7500 by Farida Surya

Nama saya adalah Farida Surya. NIM saya adalah 535040006. Saya lulusan SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Santa Maria. Di kota saya, maksud saya di kota Pekanbaru sekolah Santa Maria juga termasuk sekolah yang bagus. Sekolah ini dikatakan bagus karena fasilitas yang lengkap dan pelajaran yang diajarkan juga mengikuti perkembangan yang ada. Di sekolah kami juga ada pelajaran komputer. Pada saat pelajaran komputer yang diajarkan adalah teori – teori komputer. Teori yang dimaksud adalah sejarah diciptakannya komputer, bagian – bagian komputer baik itu yang internal (bagian dalam) maupun yang eksternal (bagian luar), dan masih banyak lagi teori yang lainnya. Di sekolah saya juga ada kegiatan praktek untuk pelajaran komputer. Sekolah saya menyediakan sebuah ruangan yang berisi unit komputer sejumlah murid yang biasanya terdapat dalam satu kelas. Jadi dalam ruangan ini terdapat empat puluh unit komputer. Ruangan ini biasanya disebut juga lab komputer. Di dalam lab komputer ada sebuah komputer yang terletak di bagian depan tengah ruangan yang arahnya berlawanan dengan empat puluh unit komputer yang lain, dengan kata lain komputer ini saling berhadapan dengan empat puluh unit komputer yang lain. Komputer yang satu ini biasanya digunakan / digunakan oleh guru yang mengajar pada saat praktek komputer. Selain komputer, di dalam ruangan ini juga terdapat sebuah papan tulis. Papan tulis ini biasanya digunakan / dipakai oleh guru komputer untuk menerangkan sesuatu yang berhubungan pada apa yang akan diajarkannya pada hari itu. Kalau pelajaran komputer diajarkan pada pagi hari, maka berbeda dengan kegiatan praktek komputer. Kegiatan praktek komputer diajarkan pada sore hari. Yang diajarkan pada saat praktek komputer itu bisa aja cara menggunakan suatu program yang sudah sudah ada untuk membuat sesuatu, tapi selain itu juga ada mengajarkan bagaimana cara untuk membuat sesuatu dengan menggunakan bahasa pemrograman. Setiap tahun kegiatan praktek komputer yang diajarkan tidak selalu sama. Yang saya maksud adalah yang diajarkan kepada murid kelas satu yang tahun lalu dan yang diajarkan kepada murid kelas satu yang tahun sekarang tidak selalu sama. Contohnya saya dan kakak saya. Kami cuma berbeda satu tahun. Pada tahun itu kegiatan praktek komputer yang diajarkan pada kakak saya adalah bagaimana cara untuk membuat sebuah objek yang mempunyai bentuk tetap dalam bentuk dua dimensi dan objek itu dapat bergerak – gerak. Dan untuk membuat itu perlu dibuat perhitungannya. Sedangkan saya yang pada tahun berikutnya malah tidak mendapatkan seperti apa yang diajarkan pada tahunnya. Saya diajarkan bagaimana cara menggunakan program turbo pascal. Program turbo pascal bukan program tinggal pakai. Dengan program ini bisa membuat program baru yang nantinya bisa tinggal dipakai. Pertama kali diajar program itu rasanya sulit sekali. Program ini terasa sulit karena ada menggunakan parameter, kalimat perintah, dan masih banyak lainnya. Program ini juga punya ketentuan – ketentuan yang harus diikuti. Ketentuan itu bisa berupa kalimat perintah mesti berurutan atau tidak boleh acak – acakan, tidak boleh ada ada yang kurang atau yang ketinggalan baik itu parameter maupun kalimat perintah, letak tanda baca pada program ini juga harus tepat, dan masih ada ketentuan yang lainnya. Kegiatan praktek komputer ini bukan hanya sekedar mengajarkan pada murid bagaimana cara menggunakan program itu saja untuk diketahui saja, tetapi juga agar dapat dipelajari dan digunakan oleh setiap murid. Saat mendekati akhir cawu atau caturwulan biasanya akan diadakan test bagi murid. Test itu diadakan untuk melihat apakah kami benar – benar mengerti dengan apa yang guru komputer kami ajarkan pada saat kegiatan praktek komputer. Test tersebut nantinya akan dinilai berdasarkan keberhasilan program yang berhasil kami buat dengan menggunakan program turbo pascal. Nilai test ini juga dimasukkan kedalam nilai pelajaran komputer yang diajarkan pada pagi hari. Rata – rata dari gabungan nilai ini yang nantinya akan menjadi nilai akhir yang biasanya dimasukkan ke dalam raport. Di sekolah saya pelajaran komputer hanya diajarkan kepada anak kelas satu dan anak kelas dua saja. Dengan begitu maka secara otomatis yang mendapat ikut serta kegiatan praktek komputer hanya anak kelas satu dan anak kelas dua saja. Jadi saat saya masih sekolah lanjutan tingkat atas alias SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas saya belajar teori komputer dan praktek komputer hanya selama dua tahun saja. Sebenarnya saya belajar komputer bukan hanya pada saat saya SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas saja, tetapi saya sudah mendapatkan pelajaran komputer pada saat saya duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama alias SLTP. Waktu itu saya juga sekolah di SLTP / sekolah lanjutan tingkat pertama Santa Maria. Berbeda dengan SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang hanya mengajarkan pelajaran teori komputer dan praktek komputer pada anak kelas satu dan anak kelas dua saja, SLTP / sekolah lanjutan tingkat pertama mulai memberikan pelajaran teori komputer dan praktek komputer kepada semua muridnya, mulai dari murid kelas satu, murid kelas dua dan murid kelas tiga. Pelajaran teori komputer dan praktek komputer yang diajarkan pada tiap tingkatan pastinya berbeda. Kalau antar sesama kelas satu atau sesama kelas dua ataupun juga sesama kelas tiga, biasanya yang diajarkan dari tahun ke tahun selalu sama apalagi teori. Perbedaan antara pelajaran teori dan praktek komputer yang didapat oleh anak kelas satu dan pelajaran teori komputer dan praktek komputer yang didapat anak tingkatan di atasnya yaitu anak kelas dua dan anak kelas tiga adalah semakin ke atas tingkatannya maka yang diajarkan semakin rumit. Biasanya pada anak kelas satu pada saat kegiatan praktek komputer diajarkan dasar – dasar pada komputer dan bagaimana cara penggunaan bagian – bagian komputer agar tidak cepat rusak atau lebih tahan lama. Setelah itu nantinya akan diajar cara mengetik yang benar. Peletakan tiap jari untuk masing – masing tombol pada keyboard. Jadinya mengetik dengan sepuluh jari. Memang seharusnya mengetik dengan menggunakan sepuluh jari baru sesuai dengan aturan yang ada. Walaupun begitu tetap saja ada yang yang menggunakan sistem sebelas jari. Maksud dari sistem sebelas jari adalah mengetik dengan menggunakan dua buah telunjuk. Bagi beberapa orang mungkin menggunakan sepuluh jari lebih gampang, tapi bagi beberapa yang lainnya malah lebih senang menggunakan sistem sebelas jari. Dengan sistem sebelas jari tidak perlu menghapal letak tombol setiap huruf yang terdapat pada keyboard, tidak perlu menghapal huruf apa saja yang boleh digunakan oleh suatu jari. Tapi justru itulah yang menjadi kelemahan bagi orang yang menggunakan sistem sebelas jari. Kelemahan yang saya maksud adalah harus mengetik sambil melihat letak tombol huruf yang akan digunakan pada keyboard dan melihat layar komputer untuk melihat apakah ada terjadi kesalahan pada saat pengetikan karena pada saat mengetik hanya melihat ke keyboard. Kegiatan melihat letak tombol huruf dan melihat layar komputer dilakukan secara bergiliran. Berbeda dengan orang yang mengetik dengan menggunakan sistem sebelas jari, orang yang mengetik dengan menggunakan sepuluh jari biasanya jarang sekali melakukan kesalahan pada saat melakukan pengetikan sebab jari mereka masing – masing sudah terbiasa dengan letak tombol huruf yang boleh mereka tekan. Selain itu masih ada kelemahan lain yang didapat apabila seseorang mengetik dengan menggunakan sistem sebelas jari. Kelemahan itu adalah waktu yang digunakan untuk mengetik sangat lama dibanding dengan orang yang mengetik menggunakan sepuluh jari. Jadi bisa diketahui bahwa mengetik dengan menggunakan sistem sepuluh jari lebih menguntungkan dibandingkan dengan orang yang mengetik dengan menggunakan sistem sebelas jari. Kalau hal – hal dasar komputer sudah diajarkan biasanya langsung dilanjutkan dengan mengajarkan cara untuk membuat suatu objek dengan menggunakan sebuah program. Yang diajar dimulai dari bagian yang gampang sampai ke bagian yang akhirnya lebih sulit lagi. Jadi saya belajar sesuatu yang berhubungan dengan komputer baik itu berupa teori maupun praktek komputer itu selama lima tahun sebelum saya kuliah di Universitas Tarumanagara dengan jurusan Teknik Informatika. Sebenarnya sebelum saya kuliah dulu, saya punya beberapa pilihan terhadap jurusan yang ingin saya ambil. Sejujurnya Teknik Informatika sama sekali tidak termasuk salah satu dari beberapa pilihan jurusan yang ingin saya ambil. Pilihan jurusan saya pertama adalah desainer pakaian. Saya sangat hobi menggambar dulunya pada waktu saya sekolah. Jadi saya berpikir bahwa memilih jurusan desainer juga tidak ada salahnya, toh saya juga senang menggambar sesuatu baik itu yang sudah pernah ada (menciplak atau mencontoh) maupun yang baru dengan cara berimanjinasi. Tapi setelah dicari informasi tentang universitas yang ada jurusan desainer dan ternyata belum ada universitas seperti itu, tapi yang ada adalah sekolah khusus untuk desainer. Biaya yang diperlukan untuk bisa memasuki sekolah desainer itu cukup besar. Kemudian saya berpikir kembali tentang pilihan jurusan saya yang pertama ini. Setelah dipikir – pikir saya pun membatalkan niat saya untuk masuk jurusan desainer sebab selain biaya yang besar, saya juga berpikir bahwa di Indonesia ini desainer jarang dipakai jadi saya pikir pilihan ini nantinya mungkin akan kurang berguna. Jadi dengan begitu pilihan jurusan saya yang pertama yaitu desainer batal. Kemudian pilihan saya yang kedua adalah jurusan kedokteran. Saya tertarik dengan ilmu kedokteran ini juga ada awal ceritanya lho. Waktu itu pas saya masih sekolah sih ceritanya. Saya masih SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas kelas tiga IPA / Ilmu Pengetahuan Alam gitu lah. Entah itu awal atau tengah semester di kota saya, maksud saya di kota Pekanbaru datang sebuah organisasi yang berhubungan dengan bidang kesehatan atau kedokteran. Organisasi itu datang ke Pekanbaru untuk melakukan pengobatan gratis terhadap masyarakat di sana. Organisasi ini datang dari negara Taiwan. Nama organisasi ini adalah Tze Chi. Organisasi ini meminta bantuan dari beberapa orang yang mau menjadi sukarelawan untuk ikut membantu pas kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat ini diadakan. Organisasi ini meminta bantuan tersebut dari vihara dharma loka. Kebetulan waktu itu bibi saya ada ke vihara dharma loka jadi dia tau ada kejadian ini. Kemudian dia menawarkan pada keluarga kami apakah ada salah satu dari keluarga kami yang berminat untuk ikut menjadi sukarelawan dalam kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat itu. Saya dan kakak saya mendengar tawaran bibi kami ini, kami merasa tertarik untuk ikut membantu. Bukankah membantu orang itu termasuk berbuat baik, lagipula saat kegiatan itu akan dilakukan, kebetulan sekolah kami waktu itu sedang libur. Jadi daripada bengong di rumah kan lebih bagus mencoba hal – hal yang baru di luar sana. Apalagi dapat membantu di bidang kesehatan itu kan jarang sekali ada. Kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat ini dilakukan selama tiga hari. Kegiatan ini dilakukan di sebuah universitas kedokteran riau yang baru saja selesai dibangun. Universitas ini belum mulai beroperasi, maksud saya belum memulai kegiatan kuliahnya, jadi sama saja dengan bangunan kosong. Hanya saja bangunan ini bukan kosong untuk selamanya tapi hanya tunggu untuk sementara waktu saja. Sebelum universitas ini dibangun dulunya itu adalah tempat kuburan. Jadi seram juga tempat ini sebenarnya. Kembali ke kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat lagi. Pengobatan gratis yang diadakan ini tidak tanggung – tanggung lho. Tiap bagian di beda – bedakan tempatnya. Ada bagian untuk dokter gigi, dokter umum, dan masih banyak lagi deh. Ada juga yang bagian pembedahan. Anak – anak bayi yang sumbing dioperasi mulutnya supaya bisa normal lagi walaupun nantinya ada bekas jahitan pada saat operasi itu, ada operasi untuk membuat tumor kecil tapi yang terdapat pada bagian luar tubuh. Tapi yang pasti operasi organ tubuh yang bagian dalam tidak termasuk. Sebab operasi bagian tubuh bagian dalam itu kan lebih berbahaya dan lebih sensitif jadi mana bisa kalau ada banyak orang, apalagi proses dan waktu yang diperlukan untuk operasi organ tubuh yang bagian dalam ini sangatlah lama, banyak dan rumit. Pada hari pertama orang yang datang masih tidak begitu banyak. Mungkin karena belum semua orang tau kali ya. Sebenarnya sih banyak orang yang datang untuk berobat, hanya saja kalau dibandingkan dengan hari kedua dan hari terakhir mak hari yang pertama bisa dibilang sedikit. Waktu kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat itu dilakukan saya memilih untuk ikut membantu bagian operasi sumbing. Saya ikut membantu untuk mendaftarkan nama dan data orang yang ingin dioperasi. Ternyata orang yang terkena sumbing itu banyak sekali lho. Saya baru bisa tau karena ikut kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat ini. Saya kira orang sumbing itu cuma sedikit saja, habisnya saya jarang melihat ada orang yang sumbing. Tapi kalau saya perhatikan ternyata orang yang terkena sumbing itu rata – rata adalah orang yang kurang mampu. Apa itu karena waktu masih dalam kandungan ibunya kekurangan gizi atau mungkin ada sebab lain yang mengakibatkan hal ini terjadi saya juga kurang tahu – menahu. Selain mencatat data orang yang ingin dioperasi saya juga ada menyalin nama obat yang akan di berikan pada orang yang sakit itu. Obat untuk orang sakit ini disimpan di sebuah ruangan lho. Di ruangan ini dijaga oleh dua atau tiga orang. Orang ini yang nantinya yang akan mengambilkan obat yang akan diberikan kepada orang yang sakit ini sesuai dengan apa yang sudah disalin tadi berdasarkan resep dari dokter itu sendiri. Orang yang di dalam ruangan ini pastinya mengerti tentang obat – obatan. Soalnya dalam ruangan ini terdapat banyak macam obat. Obatnya dikelompokkan di tempat yang berbeda – beda agar tidak acak -acakan. Selain itu saya juga ada ikut masuk ke dalam ruang operasi sumbing lho. Tapi saya cuma ikut meilhat aja, tidak ikut membantu. Saya mana bisa ikut bantu yang begituan, saya kan tidak ada pengetahuan tentang operasi begitu. Tapi waktu masuk ke dalam ruangan operasi itu, saya disuruh cuci tangan, pakai masker, pakai tutup kepala yang warna biru seperti yang biasa dipakai dokter pada saat melakukan pembedahan, ada juga disuruh pake sarung tangan dan baju atau bisa juga jubah biru gitu. Pokoknya semua tubuh tertutup kecuali mata, jadi kayak ninja gitu. Tapi supaya steril aja, tempat itu kan ruang operasi jadi harus bersih. Melihat orang dioperasi dari tempat VIP alias langsung di tempatnya gitu lho. Orang yang dioperasi sih pada saat itu tidak sadarkan diri, soalnya kan sudah dibius dulu sebelumnya. Kalau masih sadarkan diri pasti bisa teriak kesakitan. Kalau saya perhatikan orang yang sumbing cuma di mulut saja lebih gampang dioperasi dibandingkan dengan orang sumbing sampai naik ke atas hidung. Gampang yang saya maksud bukan gampang yang benar – benar gampang lho. Yang saya maksud gampang itu bila dibandingkan dengan yang sumbingnya sampai ke atas kedalam hidung. Operasi itu perlu kesabaran lho, soalnya harus pelan – pelan dan teliti. Mau tau ga gimana cara proses operasi sumbing itu? Pertama dilihat dulu yang bagian sumbing itu yang mana. Terus disekitar sumbing, pasti bibir kan, di bibir biasa pasti ada daging kan, nah didaging itu nanti dibelah dua. Yang dibelah dua itu yang sumbing lho. Waktu itu saya lihat bibir yang sumbing itu dibelah dua dengan menggunakan gunting lho. Bukan pake gunting biasa, tapi menggunakan guntung tipis dan kecil, pastinya tajam. Bibir itu dipotong secara perlahan – lahan. Kalau kulit teriris benda tajam pasti berdarah kan, apalagi bibir yang dipotong tadi. Bibir itu setiap dipotong ada yang kasih seka darahnya biar darah tadi tidak mengalir terus dan menghalangi dokter untuk memotong bagian bibir yang lain. Dalam proses operasi potong bibir ini memerlukan bantuan dari banyak orang lho. Orang yang saya maksud sih ada seorang dokter dan pembantunya yang lain yang biasa disebut suster gitu deh. Setiap suster ini punya tugas dan masing – masing tugasnya berbeda. Ada satu orang suster yang tugasnya seperti yang telah saya katakan tadi yaitu menyeka setiap darah yang mengalir dari mulut orang yang sedang dioperasi, ada seorang suster yang lain lagi yang bertugas untuk menyeka keringat dokter pada saat operasi sedang berlangsung dan suster yang lainnya bertugas menyediakan peralatan apa saja yang dibutuhkan oleh dokter pada saat operasi sedang berlangsung. Pokoknya semua pada sibuk deh pada saat itu. Setelah pemotongan bibir tadi berhasil kemudian dilanjutkan dengan menjahit bagian bibir yang sumbing tadi. Bibir tadi telah dibagi dua jadinya ada dua bagian yaitu yang bagian dalam dan yang bagian luar. Yang dijahit adalah bibir yang bagian dalam terlebih dahulu. Setelah bibir yang bagian dalam sudah terjahit dengan sempurna kemudian tinggal bibir bagian luar yang dijahit. Bibir itu dijahit dengan menggunakan jarum yang lumayan besar lho. Jarum itu bentuknya melengkung, hampir membentuk huruf U. Benang yang digunakan juga bukan benang biasa. Benang itu sepertinya terbuat dari bahan kimia yang nantinya setelah daging atau bibir yang dijahit tadi telah menyatu maka benang itu bisa lepas sendiri. Ada juga benang yang bisa melebur bersama daging yang telah menyatu, tapi itu biasanya untuk proses operasi yang butuh jahitan bagian dalam tubuh. Setelah melihat kejadian ini saya pun mulai tertarik dengan bidang kedokteran apalagi di bagian pembedahan. Kegiatan pengobatan gratis terhadap masyarakat yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Kemudian saya juga mendengar bahwa di Taiwan ada sekolah Tze Chi khusus kedokteran. Sekolah kedokteran di sekolah Tze Chi ini gratis, hanya saja lulusan dari sana nantinya harus berbakti pada organisasi Tze Chi itu sendiri nantinya. Kemudian saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan bagi saya, karena pada saat itu saya memang tertarik pada bidang itu. Bagi saya masalah mesti berbakti di organisasi Tze Chi itu toh tidak masalah sebab kalau misalnya saya bisa jadi dokter, maka kemampuan saya bisa digunakan untuk membantu orang yang sakit. Tapi ternyata karena kurang informasi mengenai bagaimana agar bisa ke sana maksud saya bagaimana agar saya bisa diterima di sekolah itu dan apa saja yang dibutuhkan untuk masuk sekolah itu, akhirnya batal untuk sekolah di sekolah Tze Chi itu. Tapi waktu itu niat untuk masuk jurusan kedokteran masih ada. Saya mengikuti gelombang untar yang menggunakan nilai raport untuk masuk tanpa harus ikut test atau sebut saja JPP / Jalur Penelusuran Prestasi. Yang bisa ikut JPP / Jalur Penelusuran Prestasi sih hanya orang yang termasuk sepuluh besar. Kebetulan waktu SLTA / Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dulu nilai saya lumayan jadinya saya bisa untuk ikut serta JPP / Jalur Penelusuran Prestasi ini. Di formulir itu saya menulis jurusan yang ingin saya masuki dengan nilai rapor saya. Di formulir itu waktu itu diminta untuk mengisi dua buah jurusan yang ingin saya masuki di universitas tarumanagara. Saya menulis jurusan kedokteran dan jurusan psikologi. Tapi ternyata yang diterima malah jurusan psikologi, padahal saya menulis jurusan psikologi di formulir itu hanya sebagai tambahan saja, walaupun sebenarnya saya juga tertarik dengan bidang psikologi itu. Kemudian hasil dari gelombang JPP / Jalur Penelusuran Prestasi tadi saya bicarakan dengan keluarga saya. Saat itu yang ternyata dapat dimasuki adalah psikologi bagi saya sih tidak masalah, tapi saya ingin mendengar pendapat keluarga saya. Ternyata dari keluarga saya memberikan respon yang besar lho. Semua pada tidak mengijinkan saya masuk jurusan psikologi. Mereka bertanya apa yang bisa didapat dengan belajar psikologi, kenapa mau jadi psikologi, psikologi kan kerjanya hanya berurusan dengan orang gila dan stress saja, dan masih banyak yang lainnya lagi. Karena hal inilah kemudian saya membatalkan hasil JPP / Jalur Penelusuran Prestasi ini lho. Padahal uang masuk kalau lewat gelombang JPP / Jalur Penelusuran Prestasi biasanya lebih murah daripada lewat gelombang test. Kemudian karena gagal lewat JPP / Jalur Penelusuran Prestasi sayapun mencoba untuk ikut gelombang test saja. Sebelum test ini dilakukan saya waktu itu masih berniat masuk ke jurursan kedokteran lho. Tapi saudara sepupu saya yang juga sedang kuliah di universitas tarumanagara bertanya padaku apakah saya serius mau masuk ke jurusan kedokteran. Tentu saja waktu itu saya mengatakan kalau saya serius, kemudian saudara saya mengatakan lagi kepada saya bahwa jurusan kedokteran itu sangat berat pelajarannya selain itu juga biayanya tidak bisa terbilang murah. Harga bukunya saja bisa seharga seharga satu jutaan gitu. Saudara saya mengatakan kalau benar ingin masuk jurusan kedokteran harus serius soalnya biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan tidak boleh main – main atau hanya dengan niat yang setengah – setengah saja. Mendengar pendapat dari saudara sepupu saya tadi itu membuat saya jadi berpikir – pikir lagi apakah saya benar – benar serius. Akhirnya saya batal pilih jurusan kedokteran, karena saya akan merasa terbebani dengan apa yang telah saudara sepupu saya katakan setiap kali saya pikirkan. Saat itu saya sudah pasrah, tidak ada arah, tidak tau masuk masuk jurusan apa, sementara hari gelombang test akan segera tiba. Kemudian saya juga berpikir apakah lebih baik saya mengambil desain interior, tapi setelah dipikir – pikir di Indonesia ini toh jarang desain interior itu digunakan jadi saya batalkan juga. Kemudian ada juga jurusan arsitektur tapi juga tidak disetujui oleh keluarga saya sebab mereka mengatakan bahwa anak perempuan tidak cocok menjadi arsitektur dan untuk jurusan yang satu ini juga dibatalkan. Akhirnya saya bertanya pada kakak saya yang kebetulan juga sedang kuliah di universitas tarumanagara di jakarta. Kalau kakak saya sih mengatakan terserah saya. Saya juga tidak tau mau masuk jurusan apa pada saat itu. Kemudian saya bertanya pada kakak saya apakah jurusan yang diambilnya di universitas tarumanagara dan dari sana saya tau bahwa dia mengambil jurusan teknik informatika. Sebelumnya saya tidak tau yang namanya teknik informatika itu apa. Saya tidak tau apa yang bakal dipelajari di jurusan ini. Saya buta sama sekali mengenai jurusan yang satu ini. Kemudian berkat dukungan kakak saya, saya coba saja pilih jurusan teknik informatika. Saya akhirnya pilih jurusan informatika karena dalam pikiran saya toh saya lumayan suka dengan komputer, saya penasaran dengan apa yang bisa saya dapat dari jurusan teknik informatika. Tapi kalau mau dibilang sih yang paling utama karena kakak saya masuk jurusan teknik informatika juga jadinya saya berpikir tidak apa jika saya juga memilih jurusan ini. Akhirnya karena sudah tau jurusan apa yang ingin saya pilih pada saat saya ikut gelombang test di universitas tarumanagara saya hanya menulis satu jurusan saja yang ingin saya pilih yaitu jurusan teknik informatika. Saya tidak lagi mengisi dua buah jurusan lagi, takutnya yang lain lagi yang terpilih. Akhirnya gelombang test pun lewat dan saya masuk jurusan teknik informatika di universitas tarumanagara. Tentu saja setelah test itu selesai saya tidak langsung mulai kuliah di universitas tarumanagara. Waktu itu saya masih sekolah, hanya saja ikut test yang gelombang pertama supaya lebih santai saja nantinya. Setelah selesai sekolah baru saya mulai kuliah, itupun tunggu tanggal perkuliahannya dimulai. Ternyata mau kuliah itu sangat merepotkan lho. Banyak syarat ini itu yang harus diurus. Untungnya pas saya masuk ada kakak saya jadinya saya tidak kebingungan. Pertama kali masuk tidak langsung kuliah lho. Waktu itu ada briefing untuk anak baru gitu. Ternyata di universitas tarumanagara ini ada acara ospek gitu lah seperti waktu dulu pertama kali mau masuk sekolah lanjutan tingkat pertama atau SLTP dan sekolah lanjutan tingkat atas atau SLTA. Hanya saja di sini lebih parah lagi, karena ada dua macam ospek. Maksud saya ospeknya ada yang indoor atau sebut saja K3 dan outdoor. Yang K3 ini diadakannya di kampus dua universitas tarumanagara di lantai delapan kalau tidak salah. Di lantai delapan itu ada futsal jadinya cukup untuk jumlah kami semua. Di sini kami semua disebut para calon mahasiswa atau sebut saja cama untuk yang anak laki – laki dan calon mahasiswi atau sebut saja cami untuk yang anak perempuan. Kegiatan K3 ini berlangsung tiga hari. Selama tiga hari itu yang kami lakukan waktu itu kalau tidak salah ada acara perkenalan, acara nonton bersama, dan masih ada banyak lagi sih tapi yang paling saya ingat itu pas dikerjain. Di ospek ini ternyata para senior maksud saya yang ikut BEM / Badan Eksekutif Mahasiswa , kebanyakan suka cari kesalahan dari kami para calon mahasiswa dan calon mahasiswi. Kalau salah satu dari kami ada yang salah langsung saja semuanya kena hukuman. Terus setelah yang K3 lewat masih ada ospek yang outdoor. Waktu itu ospek outdoornya di puncak. Kami semua di sana selama tiga hari dua malam. Di sini yang paling parah dikerjainnya dan tidak akan terlupa seumur hidup. Hari pertama belum langsung berangkat ke sana. Pertama kali kami pergi ke tempat telkom, di sana kami diajari berbagai macam mengenai telekomunikasi. Sesudah dari sana baru kami berangkat ke puncak. Masih bisa diingat waktu itu kami perginya naik tronton. Gila benar. Seperti mau ikut ketentaraan saja. Setelah sampai di sana kami disuruh cepat – cepat. Masih ingat waktu itu jalanannya menurun terjal malah disuruh jalan cepat – cepat padahal kami bawa tas. Gimana coba kalau ada yang secara tidak sengaja kesandung batu dan jatuh. Memangnya siapa nanti yang mau tanggung jawab. Wuih kalo diingat lagi kejadian pas ospek outdoor itu bisa bikin panas. Tapi untungnya sih ga ada yang jatuh waktu itu. Sesudah sampai di tempatnya kami dipisah menjadi beberapa tenda. Nah di sana kami dapat facial lumpur yang harus dibawa tidur dalam waktu semalam. Ada juga jurit malam yang dibagi menjadi beberapa gelombang. Gilanya lagi sampai harus lewat kuburan satu sendirian dan waktu itu dibekali 1 lilin. Untungnya waktu itu dapat gelombang awal jadi setidaknya masih ada waktu untuk tidur walaupun waktu itu muka penuh lumpur ala fakultas teknik informatika. Terus pada hari kedua benar – benar hari untuk jorokin badan. Dari siang mulai dilumpuri lagi sampai sore. Pas malamnya sih ada acara yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Kami para junior disuruh membawa sebatang coklat, setangkai bunga, dan juga disuruh membuat sepucuk surat untuk diserahkan ke senior. Kemudian malamnya ada acara api unggun yang hampir batal dilakukan gara – gara gerimis. Hari ketiga merupakan hari terakhir, kami adakan pertandingan tarik tambang dan pada akhirnya sebelum pulang dilumpuri lagi. Benar – benar kami ini pergi ke puncak hanya untuk dilumpuri. Pokoknya paling benci waktu itu dengan BEM / Badan Eksekutif Mahasiswa . Gara – gara orangnya sampai tempatnya pun ikut benci. Sekali pulang dari sana kuceritain pengalaman mandi lumpur di sana sama kakak saya dan teman kaka saya. Ternyata mereka juga dulunya pernah juga dibegituin sama para senior BEM / Badan Eksekutif Mahasiswa. Jadi waktu saya cerita bukan cuma saya saja yang panas tapi mereka juga ikut panas karena mengingat kembali cerita yang bersejarah itu. Sejujurnya dulu saya kesal banget gara – gara dikerjain kayak gitu, tapi ga apa deh karena itu juga saya jadi punya suatu pengalaman yang tak mungkin dilupakan. Ternyata kejadian di puncak itu tidak disenangi banyak junior, dan pada tahun kami terjadi revolusi yang akhirnya menyebabkan tidak ada lagi kegiatan ospek outdoor. Sebenarnya sih yang indoor juga hampir ditiadakan tapi tetap diadakan hanya saja sekarang sudah tidak separah yang dulu lagi. Waktu itu saat revolusi berhasil kami anak angkatan tahun 2004 sempat dapat julukan sebagai anak mami tapi seiring berjalannya waktu semua juga sudah dilupakan. Yah kembali ke soal kuliah lagi berarti dimulai dari semester satu. Ternyata si kuliah juga masih ada pelajaran yang namanya fisika, kalkulus, statisitik, dan yang lainnya yang pernah dipelajari waktu sekolah dulu. Saya kira waktu saya pilih jurusan yang berhubungan dengan komputer maka yang akan saya pelajari adalah semuanya hanya tentang komputer saja. Tapi setelah masuk dan mengetahui bahwa yang dipelajari di kuliah sekarang ini tidak beda jauh dengan yang pernah dipelajari waktu sekolah dulu maka tanggapan saya yang pertama kali waktu itu adalah wah ini sama dengan sekolah lagi donk. Tapi begitu saya ikuti saya malah merasa bersyukur banget soalnya saya sendiri, pengetahuan yang saya miliki tentang komputer sangat tipis sekali. Saya malah senang ada pelajaran seperti fisika, kalkulus, statistik, manajemen dan yang lainnya. Malah di kuliah serasa lebih gampang lagi sebab pelajaran yang diajarkan itu lebih santai. Tapi kalau pengenalan komputer dulu saya malah ga bisa padahal itu cuma hapalan. Jujur saja sebelum saya mulai kuliah saya memang pernah belajar komputer tapi yang saya pelajari itu cara memakai komputer secara langsung jadi waktu dulu kalo saya ditanya cpu yang mana? Hard disk itu dimana? Pasti saya ga tau jawabannya. Saya cuma tau kalau itu semua adalah komputer. Saya sering dimarahi kakak saya kakau sudah berhubungan dengan komputer. Seperti dulu, pernah entah karena saya atau karena kakak saya komputer jadi bervirus. Virusnya waktu itu bentuk iconnya word. Terus judulnya entah apa waktu itu pokoknya menurut saya judulnya sangat membuat penasaran jadi saya double klik saja karena pengen tau isi dalamnya. Terus sekali dibuka hanya ada isi satu baris kalimat dan itu pun tidak saya mengerti maksudnya. Lalu komputer jadi suka di shut down sendiri gitu lah. Saya juga ga begitu ngerti. Terus marah deh kakak saya. Dia tanya kenapa bisa seperti itu dan saya ceritakan deh sama dia. Dia bilang kenapa dibuka, itu pasti virus. Saya juga baru tau kalau virus kayak itu bentuknya. Terus mulai deh tuduh siapa yang disketnya bervirus dan kena marah deh sama kakak saya karena itu aja sampai tidak tahu padahal saya itu anak informatika. Terus juga pernah kejadian gara – gara virus juga ceritanya. Kalau tidak salah virus brontok ya. Waktu itu virus brontok lagi gencar – gencarnya. Habis saat itu belum ada antivirusnya dan yang baru ada itu cleanernya dan virus itu cuma bisa dihapus saja tapi nanti beberapa waktu lagi dia akan muncul lagi. Waktu itu sudah pasti kakak saya marah banget. Waktu itu juga ga jelas siapa yang yang bawa virusnya. Yang saya tau waktu itu kami sama – sama ambil praktek java. Saat dia sedang mencoba menjalankan program java tiba tiba saja komputer mulai reboot sendiri. Dan akhirnya kami anggap itu sebagai virus. Tapi memang virus kok hanya saja pada awalnya kami cuma menerka – nerka saja. Karena waktu itu belum ada antivirusnya maka satu – satunya jalan adalah menginstall komputer lagi. Akibatnya program kami semua yang ada di komputer hilang. Nah kakak saya marah ke saya karena menurut saya virusnya itu ada di dalam monitor. Saya tidak tahu kalau komputer itu yang berperan penting itu semuanya ada dalam CPU. Dan waktu saya dimarahi pertama saya pikir CPU yang besar ini beserta semua bagian yang ada didalamnya kena virus tapi ternyata yang kena virus itu cuma hard disk yang ada dalam komputer. Pokoknya pengetahuan saya tentang komputer sangat minim sekali. Di teknik informatika ini saya hanya mengandalkan hapalan dan hitungan. Tapi kalau disuruh dibuat program saya menyerah karena saya sama sekali tidak pandai memulainya. Seperti program CPP. Saya tidak tahu bagaimana urutan untuk membuatnya. Saya mengalami banyak kesulitan untuk memahami dan mempelajari program ini, saya merasa sangat kebingungan dengan program yang baru saja saya pelajari ini, karena di bidang ini kita di tuntut untuk menggunakan logika dalam menyusun bahasa C tersebut sehingga kita dapat membangun suatu program yang dapat berjalan dengan baik, sedikit saja logika yang kita masukan salah, maka program yang kita buat tidak akan berjalan dengan baik atau dengan kata lain program kita error atau tidak jalan. Jadi dalam pembuatan suatu program kita harus benar benar teliti dan logika yang kita berikan pada komputer juga harus benar, sehingga komputer dapat memahami bahasa yang kita berikan dan dapat di bentuk menjad sebuah program yang berjalan dengan baik, selain logika kita di tuntut hatus memiliki penalaran yang baik serta bayangan bayangan tentang program yang akan kita buat nanti nya, sehingga hasilnya nanti dapat menjadi baik dan seperti yang kita harapkan sebelum nya dengan bahasa bahasa yang baru yang kita masukan ke dalam komputer untuk menghasilkan suatu program yang dapat mempermudah seseorang untuk mengerjakan pekerjaan nya dengan

~Namo Amitofo~.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: