semakin canggih dan berkembang terus. Semua orang sudah mulai menggunakan tekhnologi komputer dan tekhnologi lain untuk mempermudahkan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaannya. Di sma saya pernah dikunjungi mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di jakarta. Di sana mereka mendemonstrasikan tentang fakultas IT. Mereka menunjukkan program dan game yang mereka buat sendiri. Walaupun game yang mereka tunjukkan tidak secanggih game sekarang tapi saya sangat tertarik. Pernah juga ada perguruan tinggi lain yang mendemonstrasikan tentang fakultas yang lain tetapi saya merasa tidak tertarik. Saya lebih tertarik pada demo fakultas IT. Ada saudara saya juga mebuka bisnis komputer di salah satu pertokoan di jakarta. Dia menjual game dan peralatan komputer. Kadang saya juga suka membantu saudara saya jaga di tokonya. Dulu tokonya masih jarang di kunjungi oleh pembeli. Tetapi sekarang ini tokonya sudah maju pesat. Permintaan akan game dan komputer terus meningkat. Banyak alat baru yang bermunculan yang lebih canggih. Sekarang ada yang namanya flash disk yaitu alat berukuran kecil yang dapat menyimpan data dengan jumlah yang besar. Flash disk merupakan pengganti dari disket atau cd. Kita hanya perlu mencolokannya ke cpu kita dan langsung bisa mentransfer data kedalamnya. Flash disk mempunyai ukuran penyimpanan yang berbeda. Ada yang bisa berkapasitas dua ratus lima puluh enam mega byte, lima ratus dua belas mega byte, bahkan ada yang berkapasitas sampai 1 giga byte. Flash disk lebih di sukai dan banyak digunakan orang karena bentuknya yang simple, mudah dibawa kemana saja, dan mudah untuk di gunakan. Harganya pun tidak terlalu mahal. Harga flash disk berkisar antara seratus ribu sampai dua ratus ribu rupiah tergantung seberapa besar kapasitas yang dapat di tampungnya. Komputer sekarang ini semakin di sempurnakan dan sangat berbeda dari jaman sebelumnya. Komputer jaman dulu masih berlayar cembung dan ukurannya kecil. Bentuknya besar yang sangat memakan tempat. Jaman sekarang komputer sudah ada monitor flat, ukurannya besar dan tidak memakan tempat banyak untuk meletakannya. Semakin besar layar monitor yang digunakan akan semakin enak untuk dilihat tergantung dari orangnya juga. Bahkan komputer pertama kali hanya sebuah mesin tenun. Sekarang komputer makin canggih. Dulu saya ingin tahu bagaimana caranya untuk membuat game sendiri. Saya suka bertanya pada diri saya sendiri bagaimana bisa hanya dengan membuat suatu gambar kemudian bisa di gerakkan dan dijadikan game. Pada saat sma saya mulai mengenal dengan game online dan offline atau biasanya disebut dengan LAN. Saya dan teman suka pergi ke warnet (warung internet) untuk bermain bersama. Bisa dibilang saya gamerz (orang yang suka dengan game). Saya mulai sering ke warnet untuk bermain game dari malam sampai pagi hari. Bahkan sampai saat ini pun saya masih sering untuk mencoba game baru yang keluar. Banyak orang tua yang tidak setuju kalau anaknya suka bermain game. Padahal dengan game maka kita dapat melupakan masalah yang sedang kita hadapi. Kadang saya juga tidak mengerti kalau orang yang suka bermain game pasti akan mendapat teman yang suka bermain game juga, orang yang suka hang out juga mendapat teman yang suka hang out, padahal kita tidak pernah memilih-milih orang yang akan dijadikan teman. Bisa dikatakan itu mengalir dengan sendirinya. Jadi kadang orang tidak bisa berhenti begitu saja terhadap sesuatu yang sudah ia sukai. Saya dan teman pernah mengikuti suatu pertandingan game yang di adakan oleh sebuah warnet di jakarta. Game waktu itu namanya counter strike. Game itu sangat seru, kita bermain kerja sama tim. Ada yang menjadi polisi dan ada yang menjadi terorist. Ada macam-macam map dalam game ini. Map yang berbeda maka berbeda juga tugas dari masing-masing peran. Kadang tugas polisi harus menyelamatkan sandera atau menjinakkan bom yang dipasang terorist. Jika misi itu berhasil maka polisi yang menang. Begitu pula dengan teroris, ia harus bisa menyalakan bom di tempat yang sudah ditentukan dan menjaga hingga bom itu meledak atau harus menjaga sandera agar tidak di selamatkan para polisi. Jika berhasil maka teroris yang menang. Saya menangkap dalam game ini mengajarkan orang dalam menyusun strategi dan bagaimana kita dapat bekerja sama dalam tim. Pertandingan itu akhirnya kita menangkan dan sekaligus menyadari saya kalau game juga bisa menghasilkan uang. Dengan seringnya bermain game saya juga menjadi tahu game seperti apa yang disukai oleh masyarakat sekarang ini. Pada saat sekarang ini game yang umumnya disukai masyarakat adalah dota allstar. Game ini juga sangat seru. Dalam game ini kita juga diajarkan kerja sama tim. Dalam tim maksimal 6 orang dan hanya ada 2 tim. Dalam setiap tim diharuskan menghancurkan markas salah satu tim dan jika ada markas tim yang hancur maka tim itu dikatakan kalah dan sebaliknya yang menghancurkan maka tim itu yang menang. Di sini kita dapat memilih bermacam hero atau jagoan yang akan kita pakai dan pada setiap hero ada skill atau kemampuan yang berbeda. Di game ini kita harus pintar untuk mencari uang dari monster yang ada. Dan uang itu nantinya bisa dibelikan item atau barang yang akan di gunakan oleh hero kita. Ada berbagai macam pilihan item dan kegunaanya berbeda-beda. Ada item untuk hero agility yaitu hero yang mengandalkan damage dan kecepatannya, ada hero strength yaitu hero yang mengandalkan kekuatan dan banyaknya darah yang dimiliki, ada hero inteligence yaitu hero yang mengandalkan banyaknya mana untuk mengeluarkan magic. Dengan menggunakan item yang kita beli dapat memperkuat hero yang kita gunakan. Di game ini kita juga diajarkan bagaimana menyusun strategi dan kerja sama tim yang baik untuk menang. Ada juga game seperti game rpg yaitu kita harus berpetualang untuk menaikkan level kita. Semakin tinggi level kita maka akan semakin kuat. Game seperti ini yang favorite adalah game risk your life dan seal online. Dalam game risk your life ada bermacam job yang dapat kita pilih. Di game ini kita bisa berperan sebagai manusia atau human dan monster atau akhan. Jika kita berperan sebagai human kita dapat memilih job seperti warior, defender, cleric, priest, assasin, archer, enchanter dan sorcerer. Beda job maka beda juga kemampuan atau skill yang dimiliki. Warior mempunya serangan fisik yang besar tapi ketahanannya kurang. Defender mempunyai ketahanan fisik yang besar tetapi serangannya kurang. Sorcerer mempunyai serangan magic yang besar tetapi serangan fisik dan ketahanannya kurang juga dapat memanggil temannya langsung ke tempatnya, semacam teleport. Enchanter juga memiliki serangan magic yang besar dan mempunyai kemampuan untuk menambah attack pada dirinya sendiri dan temannya. Priest mempunyai skill untuk menambah armor atau pelindung pada dirinya sendiri dan temannya. Cleric dapat menyembuhkan atau memulihkan nyawa temannya dan dapat menghidupkan kembali teman yang sudah mati. Assasin mempunyai skill untuk menghilang dan mempunyai serangan yang cepat. Archer juga mempunyai skill untuk menghilang tetapi senjata yang di gunakan berupa panah dan dapat menyerang dengan jarak yang sangat jauh. Jika kita berperan sebagai akhan jobnya juga banyak jenisnya seperti attacker, templar, rune off, shadow off, life off. Attacker mempunyai kemampuan serangan fisik yang besar. Templar mempunyai kemampuan ketahanan fisik yang besar. Rune off mempunyai serangan magic yang besar sekaligus dapat menambah damage untuk dirinya sendiri dan temannya. Shadow off mempunyai kemampuan untuk menghilang dan mempunyai serangan yang cepat. Life off dapat menaikkan armor dirinya sendiri dan temannya juga dapat menyembuhkan dan menghidupkan kembali nyawa seseorang. Dalam game ini kita bisa menaikkan level hingga 99. Untuk menaikkan level orang biasanya menyebutnya dengan hunt. Agar cepat naik levelnya kita dapat hunt secara kelompok atau group. Ada beberapa macam tempat hunt tergantung level kita. Semakin tinggi level kita maka musuh yang akan kita hadapi juga semakin berat. Di sini kita berlomba untuk jadi level yang paling tinggi. Human dan akhan saling bemusuhan. Kita juga dapat menggangu human atau akhan dalam huntnya sehingga orang jadi lebih susah untuk menikkan levelnya. Human dan akhan saling membunuh. Di game ini kita di ajarkan dalam kerja sama tim yang baik dan kemampuan individual kita. Jika kita dapat membunuh akhan atau human maka kita akan mendapat fame. Semakin banyak fame yang diperoleh menunjukkan banyaknya akhan atau human yang sudah kita bunuh. Di sini kita dilatih untuk gesit dan pintar dalam mengkombinasikan skill. Saya pernah mencoba game ini sangat lama sekali. Sampai saya sudah lupa berapa uang yang saya keluarkan untuk bermain game ini. Game ini memang sangat seru dan menurut saya game risk your life inilah yang paling bagus dan kelihatan real atau nyata. Saya juga pernah menjual karakter yang saya miliki dengan harga yang tinggi. Game online seperti ini yang meinkan level, kita dapat menjual karakter kita ke orang lain dengan harga yang tinggi tergantung level yang kita dapat. Semakin tinggi level dari karakter kita maka akan semakin mahal harga jualnya. Saya pernah menjual karakter saya yang baru level 70 an saja sampai tiga ratus ribu rupiah. Bisa di hitung kalau kita bermain game tidak hanya menghabiskan uang tetapi juga dapat uang dari yang kita mainkan dan tidak semua game buruk bagi anak-anak bahkan game dapat melatih seseorang menjadi lebih gesit dan berpengalaman. Game seal online hampir sama dengan risk your life dan RO atau ragnarok. Kita juga harus menaikkan level yang tinggi sampai batas level yang di tentukan. Di game ini juga ada berbagai macam job yang dapat kita pilih. Game ini menyediakan tempat khusus untuk tiap orang perang dan berkompetisi untuk mengadu kemampuan. Jadi orang dapat dengan tenang menaikkan level tanpa gangguan siapa pun. Begitu pun dengan game ragnarok. Kita dapat berganti job sampai beberapa kali tergantung level yang kita peroleh. Di game ini juga disediakan tempat untuk mengadu kemampuan dengan orang lain bahkan sampai disediakan hari dan waktu tertentu untuk saling bertanding. Hari itu dalam ragnarok biasa disebut dengan WOW. Ada juga game O2 jam dan additional dance. Game ini dapat melatih dalam ketangkasan dan kegesitan tangan. Game ini memang hanya orang tertentu yang suka. Ada game online juga namanya tantra tapi saya belum pernah mencoba game itu. Katanya game itu juga sama dengan game online yang lain. Ada game yang katanya buatan indonesia yaitu gun bound. Game ini memang seru. Kita hanya memilih kendaraan dan tim. Tiap kendaraan mempunyai senjata yang berbeda. Kita harus menghancurkan semua kendaraan tim lawan. Yang menang akan mendapatkan uang. Jika sudah mengumpulkan uang dengan banyak maka kita dapat membeli avatar yaitu alat yang dapat dipakai oleh karakter dalam game itu. Kita bisa membeli baju emas, kaca mata, topi dll. tiap avatar yang kita pakai akan menambah kekuatan kita. Semakin mahal harga avatar yang di beli maka akan semakin kuat karakter kita. Ada juga game olah raga seperti golf. Nama gamenya adalah pangya. Saya kurang mengerti main game ini karena baru pernah mencoba beberapa kali. Setiap game online pasti mempunyai game master alias GM yang tugasnya mengatur dan mengawasi game tersebut. Seseorang yang membuat game pasti tidak luput dari kesalahan. Masalah itu biasa disebut orang dengan bug. Ada juga orang yang dapat menyusup masuk ke dalam suatu program game online untuk mendapatkan cheat. Orang yang seperti itu bisa di namakan sebagai hacker, mengambil atau mengubah sesuatu tanpa seizin yang punya. Kita dapat melaporkan orang yang menggunakan cheat atau memanfaatkan bug tersebut ke game master. Tugas game master itu untuk mencek apakah itu benar atau tidak. Jika benar maka game master dapat ngeband atau memutuskan id orang itu atau dapat ngeband ip orang itu. Game master mempunyai kuasa dalam game tersebut tapi biasnya game master tidak boleh ikut bermain dalam game itu. Game master dapat juga bersikap tidak adil. Pernah saya mendengar cerita dari teman saya, katanya dia pernah melaporkan orang yang berlaku curang di dalam suatu game tapi berhubung yang di laporkan teman saya adalah temannya GM itu maka orang itu tidak di band kemudian beberapa hari kemudian id teman saya yang di band. Setelah baca forum pada game tersebut game master itu malah bilang kalau teman saya memfitnah karena tidak ada bukti. Id adalah nama yang digunakan dalam suatu game biasa disebut identitas dan harus disertai password agar tidak semua orang dapat menggunakan id kita. Pembuatan id juga tidak sembarangan. Ada langkah yang harus dilakukan dan itu tidak mudah. Biasanya pembuatan id hanya boleh satu kali. Setelah kita membuat id maka ip kita akan segera diketahui dan kita tidak bisa membuat id lagi dengan ip yang sama. Kadang kita harus menunggu beberapa bulan lagi agar dapat membuat id yang baru dengan ip yang sama. Zaman sekarang ini banyak game online yang bermunculan. Saya juga pernah mendengar tentang adanya world championship game biasa disingkat dengan nama WCG. World championship game merupakan suatu wadah untuk menyalurkan bakat orang dalam bermain game. Di sana para gamerz dari seluruh dunia dapat bertemu dan bersaing untuk jadi yang ke satu atau pertama. Bahkan hadiah yang di tawarkan jika kita menjadi pemenang bisa mencapai ratusan juta rupiah. World championship game merupakan ajang bergengsi dari para gamerz. Di sana kita dapat melihat keahlian orang dalam bermain game yang sangat unik dan sangat menguasai game tersebut. Saya pernah melihat di majalah world championship game yang di adakan di jepang. Peserta nya sangat banyak sekali bahkan bisa mencapai ratusan ribu orang. Game yang di pertandingkan di world championship game biasanya yang menggunakan tim seperti counter strike atau dota allstar. Di sini orang dilatih kerja sama yang baik, komunikasi yang baik dan strategi untuk menang. Berhubung dengan majunya tekhnologi dan banyaknya orang menggunakan dan memainkan internet atau game online maka sekarang ini banyak orang mengmbil kesempatan itu untuk membuka suatu bisnis. Banyak orang memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka bisnis warung internet biasa di singkat dengan nama warnet. Di bukanya bisnis warung internet ini sangat menguntungkan banyak orang khususnya mereka yang di rumahnya tidak ada fasilitas komputer atau internet. Di warung internet ini orang dapat membuka internet dan memainkan game online dengan harga yang terjangkau. Dalam warung internet terdapat banyak komputer dan biasanya sewa per jam internet atau game online hanya berkisar antara dua ribu sampai lima ribu rupiah tergantung tempat warung internet yang menetapkan harganya. Saya rasa bisnis warung internet sekarang ini sangat menguntungkan. Saya melihat warung internet di berbagai tempat banyak dikunjungi orang bahkan orang bisa mengantri untuk main game online atau menggunakan internet. Ada teman saya yang ikut membuka bisnis warung internet ini karena sangat menguntungkan. Dia membuka bisnis warung internet ini dekat dengan sekolah dan kampus di salah satu tempat di jakarta timur. Dan terbukti memang bisnis warung internet sangat menguntungkan. Keuntungan yang di dapatkan olehnya dapat menutup segala pengeluarannya. Tempat dia berbisnis tidak pernah sepi dari pengunjung. Malahan warung internet ini dapat buka dua puluh empat jam non stop karena tidak pernah sepi pengunjung. Saya juga pernah mendengar cerita beberapa orang katanya main di warung internet lebih menyenangkan dari pada main di rumah, walaupun dirumahnya sudah ada fasilitas komputer dan internet. Kata mereka kalau main di rumah tidak seru. Suasana jika kita bermain di rumah pasti sepi. Dalam memainkan game suasana sangat berpengaruh. Jika suasananya semakin nyaman, seru maka orang yang bermain game akan lebih enak dan nyaman. Di situlah mengapa warung internet sangat disukai masyarakat sekarang ini. Tetapi ada juga warung internet yang kurang sukses karena lambat dalam membuka internet. Warung internet juga harus didukung peralatan yang canggih agar dapat berpikir dengan cepat sehingga orang tidak terlalu lama menunggu dalam membuka gambar atau sesuatu dari internet. Bisnis warung internet memang membutuhkan modal yang tidak sedikit tetapi hasil yang diperoleh dapat lebih menguntungkan dari pada pengeluarannya. Saya juga suka bermain internet seperti chatting, friendster atau browsing ke sana sini. Saya juga pernah mendengar kalau komputer harus menggunakan microsoft yang asli. Kita harus membeli satu cd microsoft dan hanya boleh di install pada satu komputer saja. Jika tidak maka akan terkena pelanggaran dan denda. Jika kita membuka situs microsoft di internet maka pihak microsoft akan dapat melacak apakah microsoft yang kita pakai asli atau palsu. Saya dengar di indonesia sudah ada peraturannya bahwa microsoft yang digunakan harus asli. Sudah ada warung internet yang di kenakan denda dan sanksi karena melanggar peraturan itu. Warung internet tersebut tidak menggunakan microsoft yang asli. Sekarang pemerintah sudah mulai memeriksa sampai ke kantor. Beberapa tahun kemudian pemerintah akan mencek ke perumahan dan pemakaian pribadi. Tetapi masih banyak orang yang tidak peduli dengan aturan seperti itu. Seperti ada iklan bilang sudah tahu kenapa masih dilanggar? kan tidak ada yang lihat. Iklan seperti itu sangat real dengan kenyataannya. Bahkan ada iklan yang menyinggung tentang keadaan yang terjadi di indonesia dan memang itulah kenyataannya. Dengan adanya internet kita tidak perlu repot untuk mencari informasi atau mengirim informasi karena di internet sudah tersedia semua sarananya seperti e-mail dan google. Di google dengan menulis apa yang ingin kita ketahui kemudian di search maka google akan segera menemukan informasi itu. Informasi yang di dapat juga selalu up to date. Kita juga dapat mengunjungi alamat situs web yang ingin kita ketahui. Dalam setiap web terdapat keunikan dan keindahan masing-masing. Orang membuat webnya semenarik mungkin agar banyak orang yang masuk ke dalam webnya dan membuat web itu menjadi terkenal dan banyak di gunakan orang. Dengan teknologi yang canggih itu maka semua yang kita lakukan dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Melihat kegiatan saya yang selalu berhubungan dengan komputer dan karena saya suka dengan komputer maka keluarga dan saya memutuskan pada saat kuliah nanti saya akan mengambil fakultas IT. Sebenarnya saya sempat ragu untuk masuk ke IT karena beberapa orang bilang bahwa belajar di IT susah dan memerlukan modal yang besar. Masuk IT berarti kita seminimal mungkin harus mempunyai komputer dan mengerti menggunakannya. Kita juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dunia agar tidak ketinggalan jaman. Teknologi handphone yang setiap tahun bermunculan dengan keunggulannya masing-masing seperti infrared, bluetooth, camera, mp3, 3G harus bisa dengan cepat kita ketahui dan kuasai kegunaannya. Sekarang ini banyak jenis merek hand phone yang keluar dengan berbagai tipe. Seperti merek nokia sudah ada puluhan tipe yang keluar. Ada juga merek samsung, sony, ericsson, haier, lg, philips, motorola dll. itu membuktikan banyaknya peminat untuk menggunakan hand phone. Technologi seperti bluetooth memang sangat di butuhkan. Orang sekarang dapat dengan mudah untuk mengirim data, gambar, lagu dengan waktu yang singkat. Kemudian muncul hand phone sekaligus daat digunakan sebagai pc. Ada juga dopod yaitu handphone sekaligus pocket pc dengan layar touch screen. Di indonesia sekarang ini sedang berlomba dengan masuknya tekhnologi 3G. Provider hand phone cdma maupun gsm bersaing untuk menjadi yang pertama dalam menggunakan teknologi 3G. Dulu jika kita menghubungi orang lain kita hanya dapat mendengar suaranya saja tetapi dengan 3G kita tidak hanya mendenga suaranya saja tetapi kita juga bisa melihat orangnya di layar hand phone. 3G juga dapat digunakan untuk menonton televisi dari layar hand phone. Tetapi karena saya sudah suka dengan tekhnologi dan komputer maka saya tetap mengambil IT. Belajar dengan adanya rasa suka maka akan menimbulkan minat saya untuk terus belajar melalui berbagai macam cara untuk menguasai hal yang kita sukai. Banyak orang yang hanya mengikuti teman-temannya saja dalam mengambil program studi dan memilih perguruan tinggi. Orang tua saya bilang saya harus bisa mengambil keputusan sendiri dan memilih yang memang benar saya sukai jangan mengikuti orang lain yang nantinya akan merugikan diri sendiri. Nasihat itu ternyata memang benar karena ada salah satu teman saya yang salah memilih. Orang tua saya juga berkata sebelum memilih suatu program studi yang akan kita ambil sebaiknya kita harus mempunyai keinginan suatu program studi yang menjadi pilihan akan dapat diikuti dan diselesaikan dengan baik, harus benar dari minat pribadi dan harus mantap dengan pilihan tersebut. Dengan memilih IT saya dapat melihat bahwa saya akan mudah mendapatkan pekerjaan karena zaman sekarang ini serba memakai tekhnologi. Bahkan di luar negri hampir semua aspek menggunakan tekhnologi seperti untuk masuk tol atau naik kereta api hanya menggunakan kartu saja, biasa di kenal dengan nama smart card. Setelah lulus sma saya mendaftarkan diri ke berbagai universitas atau perguruan tinggi di jakarta. Pilihan saya pertama mencoba di universitas bina nusantara (binus) karena banyak orang bilang bahwa binus adalah universitas yang bagus untuk bidang komputernya. Saya ingin mendaftar di sana tetapi tidak bisa karena untuk mengambil IT di univ. Binus harus dari jurusan IPA sedangkan saya berasal dari jurusan IPS, jadi saya tidak bisa masuk ke sana. Saya juga ingin mendaftar di univ. Gunadarma tetapi lokasinya jauh dari rumah saya dan kendaraan umumnya juga susah didapat. Sebenarnya semua universitas sama saja tergantung bagaimana dengan diri kita sendiri. Di universitas lain jarang ada fakultas IT nya dan jarang yang sudah terakreditasi A. Keluarga saya ingin menguliahi saya di universitas yang bagus dan sudah terakreditasi A. Ternyata di universitas tarumanagara ada fakultas IT dan tidak harus dari jurusan IPA yang boleh mengambil fakultas tersebut melainkan dari jurusan lain boleh untuk mengambilnya. Kebetulan kakak saya juga kuliah di sana. Dia mengambil fakultas design, jadi untuk akses ke UNTAR lebih mudah. Saya juga melihat bahwa lokasi kampus universitas tarumanagara ini cukup strategis karena bisa ditempuh hanya dengan mengambil jurusan grogol. Tetapi saya belum bisa mengambil keputusan bahwa saya akan masuk universitas ini. Saya harus melihat universitas ini dari semua aspeknya agar saya tidak menyesal masuk ke dalam universitas ini. Kemudian saya mengambil brosur tentang IT di universitas ini. Saya melihat latar belakangnya bahwa program studi IT ini sudah memperoleh peringkat A dari badan akreditasi nasional perguruan tinggi departemen pendidikan nasional RI. Dilihat dari kurikulum pendidikannya dikatakan bahwa kurikulum pendidikan dilengkapi dengan praktikum komputer dan lulusan program studi IT ini akan mempunyai ketrampilan untuk membuat program komputer dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman, merancang dan mengembangkan situs internet atau web, menguasai sistem kerja komputer dan mampu menggunakan program aplikasi terkini. Dilihat dari tujuan pendidikan, program studi ini bertujuan membekali lulusan dengan pengetahuan dan ketrampilan dasar profesi di bidang ilmu komputer, membekali lulusan dengan kemampuan berinisiatif dan analitis untuk mengevaluasi maupun menyelesaikan masalah, membekali lulusan dengan kemampuan untuk mengembangkan diri dalam jenjang karier, berwira usaha, maupun studi lanjut. Sarana pendukungnya juga bagus karena dilengkapi dengan berbagai macam laboratorium yang juga dilengkapi dengan fasilitas internet yang dapat diakses bebas melalui jaringan wireless yang berada di lingkungan fakultas IT tersebut. Saya juga melihat lapangan kerja untuk bidang ini sangat banyak dibutuhkan. Setelah melihat semua ini saya yakin universitas ini bagus dan saya tidak akan menyesal di kemudian harinya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil program studi IT di universitas Tarumanagara (UNTAR). Saya mengambil jurusan IT bukan SI atau SK karena waktu kecil saya sudah bercita-cita untuk menjadi programmer, web master, membuat suatu program atau teknologi modern yang dapat membuat semua kegiatan masyarakat di dunia menjadi lebih efektif dan efisien, bahkan saya ingin membuat situs website sendiri yang isinya berupa semua informasi terlengkap yang dibutuhkan masyarakat. Di dalam formulir pendaftaran universitas tarumanagara ini terdapat dua pilihan program studi. Pilihan pertama saya adalah IT dan yang kedua ekonomi. Pada saat ujian saringan masuk saya langsung diterima di IT. Saya senang belajar di UNTAR ini karena di perguruan tinggi ini saya diarahkan untuk menjadi manusia yang terdidik, belajar untuk menjadi manusia yang berguna, belajar untuk menjadi manusia yang dapat bergaul secara sopan dalam masyarakat dan belajar berpola pikir kreatif, inisiatif, analistis, sistematis serta kritis. Di Universitas Tarumanagara ini saya dapat menimba dan mengembangkan ilmu, pengetahuan dan seni. Bukan hanya itu, universitas tarumanagara juga menyediakan kegiatan ekstrakulikuler bagi mahasiswa di kampus yang biasanya dikenal dengan nama unit kegiatan mahasiswa (UKM). Jadi mahasiswa dapat belajar menimba ilmu pengetahuan dan juga dapat menyalurkan hobi atau bakatnya, tanpa menggangu kuliah yang ia jalani. Di universitas tarumanagara ada UKM olahraga, kesenian, wacana atau bakat, kerohanian dan UKM organisasi mahasiswa. Pada tahun ajaran baru mulai setiap UKM biasanya mengadakan demo tentang kegiatannya dan apa yang dilakukan dalam UKM tersebut. Demo kegiatan itu bagus sehingga dapat membuat saya serta mahasiswa yang lain mendapatkan informasi untuk memilih UKM yang saya sukai. Unit kegiatan mahasiswa yang saya ikuti adalah basket. Bisa di bilang basket adalah hidup kedua saya. Saya sudah bermain basket dari kelas 1 sekolah menengah pertama. Basket merupakan olah raga yang sempurna. Semua anggota badan kita terbentuk dari kita bermain basket. Bukan hanya itu saja, basket juga dapat membuat badah kita sehat, melatih tulang kita menjadi lebih kuat dan dapat membuat kita menjadi lebih tinggi. Seperti ada pepatah bilang : di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan pikiran yang sehat pula. Saya juga pernah mengikuti pertandingan basket yang di adakan di wilayah saya. Banyak orang yang jago bermain basket. Saya pernah jadi orang yang gila basket. Semua pernak pernik basket saya koleksi. Saya sampai mengoleksi sepatu basket yang di pakai oleh para Nba. Saya juga pernah mengoleksi kartu bergambar atlet basket. Semua olahraga mempunyai resiko jika kita tidak melakukan dengan benar. Sebelum olah raga diwajibkan kita untuk melakukan streching atau pemanasan agar otot dan urat kita tidak kaku. Pernah saya tidak melakukan pemanasan yang mengakibatkan kaki saya kram. Olah raga lain yang saya suka adalah olah raga biliard atau bola sodok. Biliard adalah olah raga yang santai. Tidak banyak tenaga yang dikeluarkan dari olah raga biliard ini. Biasanya saya bersama teman saya main biliard seminggu satu kali. Biarpun kelihatannya gampang, hanya menyodok bola dan memasukannya ke lobang, olah raga ini tidak semudah kelihatannya. Biliard memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk memainkannya. Olah raga ini juga memerlukan ketrampilan dalam memainkannya. Di olah raga biliard ini kita dapat memainkan skill kita dalam menyetel bola satu ke bola lainnya. Kita juga bisa memainkan efek dalam memukul bola. Saya pernah melihat di internet orang yang sedang melakukan trick shot dalam permainan biliard. Tidak semua orang dapat melakukan trick shot dalam olah raga biliard ini. Saya melihat pukulan yang sangat luar biasa bahkan sangat jarang sekali orang yang dapat melakukan pukulan itu.

Biasanya saya main biliard bersama dengan teman saya. Selama saya masuk IT Universitas Tarumanagara saya pernah tidak sanggup untuk terus bertahan di IT bahkan saya sempat mendapatkan surat drop out dari universitas. Kemudian untuk memperbaiki nilai yang kurang saya mengikuti kursus atau les untuk pelajaran yang kurang saya kuasai. Dan dengan mengikuti kursus tersebut saya dapat terhindar dari DO. Sebelum masuk di IT saya berpikir bahwa belajar di IT semuanya langsung praktek di depan komputer. Saya tidak menyangka kalau mata kuliah di IT banyak mengambil pelajaran dari IPA, sedangkan saya sewaktu sma ada di IPS. Tetapi sekarang saya menyadari bahwa pelajaran dasar yang diberikan sangat membantu. Tenaga pengajar atau dosen yang profesional membuat saya dapat mengerti dan memahami mata kuliah yang dijelaskan, walaupun ada beberapa yang kurang. Senior yang ada juga sangat baik, enak untuk diajak tukar pikiran. Dengan adanya fasilitas internet juga dapat memudahkan mahasiswa untuk belajar sendiri dan memudahkan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh tenaga pengajar atau dosennya. Fakultas IT di universitas tarumanagara juga sering mengadakan seminar yang berhubungan dengan IT. Jika kita mengikuti seminar di luar kampus maka biaya yang kita keluarkan akan lebih mahal tetapi dengan adanya seminar di kampus maka biaya yang dikeluarkan akan lebih murah dan mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut akan mendapatkan pengetahuan yang lebih berguna dengan hal yang diseminarkan tersebut. Pada waktu itu saya mengikuti seminar mengenai hacker. Apa saja yang dilakukan oleh para hacker dan di seminar itu juga diajarkan bagaimana mencegah atau memproteksi suatu program dari para hacker. Saya juga pernah melihat perlombaan merakit komputer di kampus universitas tarumanagara ini. Dengan adanya perlombaan tersebut maka mahasiswa akan lebih termotivasi untuk mengetahui seluk beluk atau isi dari dalam komputer itu dan menjadi lebih paham kegunaan dari setiap part/alat yang ada di dalam komputer. Kemudian ada juga bazar yang diadakan oleh fakultas IT universitas tarumanagara. Bazar ini sangat membantu saya dalam mendapatkan barang komputer dengan harga yang terjangkau. Melihat adanya kegiatan seperti seminar, perlombaan, bazar teknologi, dll menyadari saya bahwa banyak hal berguna yang saya dapatkan dari IT universitas tarumanagara ini. Di Universitas tarumanagara saya tidak saja dijejali oleh buku saja tetapi ada juga kegiatan olahraga yang membuat badan saya sehat, pikiran jernih, banyak teman, dan membuat saya tidak bosan terhadap pelajaran saya. Laboratorium yang nyaman dengan assistennya yang bersahabat membuat praktek lebih menyenangkan sehingga saya dapat sangat mengerti dan memahami yang diajarkannya. Disini saya diajarkan membuat suatu animasi yang terlihat bagus, membuat suatu jaringan komputer baik LAN maupun WAN, membuat berbagai macam program dan juga diajarkan menggunakan bahasa program. Di IT universitas tarumanagara ini saya mendapatkan semua pengetahuan mengenai komputer, program dan tekhnologi yang lain. Perpustakan yang ada di UNTAR ini besar dan lengkap. Mempunyai berbagai macam buku dari setiap fakultas yang juga dapat menunjang saya dalam mencari informasi dan pengetahuan lebih. Tidak hanya itu saja, di perpustakaan kita juga dapat belajar kelompok dengan nyaman. Sejak saya masuk di IT universitas tarumanagara sampai saat ini saya sudah mulai bisa untuk membuat suatu program, animasi, membuat game kecil, website, jaringan walaupun baru dengan tahap kecil. Dengan terus belajar dan berguru di IT universitas tarumanagara ini saya dapat memperoleh atau meraih cita-cita yang saya inginkan. Di universitas tarumanagara bakat dan kreativitas kita mudah berkembang karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan bagus. Saya juga mendengar kalau lulusan IT di universitas tarumanagara ini mudah mencari pekerjaan. Setelah lulus nanti saya berencana untuk membuka perusahaan sendiri, itu juga kalu bisa. Saya ingin membuat komputer yang belum pernah di buat oleh orang lain. Pelajaran yang baik adalah berasal dari pengalaman. Terima kasih telah membaca ini.

Komputer Dan Mayarakat oleh Lim Dedy

February 21, 2007

Mengapa saya memilih IT di Untar

Kalimat di atas bisa dijadikan judul maupun pertanyaan. Kira-kira seperti itulah yang akan saya bahas disini. Kebanyakan orang tahu tentunya mengenai apa itu yang dimaksud dengan Untar. Tetapi bagi yang belum tahu, Untar itu adalah singkatan dari Universitas Tarumanagara yang mana terdapat bermacam-macam fakultas. Yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Informasi. Serta tiga Program Magister yaitu Program Magister Ilmu Hukum, Program Magister Teknik Sipil, dan Program Magister Manajemen. Itu merupakan penjelasan secara garis besar, yang ingin saya fokuskan disini adalah mengenai fakultas teknik informatikanya.
Bila ditanya mengapa saya mengambil IT di Untar. Saya juga bingung, kenapa saya bisa sampai disini. Mungkin anda berpikir itu tidak mungkin jika saya mengambil jurusan ini tanpa sebab. Memang begitu kenyataannya, semenjak sekolah dasar, saya lupa pada waktu kelas berapa. Saya mulai merasakan kejenuhan sekolah, saya tidak tahu apa yang menyebabkan menjadikan saya malas sekolah. Mungkin memang saya adalah seorang pemalas, ya saya seorang pemalas, yang setiap harinya harus bangun jam enam pagi, untuk pergi mandi, lalu ke sekolah, diantar dijemput diantar dijemput begitu dan seterusnya dan seterusnya dengan kondisi agak terpaksa. Maaf sebelumnya, saya disini berbicara bukan tentang kenapa saya memilih Untar berdasarkan apakah Untar itu baik, atau Untar itu begini, Untar itu begitu. Saya hanya mencoba menceritakan tentang saya, murni pengalaman pribadi diri saya sendiri. Bila anda sedang mencari referensi tentang Untar, saya pikir anda bisa segera menyudahi membaca blog ini.
Terima kasih untuk kesediaannya masih ingin membaca tulisan saya. Mengapa saya sebutkan terpaksa, karena memang saya tidak ingin belajar. Saya hanya ingin bermain, mungkin itu memang menjadi kesulitan bagi orang tua yang mendidik anaknya. Setiap hari tidak pernah belajar, hanya bermain dan bermain tanpa henti. Meskipun dipaksa belajar atau sampai diberi hukuman tetap pikiran saya melayang jauh meski fisik saya berada duduk di meja belajar pada saat itu. Tetapi entah mengapa juga saya selalu naik kelas, seingat saya dari kelas taman kanak-kanak hingga kelas empat saya masih rajin belajar, saya masih sempat selalu mendapatkan ranking sepuluh besar. Pada saat saya duduk di bangku kelas lima sd, saya mulai hancur-hancuran nilai pelajarannya. Bisa dibilang hampir tidak naik kelas. Entah apa yang membuat saya kebal terhadap semua hukuman, sehingga tetap saja saya bermalas-malasan.
Tetapi untungnya saya naik kelas juga, pada saat kelas enam saya mulai belajar normal kembali, karena pada saat itu saya ikut serta dalam bimbingan belajar. Mungkin orang tua saya beranggapan sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya mengajar. Cerita ini sebenarnya sangat menguras otak dan pikiran saya untuk diingat ingat kembali, saya harus berpikir keras agar bisa semuanya saya ceritakan kepada semua pembaca yang ingin mengetahui tentang mengapa saya memilih IT di Untar. Sekarang jam menunjukan pukul dua belas lewat empat puluh tiga menit tengah malam. Saya tadi habis mengambil kelas komputer dan masyarakat dan karena baru pertama kali masuk, saya harus mengarang seperti ini sebanyak lima ribu lima ratus kata yang mana sekarang baru hampir lima ratus kata saja, bearti ada sekitar sepuluh halaman seperti ini yang harus saya ketik sedetil detilnya agar nanti pas di akhir tidak kehabis kata kata.
Memalukan memang untuk mahasiswa seperti saya, yang sudah terhitung lima tahun kuliah semenjak tahun dua ribu dua, tetapi semester depan saya juga belum skripsi. Saya hanya bisa membayangkan betapa bahagianya bila saya sudah lulus seperti teman teman saya. Memang bagi manusia pada umumnya, menyesal tidak di depan depan, pasti dikemudian belakang hari. Saya tidak tahu bahkan, ada pepatah bilang belajar dari pengalaman, atau bersusah susah dahulu bersenang senag kemudian atau jadikan pengalaman yang buruk sebagai pelajaran. Setiap hari kita bertambah usia, tetapi kadang manusianya yang tidak mau berubah, sifat ketidak dewasaan rasanya berat untuk ditinggalkan, itu yang saya rasakan hingga kini. Mengapa saya mengambil IT di Untar.
Terus terang saya sudah semakin lelah dengan waktu yang terus berjalan, saya masih harus mengetik mengetik dan mengetik demi mengumpulkannya besok pagi sebisa mungkin asal jangan lewat dari jam dua belas siang. Ya saya menyesal minggu lalu saya tidak masuk kuliah, jika saya masuk tentunya saya hanya membuat dua ribu kata saja. Bodohnya saya juga tidak menanyakan lagi ada tugas apa pada waktu saya tidak masuk itu kepada teman teman. Tetapi bila saya berpikir seperti itupun, saya juga tidak tahu harus menghubungi siapa karena tidak ada teman saya yang biasanya sekelas dengan saya yang juga mengambil mata kuliah ini. Memang bila dibandingkan dengan tugas tugas yang lain, tugas ini termasuk hal yang masih masuk akal.
Skripsi oh skripsi, itu saja yang saya pikirkan belakagan ini. Bila tadi saya baru bercerita mengenai sekolah dasar saya, sekarang saya akan bercerita tentang masa masa remaja saya atau lebih tepatnya disingkat abg. Tidak penting sepertinya bila saya menyebutkan nama nama tempat saya bersekolah, intinya semua swasta, termasuk Untar ini. Ya mungkin itu bisa dijadikan salah satu dari sekian banyak alasan mengapa saya memilih Untar jurusan teknik informatika. Saya sekolah di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum yang berbeda beda. Setelah lulus lulusan sekolah dasar, saya pun tetntunya melanjutkan ke sekolah mengah pertama yang mana terkenal denagn tingkat kesulitan yg cukup diakui pada saat itu. Sama halnya dengan waktu pada saat saya kelas lima sekolah dasar yang lalu, penyakit malas saya belum berubah.
Masih ingat di otak saya teman teman baru, sekolah baru, guru guru baru, dan seragam baru yang serba biru itu. Sempat berpikir mengapa kita perlu sekolah, apakah untuk gengsi, apakah matematika atau fisika itu dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari. Pada saat itu saya masi kecil, tetapi sekarang saya baru meyadari sekolah itu ternyata sangat penting. Bisa dibayangkan bila kita tidak bersekolah, misalkan hanya sampai sekolah dasar saja. Maka kita bisa melihat mereka meraka yang sekarang hidup susah dipinggir pinggir jalan atau di kolong kolong jembatan, bahkan merekapun ada yang sangat ingin bersekolah tetapi tidak mampu. Mengapa bisa terjadi hal demikian, mungkin karena orang tua mereka juga bukan berasal dari yang bersekolah juga.
Sekolah menengah pertama tingkat satu saya jalani dengan malas malasn, tiada hari tanpa tidak belajar. Bukan bearti saya hanya bengong di kelas, atau melamun. Saya juga tetap mngerjakan pekerjaan rumah dan pekerjaan sekolah, tetapi bila ulangan harian diadakan saya tidak pernah belajar dengan sungguh sungguh, alhasil nilai saya jelek jelek. Lebih parah lagi bila ulangan umum, saya tidak pernah menyentuh buku sama sekali. Begitu dan seterusnya tetapi saya tetap naik kelas hingga tingkat tiga. Mengapa bisa? Karena saya selalu mengharapkan cawu ke tiga kalau bagus pasti naik kelas. Memang seperti itu keanyataannya. Hingga pada suatu titik saya kena getahnya, yaitu pada saat kelas tiga sekolah menengah pertama.
Dengan bodohnya berdua dengan teman, saya dan yang menemani saya dinyatakan tidak lulus. Ternyata sekolah punya standar kelulusan masing masing, bisa dibilang saya mending tidak usah naik kelas pada waktu saya tingkat satu atau tingkat dua asalkan saya lulus pada saat tingkat tiga. Apabila anda mengatakan mungkin bisa jadi saya tidak naik kelas juga, dan tidak lulus juga, tetapi saya akan membela diri dengan mengatakan tentunya bila saya tidak naik kelas terlebih dahulu, saya mungkin akan jera dan berusaha untuk lebih giat sehingga saya bisa lulus.
Bayangkan teman teman saya makan siang pada saat beristirahat pada jam yang sama, ketika itu mereka mengenakan celana panjang yang masih biru seperti baru, sedangkan saya masih bercelana pendek dengan warna yang pudar serta kusam. Hati kecil saya tidak dapat berkata kata, yah ada sebab ada akibat. Anda pasti mengira semenjak kegagalan pertama saya itu, saya bersemangat belajar mati matian. Tidak, anda salah. Saya masi tetap bermalas malasan, cawu satu, cawu dua terlalui, dan seperti biasa di cawu tiga saya baru berperang mati matian lagi. Lulus juga akhirnya, saya percaya dimana ada kerja keras, pasti ada hasil. Tetapi saya tidak bisa menghilangkan penyakit malas saya ini. Bisa dibilang saya sedang berperang mati matian melawanya. Cerita saya sudah setengah jalan, tetapi statistic menunjukan bahwa saya baru mengetik hanya sekitar seribu tiga ratus kata, bearti masih ada empat ribu dua ratus kata lagi yang harus saya ketik. Mengapa saya memilih IT Untar.
Bila anda perhatikan, saya tidak sedang bercerita tentang kehidupan saya sehari hari secara detail, tetapi yang ada hubungannya saja dengan pendidikan. Karena yang sedang ktia bicarakan disini adalah pendidikan. Buat saya berbicara mengenai pendidikan memang mudah. Contohnya, mengapa negara kita tertinggal jauh oleh negara negara yang lainnya, jangankan dibandingkan dengan negara amerika serikat, badingkan saja dahulu dengan negara tetangga seperti singapura dan Malaysia. Tentang pendidikan, kita tertinggal jauh, oleh sebab itu mengapa banyak orang yang ke negri tetangga untuk mencari ilmu, bila dibandingkan otak orang indoneisa harusnya sama pinternya dengan otak orang singapura atau Malaysia. Tetapi kenapa diluar negri selalu menjadi patokan yang lebih baik. Seperti yang saya bilang tadi, bila kita berbicara mengenai pendidikan memang mudah.
Bagaimana dengan pelaksanaannnya. Mengapa dosen dosen lulusan luar negri mendapat peringkat mengajar yang lebih tinggi ketimbang dosen dosen lokal, yang tentunya mereka juga belum tentu lebih buruk ketimbang dosen luar negri. Dan belum tentu juga lulusan luar negri pasti lebih baik daripada lulusan dalam negri. Pertanyaan saya, mengapa banyak yang memilih keluar negri apabila mampu, dibanding utuk tetap kuliah di dalam negri. Dunia itu luas tentunya banyak hal hal baru yang memungkinkan menjadi jawaban bagi kita masing masing. Maka dari itu silahkan dijawab sendiri sendiri. Saya cukup kagum apabila ada orang yang memang serius mebaca tulisan saya ini, karena terus terang mungkin sudah ngawur, tetapi saya berusaha sebisa mungkin untuk tetap menyelesaikan tulisan ini hingga lima ribu lima ratus kata. Seribu lima ratus sejauh ini, empa ribu to go.
Terpikir oleh saya untuk tidur dan melanjutkannya esok pagi, komputer sudah saya matikan, dan mencoba untuk tertidur, sunguh seperti orang setres saya tidak bisa terpejam, alhasil membuang sepuluh menit dengan sia sia. Saya pikir ini bagus untuk dijadikan latihan mental yang tidak seberapa ini. Saya berharap akan ada hasilnya yang saya bisa petik di kemudian hari. Sudah memasuki halaman ke empat, bearti tinggal kurang lebih enam halaman lagi, saya pasti bisa. Setelah saya bercerita tentang masa lalu saya yang akan saya jadikan acuan mengapa saya memilih IT di Untar. Bisa dibilang sesungguhnya ini diluar dugaan. Bila dilihat dari cerita cerita saya, bahkan rasanya tidak mungkin bila saya mengambil perguruan tinggi atau dengan kata lain universitas. Teman teman tentu masih ingat dengan jawaban saya yang mengenai saya juga tidak tahu menahu mengapa saya bisa memilih It di Untar. Pada dasarnya saya adalah seorang pemalas yang suka bermain game, tentu anda tahu game itu dibuat dengan menggunakan computer. Dan dengan percaya diri saya mengatakan saya senang main game, maka oleh sebab itu mungkin saya akan hobi dengan apa yang dinamakan dengan computer.
Memang pada dasarnya saya malas dan kurang membaca, bisa dibilang orang cuek, orang yang serba idak mau tahu, tidak peduli dengan apapun yang terjadi, itulah saya. Dengan tahu menahu tentang apa itu IT, pada saat itu saya hanya tahu bahwa IT itu erhubungan dengan computer, tanpa computer tidak ada IT, dan begitu juga sebaliknya. Bahkan pada saat tes ujian saringan masuk, saya hanya mendftar satu universitas saa, dengan notabene apabila pada saat itu saya tidak keterima, maka saya tidak akan kuliah. Bukannya berarti saya pasrah atau malas ketempat lain, tetapi memang tidak ada pilihan lagi bagi saya seorang lulusan asal ilmu pengetahuan social. Di binus hanya anak ilmu pengetahuan ala yang bisa masuk ke IT. Bila anda bertanya mengapa saya tidak masuk ke SI dengan tingkat yang lebih mudah, sejujurnya setelah beberapa semester saya baru menyadari apa itu IT, apa itu SI. Bodoh memang, orang seperti saya sebenarnya tidak pantas duduk di bangku kuliah. Tetapi apa boleh dikata, saya coba berjuang sekuatnya sampai batas terakhir yang mana saat ini sudah berjalan lima tahun. Rencananya saya akan skripsi satu tahun lagi. Sepertinya uang, umur dan tenaga hampir sia sia. Maka saya memohon dukungan dari teman teman semua untuk membuktikan kalau akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah yang berat ini.
Saya amat sangat tidak menyukai kuliah saya sekarang yang ternyata bermain di dalam programming, jadi pertanyaan sudah terjawab bukan. Ke satu karena saya terjebak akibat tidak tahu menau tentang apa itu IT. Ke dua karena hanya Untar yang memperbolehkan anak social untuk turut serta mengambil jurusan ini. Bisa dibilang saya berada di dalam kelompok orang orang tersesat. Perumpamaannnya sama seperti malaikat di surga, setan di neraka. Maksudnya tempat dimana saya tersesat ini sebenernya baik adanya, karena saya tidak menyukai, jadi fatal akibatnya. Saya sudah menerima surat dari Untar selama 4 tahun berturut turut mengenai kondisi pembelajaran saya.
Sempat saya konsultasikan dengan pihak keluarga, tetapi mereka tetap mengharuskan saya untuk dijalankan saja. Maklum, keluarga saya bukan seperti orang orang yang kebanyakan uang yang membebaskan anaknya untuk menyia nyiakan kesempatan pertamanya dengan sia sia, meski sekarang tidak lulus luluspun pasti akan sama saja hasilnya dengan jika pada saat itu saya pindah dengan jurusan yang saya sukai. Mungkin anda bertanya, saya sudah besar mengapa saya bertindak seperti ini. Sesuai dengan apa yang saya bilang, berbicara memang lebih mudah, saya juga tidak mau dengan keadaan pemaksaan seperti ini, sama halnya dengan megarang lima ribu lima ratus kata ini hanya dalam waktu sehari. Untung dalam bahasa Indonesia dan saya belum banyak tugas yang lain lain. Begitulah orang Indonesia, selalu masih terdapat untung meski dalam kesusahan. Dengan kata lain yang selalu bersyukur dan pasrah kepada Tuhan. Oleh sebab itu saya akan mencoba berjuang di IT Untar ini, yang bila saya lihat gajinya tidak seberapa berdasarkan teman teman saya yang sudah lulus kuliah bahkan hanya tiga setengah tahun. Mereka tetap harus memulai karir dari awal, hidup memang penuh perjuangan, tidak henti hentinya saya bicarakan saya mengetik disini dengan berjuang megalahkan rasa ngantuk, kecewa, dan menyesal di belakang hari yang tidak berguna itu.
Tetapi saya mempunyai motivasi untuk setidaknya mencapai impian mnjadi sarjana, saya tahu orang seperti saya ini tidak akan terpakai di kalangan informatika. Tetapi mengapa saya masih disini, mengapa secara kebetulan saya diterima di Untar, bisa saja saya tidak sesuai dengan persyaratan yang ada, tetapi nyatanya saya diterima sebagai mahasiswa Untar yang bearti menunjukan bila saya mampu. Saya menyesal tidak serius dari awal, dan pasti penyesalan selalu diakhir dan tidak berguna.
Minimnya kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi hambatan bagi ahli informatika Indonesia untuk bersaing dengan ahli yang sama dari negara lain. Kendala bahasa itu menyebabkan daya saing lulusan dari Indonesia di dunia internasional menjadi rendah. Hal itu berbeda keadaannya dengan tenaga ahli dari negara lain, contohnya di India. Tenaga ahli dari India sangat lancar berbahasa Inggris. Mereka tidak ada masalah dengan bahasa sehingga dapat dengan mudah mempelajari modul-modul berbahasa Inggris, termasuk bahan-bahan dari internet.
Karena daya saing yang rendah itu, kebanyakan ahli informatika Indonesia hanya bekerja di dalam negeri. Sedangkan, sebagian besar ahli dari India justru keluar dari negaranya untuk bekerja di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Asia lainnya. Jika tidak segera diantisipasi, selamanya tenaga ahli dari Indonesia hanya akan bekerja di dalam negeri. Bekerja di dalam negeri pun bukan tanpa masalah. Ahli teknologi informasi dari India yang bekerja di Indonesia rata-rata adalah pekerja yang tekun dan tidak menuntut banyak fasilitas. Di India, mereka yang bekerja di pabrik pemprograman komputer hanya bekerja dengan fasilitas kipas, tidak ada AC, dan fasilitas seperti di kantor-kantor kita. Jadi ketika mereka keluar dari negara mereka, mereka sudah terbiasa bekerja dengan fasilitas seadanya dan tidak terlalu menuntut. Ada juga tenaga dari India yang mau digaji lebih rendah dari kita. Di Jakarta, perusahaan informatika yang dijalankan 80-90 persen orang India jumlahnya sangat banyak.
Namun, kita tidak perlu berkecil hati karena tenaga ahli kita juga memiliki kemampuan teknis yang tidak jauh berbeda. Orang Indonesia dan orang Asia lainnya kan mempunyai otak kiri lebih kuat, artinya kita kuat dalam bidang matematika, kuantitatif, dan logika. Jadi secara tipikal hampir sama. Ahli teknologi informasi dari Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk bekerja di luar negeri. Untuk itu perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan informatika yang mampu bersaing dengan negara lain. Salah satunya dengan membuka program internasional sehingga mahasiswa memperoleh sertifikat yang diakui dunia yang amat disayangkan Untar tidak memilikinya. Malah yang terjadi adalah penurunan akreditasi, disebabkan lulusan lulusan yang sebenarnya belum siap kerja, bila dibanding dengan lulusan negara lain yang apabila saat itu lulus, saat itu pula mereka siap untuk bekerja sepenuhnya.
Masalah lain yang terjadi di Indonesia yang tidak asing lagi di telinga kita yakni tentang pembajakan prangakat lunak, yang kerap kali menjadi perhatian oleh negara negara maju seperti amrika contohnya. Mereka mengiming imingkan hadiah uang dalam bentuk yang cukup besar untuk ukuran orang Indonesia. Sayangnya para aparat penegak hokum juga menerima yang tak kalah besarnya dari para penjual perangkat lunak bajakan, sepri di mangga dua pada umumnya. Mereka setiap kali rutin diadakan razia pengrebekan, tetapi setelah sandiwara itu berakhir, mereka tetap membuka toko seperti biasa. Itulah yang meatikan para programmer di Indonesia, jadi mereka semua lebih memilih untuk membelinya langsung yang sudah jadi, karena harga lebih murah dibanding menyewa orang untuk membuatnya.
Dari sekitar 200-an pengembang software yang dicatat Asosiasi Piranti Lunak Indonesia yang saya baca di surat kabar pada waktu itu, mestinya lebih dari 100 peserta yang ikut andil dalam ajang ini. Bentuk pengembangan software yang ditawarkan pengembang software lokal di Indonesia rata-rata masih berupa enhancement (penyempurnaan) dari produk yang sudah ada dan fokus pada kebutuhan yang dihadapi sekarang. Belum ada bentuk terobosan riset yang berorientasi jangka panjang terutama diharapkan dari riset mahasiwa. Sedangkan pengembangan software harus terus didorong menuju sasaran terbentuknya masyarakat berbasis pengetahuan. Tahun dua ribu enam hingga dua ribu sembilan diharapkan bisa menjadi tahun pendayagunaan dan pemanfaatan IT dalam bidang usaha, pemerintahan, dan hiburan. Saat ini Indonesia baru berada di level pertama dari tujuh level pengembangan masyarakat berbasis IT.
Ribuan warung internet di Indonesia terancam ditutup oleh pihak kepolisian karena menggunakan software aplikasi berlisensi untuk internet secara ilegal. Hal ini bisa berdampak pada munculnya belasan ribu penganggur baru akibat tutupnya bidang usaha tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan dengan memberikan bantuan pendanaan bagi pemilik warung internet, mengusulkan pemberlakuan sistem pembayaran yang ringan, dan mendorong dikembangkannya software aplikasi berbasis open source. Operasi pembersihan yang tengah dilakukan polisi saat ini merupakan tindak lanjut dari laporan Business Software Alliance yang mensinyalir banyak penggunaan piranti lunak aplikasi untuk internet berlisensi yang digunakan secara ilegal oleh pemilik warnet. Pada razia itu, sejumlah warnet bukan hanya ditutup dan diberi garis polisi, fasilitas komputer yang ada di lokasi akan disita. Selain itu, pemilik warnet akan diajukan ke pengadilan atau mungkin dijebloskan terlebih dahulu ke dalam penjara.
Ketentuan yang mengharuskan pengelola warnet membeli software berlisensi-yang harganya tidak tergolong murah-memang disadari akan memberatkan mereka. Jika pemilik warnet harus membayar sesuai dengan biaya komersial terhadap aplikasi yang dipakai, maka dengan tarif warnet yang berlaku saat ini tidak akan ada warnet yang dapat hidup. Dari yang say abaca, saat ini ada sekitar empat ribu warnet yang beroperasi di Indonesia. Disinyalir hampir seluruhnya menggunakan aplikasi yang ilegal. Jika satu warnet menghidupi empat orang, maka tindakan ini berpotensi menimbulkan enam belas ribu penganggur baru. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah sosial. Untuk itu, pemerintah dinilai perlu melakukan beberapa alternatif kebijakan. Di antaranya berupa pemutihan, dalam arti pemerintah akan mengeluarkan sejumlah dana bantuan untuk membayar aplikasi yang digunakan pemilik warnet sehingga mereka tidak dikenakan denda. Alternatif lain mengadakan negosiasi dengan memberlakukan grace period selama tiga bulan untuk mencicil lisensinya atau melakukan migrasi ke piranti opensource. Selain itu, warnet yang mampu hendaknya mengembangkan aplikasi untuk warnet yang berbasis opensource.

Program ini bertujuan mendorong semua kalangan di Indonesia untuk menggunakan piranti komputer berlisensi secara legal dan mengembangkan piranti lunak yang berbasis opensource. Saat ini kelompok pengembang opensource dalam rangka gerakan membangun program aplikasi untuk warnet berbasis opensource. Diharapkan dalam waktu satu bulan aplikasi untuk internet dapat selesai dibangun dan dapat didemonstrasikan pada Openhouse Inovation Opensource Software. Dalam program itu dibuat dua paket aplikasi opensource untuk server dan desktop. Software untuk server antara lain untuk lokasi Internet Protokol, sistem pengamanan, sistem pembayaran, dan proxy. Sementara pada komputer desktop dikembangkan software aplikasi perkantoran, web browser, chatting, dan pengiriman surat elektronis. Pengembangan aplikasi ini melibatkan kalangan perguruan tinggi, perusahaan komputer, dan komunitas teknologi informasi, di antaranya Kelompok Pengguna Linux Indonesia dan Jave Users Group. Adapun untuk penerapan program aplikasi ini sepenuhnya akan dilakukan oleh Asosiasi Warnet Indonesia. Mereka akan menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi ini pada pelatih di berbagai daerah. Selain itu, pusat informasi tentang aplikasi tersebut akan didirikan di Departemen Komunikasi dan Informasi dengan melibatkan anggota asosiasi warnet indonesia.
Salah satu pertanyaan yang selalu mengganggu saat melihat perkembangan teknologi komunikasi informasi di Indonesia adalah apakah betul karena penetrasi komputer, rasio komputer-siswa di sekolah-sekolah, serta penetrasi internet yang rendah menjadi satu-satunya ukuran terjadinya kesenjangan digital? Logika digital gap ini juga memicu pertanyaan lain, apakah betul dengan pengurangan 10 poin pemberantasan tingkat pembajakan hak cipta pada posisi 87 persen sebagai ketiga terbesar di dunia akan meningkatkan ekonomi sebanyak tiga kali, meningkatkan pendapatan pajak pemerintah sebanyak lima kali, serta meningkatkan lapangan kerja sampai 13 kali. Logika digital gap dan pemberantasan pembajakan hak cipta ini dipasok Microsoft Indonesia ke para eksekutif pemerintahan, mulai dari Presiden sampai ke para bawahannya yang mengendalikan jalannya negara. Logika ini juga yang menyebabkan terjadinya kesepakatan Memorandum of Understanding antara Pemerintah RI dan Microsoft.
Kita sekarang berada pada sebuah situasi yang benar-benar membingungkan, apakah pemahaman kita yang tidak memadai sehingga sulit untuk memahami logika terjadinya penandatanganan MoU RI-Microsoft, atau para pengambil keputusan dan Microsoft begitu yakinnya bahwa Perwakilan Dagang AS akan melepaskan isu hak atas kekayaan intelektual dari masalah-masalah perdagangan bilateral dan multilateral. Jelas yang disebut sebagai masalah Intelectual Property Rights, terutama dalam kategori Priority Watch List, banyak sekali aspek kekayaan intelektual yang termasuk di dalamnya, bukan sekadar legalisasi perangkat lunak apalagi penggunaan sistem operasi di perkantoran pemerintah.
Dalam Priority Watch List berkaitan dengan Indonesia, USTR menyebutkan bahwa Pemerintah AS akan tetap melakukan monitor Out of Cycle Review untuk memerhatikan perkembangan isu hak atas kekayaan intelektual. Khususnya berkaitan dengan pembajakan eceran serta langkah mengejawantahkan regulasi cakram optik dalam memerangi produksi pembajakan oleh pabrik-pabrik cakram optik. Yang diinginkan dari Indonesia adalah memanfaatkan momentum upaya melawan pembajakan ini untuk memberdayakan undang-undang secara efektif, serta perlawanan pencegahan pembajakan dan pemalsuan, melalui penggerebekan pabrik-pabrik cakram optik yang melakukan pembajakan, dan lain-lain. Agar tercapai adanya langkah konkret Pemerintah Indonesia, terutama berkaitan dengan perangkat lunak, musik, dan film, agar mekanisme perdagangan bilateral dengan AS bisa berjalan secara normal. Terutama, berkaitan dengan cakram optik yang memang secara kasatmata bisa diperoleh di mana saja di kota- kota besar di Indonesia. Kembali kita bingung memahami logika MoU RI-Microsoft walaupun kesepahaman yang sekarang menjadi perdebatan di lingkungan komunitas teknologi komunikasi informasi memiliki sifat tidak mengikat dan tidak eksklusif. Apa tujuan yang ingin dicapai untuk memasuki tingkat kesepahaman ini.
Posisi yang ingin saya sampaikan disini cukup jelas. Pertama, piracy is crime. Kedua, pilihan penggunaan perangkat lunak, baik di lingkungan sekolah, perkantoran, maupun pribadi, harus bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, terjangkau, serta mudah digunakan. Karena teknologi komunikasi informasi akan melekat pada penggunanya, bukan pada kebijakan yang ingin dicapai pemerintah atau hanya melulu terkait dengan vendor tertentu. Coba lihat dan perhatikan apa yang sekarang terjadi di lapangan. Dengan mudah kita akan memperoleh berbagai perangkat lunak, musik dan film bajakan dengan harga yang sangat terjangkau. Upaya untuk memberantasnya pun tergantung kesiapan dan kemauan aparat kepolisian. Seperti yang sudah saya ceritakan diatas. Hari ini ada pembajakan, seluruh penjaja perangkat lunak bajakan mendadak tutup toko. Dua atau tiga hari kemudian, perdagangan pun berjalan kembali seolah-olah baru saja ada angin ribut yang tak memungkinkan untuk berjualan.
Yang terjadi malah ekses yang di luar dugaan kebanyakan orang. Oknum aparat pun memanfaatkan untuk melakukan penggerebekan ke hal-hal lain, seperti manual bahasa Indonesia yang memberikan alasan untuk menyita produk-produk yang tidak memilikinya. Ekses ini menyebabkan terjadinya tawar-menawar antara pemilik produk dan oknum aparat. Dan kita pun akan tetap berada pada lingkaran setan praktik korupsi dan kolusi, yang semuanya merupakan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh unsur masyarakat, termasuk para pedagang yang tidak menganggap peraturan berkaitan dengan teknologi komunikasi informasi. Menagapa saya bisa merasakan ini, karena saya pernah berkecimpung didalamnya. Di sisi lain, kita perlu pahami perkembangan teknologi komunikasi informasi di Indonesia tidak akan pernah sama dengan negara-negara lain. Kemajuan di negara lain tidak pernah akan bisa menjadi ukuran bagi Indonesia karena perbedaan pandangan politik, budaya, sosial, dan lain sebagainya.
Negara-negara seperti China, Filipina, Malaysia, dan Vietnam mampu memperbaiki kondisi karena ada kemauan politik dari para elite negara itu untuk memperbaiki iklim perdagangan bilateral dan multilateralnya. Ada kesadaran utama di kalangan elite politik, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif, untuk merancang mekanisme penerapan undang-undang secara efektif dan efisien. Dengan demikian, buat kita menjadi tidak masuk akal kalau penerapan percontohan perjanjian lisensi perangkat lunak pemerintah (seperti MoU RI-Microsoft) untuk diterapkan di lingkungan Istana dan departemen dalam lingkungan pemerintah, serta-merta memperbaiki iklim investasi teknologi komunikasi informasi, membantu Indonesia ke luar dari Priority Watch List, maupun mempromosikan pertumbuhan perangkat lunak lokal.
Apalagi, ketika seruan aksi yang disusun berkaitan dengan penetrasi komputer di Indonesia memasukkan komputer bekas (dalam bahasa bagusnya disebut sebagai refurbished PC), sebagai bagian keseluruhan kebijakan pengembangan teknologi komunikasi informasi di Indonesia. Sampai sekarang kita tidak yakin kalau komputer bekas akan menjadi terobosan utama dalam menghilangkan kesenjangan digital di Indonesia. Komputer bekas akan mengakibatkan dampak lingkungan yang serius dan akan menjadikan Indonesia sebagai “tempat sampah” negara-negara mau yang sudah meng- upgrade kemampuan komputernya, tetapi bingung dengan sampah elektroniknya.
Para pengambil keputusan di bidang teknologi komunikasi informasi, misalnya, tak pernah mau membuka mata adanya proyek One Laptop per Child yang saya baca dari detik.com pada saat itu mampu menghasilkan sebuah laptop seharga sekitar seratus dollar AS dan menjadi solusi menarik untuk mempersempit kesenjangan digital. Dan, kita tidak pernah akan habis-habisnya berpikir, kenapa kita gemar sekali melakukan perjanjian kesepahaman yang tidak memiliki rumusan jelas terbentuknya strategi kebijakan teknologi komunikasi informasi. Kekaguman kita kepada Bill Gates, pendiri Microsoft, harus ditempatkan pada porsi yang wajar dan saling menguntungkan. Namanya saja One Laptop per Child, ya memang laptop tersebut dikhususkan untuk anak anak, yang tadinya saya tertarik untuk membelinya tetapi sangat tidak memadai. Karena disitu disebutkan perangkat office pun tidak disediakan, semua program sudah dalam keadaan integrated, alias kita tinggal hanya bisa menggunakan program program yang sudah ada.
Kita dapat memaklumi ini sebagai pendatang baru, sama halnya seperti computer jaman dahulu yang katanya bukan alat berhitung. Computer yang pertama kali diciptakan ternyata hanyalah sebuah mesin tenun, saya belum melihat lebih lanjut. Ini baru berdasarkan apa yang dosen saya ceritakan. Bagaimanapun kita harus meyakinkan diri sendiri kalau Indonesia itu besar dalam jumlah penduduk dan memiliki letak geografi sangat strategis dalam percaturan politik dan perdagangan dunia. Dengan demikian, di sisi lain kita pun harus yakin kalau kebesaran kita tidak boleh hanya bergantung pada satu vendor teknologi komunikasi informasi. Mungkin suatu saat laptop sungguhan bisa benar benar murah. Sama seperti handphone, yang dulu dianggap sebagai barang mahal hanya kaum elit saja yang memilikinya, tetapi sekarang tukang becak sampai direkturpun memiliki handphone.
Belum lagi dengan masalah masalah yang ada pada keamanan jaringan system. Keberhasilan sistem keamanan informasi di jaringan komputer tidak hanya ditentukan kualitas teknologi yang digunakan, tapi juga kapasitas sumber daya manusia dan proses kebijakan yang dijalankan. Untuk membangun sistem keamanan informasi yang kuat juga harus dipertimbangkan apa saja yang akan diamankan dan mengapa informasi tersebut harus aman. Bahkan untuk mengelola sistem keamanan informasi perlu menerapkan sistem manajemen standar atau information security management system sesuai ISO untuk memenuhi tuntutan bisnis yang semakin mengglobal. Tidak peduli apakah perusahaan itu kecil, menengah, atau besar, sistem keamanan perlu diimplementasikan sejak awal. Informasi apapun mengenai pelanggan merupakan aset yang sangat besar bagi sebuah perusahaan sehingga harus dikelola dengan baik. Contohnya, sebuah firma kecil yang melayani transaksi online dengan karyawan satu sekalipun perlu memastikan bahwa jaringannya aman dan informasi mengenai pelanggan tidak berpindah ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian pelanggan yang menyerahkan data-data pribadi seperti nomor kartu kredit, alamat, dan nomor kontak percaya dengan pelayanannya.
Sebelum implementasi dilakukan, perlu dilakukan penilaian apa saja yang perlu diamankan, apakah sistem email, transaksi perbankan online, data pelanggan, data perkembangan bisnis, atau informasi lainnya. Lalu, mengapa informasi tersebut diamankan, apakah sekedar arsip, sebagai bukti, atau memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator. langkah pertama yang akan dilakukan saat implementasi adalah evaluasi security dengan melakukan penilaian terhadap sistem keamanan yang dipakai. Selain dari sisi teknologi, aspek SDM dan proses juga perlu dinilai. Dicek servernya, perangkat yang aktif di jaringan, dan seluruh workstation, apakah terdapat lubang keamanan, kemudian ditambal satu persatu dan diuji kembali. Jika kelemahan-kelemahan yang mungkin rawan ditembus serangan malware (malicious software) seperti virus, spyware, worm, trojan, atau phising maupun para cracker terlalu besar, mungkin sistem perlu dirombak secara keseluruhan. Sebagai gambaran, untuk menangani tahap assessment sistem keamanan sebuah layanan e-commerce dengan seratus unit komputer desktop maupun laptop, pekerja memperkirakan butuh waktu 10 hari untuk menguji dan 10 hari untuk menambal lubang keamanannya. Itu pun dengan asumsi tidak perlu perombakan sistem secara keseluruhan. Perusahaan juga harus memperhitungkan manajemen risiko proses dengan melakukan mitigasi dan kontrol dengan baik agar tidak terjadi kesalahan. Mitigasi tidak perlu berlebihan dan harus dipastikan efektif sehingga ongkos data control lebih murah daripada risikonya.
Penanganan terhadap organisasi yang ramping dan besar tentu saja berbeda. Pada perusahaan kecil umumnya penentu target kualitas sistem keamanan adalah SDM dan teknologi sedangkan pada organisasi yang besar umumnya lebih besar porsinya untuk mengelola proses tanpa mengabaikan faktor kapasitas SDM dan teknologi. Meski demikian, mengelola SDM diakui sebagai hal yang paling sulit dilakukan sebab sangat dinamik, selalu berubah apalagi di perusahaan besar, dan faktor-faktor kemanusiaan yang sulit untuk dihitung takarannya. Sedangkan teknologi, sekali dipasang dengan benar, selamanya akan bertahan hanya saja selalu rentan dengan serangan-serangan baru. Mau tidak mau sistem keamanan akan terus berubah menyesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat ancaman. Implikasinya, perilaku SDM terhadap sistem keamanan juga harus terus diperbarui. Aspek teknologi, SDM, dan proses memang harus saling mendukung agar implementasi sistem keamanan berkesinambungan. Bahkan seluruh karyawan di Microsoft pun harus menjalani training mengenai security agar mereka mengerti prosedur yang harus dijalankan.
Salah satu strategi meningkatkan kinerja sistem keamanan yang umumnya diterapkan para praktisi keamanan jaringan adalah menghindari solusi monokultur atau dari satu vendor. Misalnya, untuk server digunakan sistem operasi FreeBSD, tapi pada komputer klien yang terhubung di jaringan menggunakan Windows XP atau router utama Cisco namun switch-nya Bay Networks. Ini dilakukan untuk menurunkan kemungkinan serangan baru melumpuhkan seluruh sistem. Kenyataan inilah yang mungkin disadari Microsoft sehingga mengeluarkan solusi keamanan yang dapat dipakai bersama-sama dengan solusi pihak ketiga. Solusi yang diberi label Microsoft Forefront tersebut meliputi Microsoft Forefront Client Security, Microsoft Forefront Security for Exchange Server, Microsoft Forefront Security for SharePoint, Microsoft Forefront Security for Office, dan Microsoft Internet Security and Acceleration Server dua ribu enam.
Meskipun demikian, tidak ada yang dapat menjamin bahwa sistem keamanan jaringan seratus persen aman. Ancaman-ancaman baru di masa mendatang mungkin sulit diprediksi saat ini sehingga secara tidak langsung konsumen teknologi informasi dipaksa untuk selalu memperbaiki sistemnya agar selalu sigap menghadapi kemungkinan serangan. Misalnya, pengguna harus mempertimbangkan penggantian sistem operasi Windows noceng karena didisain untuk mencegah bentuk ancaman yang muncul pada tahun sembilan tujuh atau Windows NT untuk tahun sembilan tiga. Meskipun Microsoft selalu mengeluarkan patch secara kontinyu, pada saatnya hal tersebut memiliki batasan. Contohnya, setiap bulan windows yang asli mengeluarkan update update terbaru demi kelangsungan hidupnya, apabila tidak di update maka kemungkinan terkena serangan virus atau hack dari seseorang cukup besar. Oleh sebab itu system keamanannya selalu terus diperbaiki, begitu pula dengan pemilihan antivirus yang tepat. Tetapi tetap saja yang namnya virus, bila kita membuka internet itu ada dimana mana.
Dunia tentang IT memang sangat luas apabila dilihat secara keseluruhan, IT itu bisa tentang bermacam macam, mulai dari internet, jaringan, keamanan, pekerjaan dan sebagainya. Seharusnya lapangan pekerjaannya cukup luas untuk seorang lulusan teknik informatika. Dari hal yang mudah sampai dengan hal yang sulit, namun kita sebagai lulusan IT dituntut untuk tidak melakukan hal yang terlalu mudah, tetapi kenyataannya tidak ada yang dapat dijadikan tolak ukur untuk hal tersebut. Taruhlah seperti saya, apabila saya lulus dengan nilai yang biasa biasa saja, saya mungkin atau sudah pasti akan kalah bersaing dengan lulusan yang dengan nilai gemilang atau bahkan dengan lulusan luar negri. Tetapi apakah itu menjamin kalau saya akan kalah sukses ketimbang meraka.
Ya saya akan kalah sukses ketimbang meraka bila saya tidak mau belajar dari kesalahan yang sudah sudah. Saya akui saya menyesal sudah sangat menyia nyiakan waktu saya sebagai mahasiswa Untar. Saya selalu masih menggunakan system belajar kebut semalam sebelum ujian, saya juga heran tidak pernah kapok kapoknya alhasil seperti inilah saya sekarang. Bisa diambil contoh, mengapa saya belum lulus lulus juga, karena untuk lulus minimal di tingkat tingkat akhir saya sudah mengambil kerja praktek pada semester lalu, tetapi mata kuliah prasyarat yang menghalangi saya untuk melakukan kerja praktek, yaitu riset teknologi informasi. Lalu mengapa saya baru ambil mata kuliah tersebut sekarang. Karena riset teknologi informasi juga memerlukan mata kuliah prasyarat, yaitu statistic dua yang sebelumnya juga harus sudah mengambil statistic satu terlebih dahulu. Saya sebagai mahasiswa sangat kelabakan entah mengapa saya bisa sampai seperti itu. Sekarang posisi saya sebagai telur diujung tanduk, atau hidup segan mati tak mau. Saya pasti bisa, seperti halnya sekarang ini sudah mencapai hampir lima ribu lima ratus kata, bearti tinggal beberapa paragraph lagi.
Seharusnya saya ada kelas pagi jam sembilan, tetapi saya harus rela mengorbankannya demi tugas yang satu ini. Apalagi saya sebagai ketua kelompok harus mengurus mendapatkan semuanya sebelum jam dua belas siang nanti. Kemarin saya mengerjakan tugas ini hingga pukul empat pagi, kemudian saya tertidur hingga pukul tujuh yang rencananya jam enam mau bangun, ternyata alarm pun tidak berbunyi sehingga saya mengharuskan mau tidak mau untuk membolos. Hidup memang penuh dengan pilihan, bisa jadi pilihan yang membawa kesuatu kebangkrutan ataupun kesuksesan. Alhasil saya berhasil juga menyelesaikan blog ini dengan tertatih tatih. Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pembaca, yang sedikit banyak sudah mendegarkan keluh kesah saya dalam menyampaikan mengapa saya memilih IT di Untar. Semoga saya cepat cepat lulus dan memetik hasil dari semuanya ini. Mohon maaf apabila ada kata kata saya yang kurang berkenan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.

Hello world!

February 21, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.